Pasokan BBM Tersendat, Pertashop Blahkiuh Abiansemal Tutup Berhari-hari hingga Pengelola Merugi
Badung – kabarbalihits
Persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali kini turut berdampak pada operasional Pertashop. Salah satunya Pertashop di wilayah Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, yang terpaksa buka-tutup selama sepekan hingga berhenti beroperasi selama beberapa hari akibat belum adanya kepastian pengiriman BBM.
Kondisi tersebut membuat pengelola kesulitan menjalankan usaha secara normal. Padahal, pemesanan BBM disebut telah dilakukan jauh hari sebelum persediaan habis. Namun, hingga stok tidak lagi mencukupi untuk melayani konsumen, kepastian jadwal pengiriman belum juga diperoleh.
Pengelola Pertashop, Ratih Aang, mengeluhkan kondisi tersebut karena berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha. Ketidakpastian pasokan membuat pengelola tidak dapat memastikan kapan penjualan bisa kembali berjalan normal.
Situasi ini menjadi persoalan tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM. Ketika sejumlah SPBU dipadati antrean kendaraan, Pertashop yang diharapkan menjadi salah satu alternatif tempat pengisian bahan bakar justru tidak dapat beroperasi secara optimal.
Berdasarkan keterangan pengelola, pengiriman BBM saat ini dinilai lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan SPBU dibandingkan Pertashop. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi kelancaran pasokan ke Pertashop. Meski demikian, mekanisme distribusi dan penjadwalan pengiriman BBM tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.
Dampak yang dirasakan pengelola bukan sekadar terhentinya aktivitas penjualan. Potensi pendapatan harian ikut hilang, sementara biaya operasional usaha tetap menjadi beban. Tanpa kepastian kapan pasokan kembali tersedia, pengelola juga kesulitan menyusun perencanaan usaha.
Gangguan operasional yang berlangsung selama kurang lebih sepekan ini memunculkan persoalan mengenai kepastian distribusi BBM bagi mitra Pertashop. Terlebih, ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, ketersediaan pasokan menjadi faktor penting agar layanan penjualan BBM dapat berjalan beriringan.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah Pertashop dilaporkan masih tutup akibat belum tersedianya pasokan BBM. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem distribusi dan kepastian jadwal pengiriman bagi pengelola Pertashop, khususnya saat terjadi gangguan ketersediaan BBM.
Pengelola berharap Pertamina memberikan kejelasan mengenai jadwal pengiriman sekaligus mengevaluasi mekanisme distribusi agar kendala serupa tidak terus berulang. Kepastian pasokan dinilai penting bagi pengelola untuk mengatur persediaan, menjaga keberlangsungan usaha, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Di tengah persoalan antrean dan ketersediaan BBM, koordinasi antara penyedia BBM dan mitra Pertashop menjadi hal yang mendesak. Transparansi informasi serta kepastian jadwal pengiriman diharapkan dapat mencegah terulangnya penghentian operasional secara berlarut-larut.
Sebab, ketika kebutuhan BBM masyarakat meningkat, ketidakpastian pasokan bukan hanya berdampak pada pengelola usaha, tetapi juga berpotensi mempersempit pilihan masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar. (kbh1)


