
Tedhak Siten Baby Ashraf Hanif Zubaidi Berlangsung Khidmat dan Mewah, Sarat Doa Serta Harapan Masa Depan
Denpasar-kabarbalihits
Kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti keluarga besar pengusaha Hj. Dewi Supriani, S.H., M.H. dan H. Yahya Ali Al Zubaidi, serta keluarga Ir. H. Riyad Abdullah Allauw dan Hj. Nafisah A.R. Sungkar. Momen istimewa tersebut hadir dalam acara tasyakuran tujuh bulanan Baby Ashraf Hanif Zubaidi yang digelar secara meriah di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Kamis (11/6/2026).
Baby Ashraf Hanif Zubaidi merupakan putra pertama pasangan Hanif Zubaidi, S.H. dan dr. Farida Ulfa. Hanif merupakan putra bungsu dari pasangan H. Yahya Ali Al Zubaidi dan Hj. Dewi Supriani, sementara dr. Farida Ulfa merupakan putri ketiga dari empat bersaudara yang semuanya berprofesi sebagai dokter anak dari pasangan Ir. H. Riyad Abdullah Allauw dan Hj. Nafisah A.R. Sungkar.
Ratusan tamu yang terdiri dari keluarga besar, kerabat, relasi bisnis, pejabat pemerintah, hingga sejumlah organisasi kemasyarakatan turut hadir memberikan doa dan restu kepada sang buah hati.
Yang menarik, tasyakuran tujuh bulanan tersebut dikemas dengan tradisi adat Jawa Tedhak Siten, sebuah prosesi sakral yang melambangkan perjalanan awal seorang anak dalam menapaki kehidupan. Tradisi ini sarat makna filosofis dan doa agar sang anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berbudi luhur, serta membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Prosesi diawali dengan ritual membersihkan kaki bayi sebelum menginjak tanah. Tradisi ini melambangkan harapan agar anak memulai perjalanan hidup dengan hati yang bersih dan suci.
Selanjutnya, Baby Ashraf dituntun melewati tujuh jadah atau kue ketan berwarna-warni yang melambangkan berbagai tantangan kehidupan. Tujuh warna tersebut masing-masing memiliki makna mendalam, mulai dari keberanian, kesucian, kekuatan lahir batin, kasih sayang, ketenangan jiwa, kesuburan lingkungan, hingga kesempurnaan hidup. Dalam filosofi Jawa, angka tujuh atau pitu diharapkan menghadirkan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah kehidupan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga yang terbuat dari tebu wulung. Tangga tersebut menggambarkan perjalanan hidup yang harus ditempuh dengan tekad kuat dan rasa percaya diri. Kehadiran kedua orang tua yang mendampingi menjadi simbol dukungan keluarga dalam setiap tahapan kehidupan anak.
Suasana semakin menarik saat Baby Ashraf menjalani prosesi memasuki kurungan ayam yang berisi berbagai benda simbolis seperti buku, perhiasan, mainan, dan beras. Dalam tradisi Tedhak Siten, benda yang dipilih anak dipercaya menggambarkan minat atau profesi yang akan digelutinya di masa depan. Ritual ini mengandung doa agar anak kelak mampu mengharumkan nama keluarga dan menjadi pribadi yang membanggakan. Prosesi ditutup dengan pembagian udhik-udhik, berupa uang logam yang dicampur bunga dan disebarkan kepada para tamu sebagai simbol kemurahan hati dan harapan agar sang anak kelak gemar berbagi rezeki kepada sesama.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh keluarga besar hadir memberikan doa terbaik. Dari keluarga besar Yahya Ali Al Zubaidi tampak hadir putra sulungnya yang juga seorang pengusaha, H. Nabil Ali Al Zubaidi bersama sang istri yang juga pengusaha yakni pemilik PT Krisnanda Gitajaya Tours & Travel, Amira Lukman Jawas dan putri mereka, Baby Nazia Nabil Al Zubaidi.
Hajah Anik Yahya, sapaan akrab Hj. Dewi Supriani, S.H., M.H., pengusaha sekaligus berprofesi sebagai lawyer atau pengacara ini mengungkapkan rasa syukur atas kebahagiaan yang dianugerahkan kepada keluarganya.
“Sebagai nenek dari Baby Ashraf dan Baby Nazia, kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena selalu diberikan kesehatan dan perlindungan. Kami berdoa agar cucu-cucu kami menjadi anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, keluarga, agama, bangsa dan negara. Semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang diajarkan keluarga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ir. H. Riyad Abdullah Allauw yang juga seorang pengusaha dan selaku kakek dari pihak ibu menyampaikan harapan besar bagi masa depan cucunya.
“Alhamdulillah acara yang mulia ini dapat terlaksana dengan lancar dan didukung cuaca yang begitu baik. Kami berharap Ashraf Hanif Zubaidi tumbuh menjadi pribadi yang sempurna jasmani dan rohani, memiliki ilmu yang tinggi, berbakti kepada kedua orang tuanya, serta menjadi kebanggaan keluarga dan bangsa. Kami juga mendoakan keluarga kecil Hanif dan dr. Ulfa agar senantiasa diberikan rahmat, keberkahan, dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tuturnya.
Tasyakuran tujuh bulanan Baby Ashraf Hanif Zubaidi pun berlangsung penuh kehangatan. Di balik kemegahan acara, tersimpan doa-doa tulus dari dua keluarga besar dan anak-anak yatim piatu Tunas Bangsa Monang Maning Denpasar yang berharap sang buah hati kelak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(kbh2)


