November 2, 2026
Pendidikan

Dosen Fakultas Sastra Unwar Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata, Latih Staf Bali Sundaram Travel Tangani Keluhan Wisatawan Internasional

Denpasar-kabarbalihits

Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata kembali diwujudkan oleh Universitas Warmadewa (Unwar). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Fakultas Sastra Unwar menggelar pelatihan Bahasa Inggris berbasis budaya bagi staf PT. Bali Sundaram Travel guna meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani keluhan wisatawan internasional secara profesional dan berorientasi pada pelayanan prima.

Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Staff dalam Menangani Keluhan Wisatawan Internasional Berbasis Budaya di PT. Bali Sundaram Travel” ini diberikan oleh tiga dosen, yakni Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum, bersama Dr. Dewa Ayu Kadek Claria, S.S., M.Hum dan Dra. Ni Made Suwendri, M.Si. Program tersebut juga melibatkan lima mahasiswa semester IV sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Pelatihan dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik dalam menghadapi wisatawan dari berbagai negara.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan Bahasa Inggris dalam berbagai situasi pelayanan, terutama ketika menerima dan menangani keluhan wisatawan mancanegara. Materi difokuskan pada penggunaan ungkapan yang sopan, jelas, dan profesional agar komunikasi berjalan efektif serta mampu menghindari kesalahpahaman yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.

Tim PKM Unwar menekankan bahwa keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan masalah, tetapi juga oleh cara penyampaian solusi kepada wisatawan. Bahasa yang santun, sikap ramah, serta kemampuan mendengarkan dengan empati menjadi unsur penting dalam membangun pengalaman wisata yang positif.

“Dalam industri pariwisata, komunikasi adalah kunci. Wisatawan yang merasa didengarkan dan dipahami akan lebih mudah menerima solusi yang diberikan. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris harus dibarengi dengan pemahaman budaya yang baik,” ungkap tim PKM dalam pemaparannya.

Baca Juga :  Wisuda ke-8 LPK Glory International Cruise Knowledge, 95 Persen Lulusan Sudah Bekerja

Tidak hanya membahas aspek kebahasaan, pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai komunikasi lintas budaya. Para peserta diajak memahami bahwa setiap wisatawan memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, dan cara berinteraksi yang berbeda. Oleh sebab itu, staf pelayanan dituntut mampu menunjukkan sikap menghargai perbedaan, bersabar, serta memberikan respons yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan wisatawan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim dosen Fakultas Sastra Unwar mengadakan berbagai simulasi penanganan keluhan wisatawan. Dalam sesi praktik tersebut, staf PT. Bali Sundaram Travel berlatih menghadapi berbagai skenario yang kerap terjadi di lapangan, mulai dari perubahan jadwal perjalanan, keterlambatan layanan, fasilitas yang tidak sesuai harapan, hingga berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan ketidakpuasan pelanggan.

Melalui simulasi tersebut, peserta dapat mengasah kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat berhadapan dengan wisatawan internasional. Pendekatan praktik langsung ini dinilai efektif karena memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari.

Pihak PT. Bali Sundaram Travel menyambut positif pelaksanaan program pengabdian ini. Mereka menilai pelatihan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan asing yang menjadi salah satu segmen utama pelanggan mereka.

Menurut pihak perusahaan, peningkatan kompetensi staf menjadi investasi penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat citra perusahaan di tengah persaingan industri perjalanan wisata yang semakin kompetitif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Universitas Warmadewa tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan mitra usaha dan masyarakat luas.

Dengan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini, transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berlangsung secara langsung, sehingga manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh peserta pelatihan, tetapi juga oleh perkembangan sektor pariwisata Bali secara keseluruhan. (r)

Baca Juga :  Unwar Disambangi BKSAP DPR RI, Serap Aspirasi Pemuda dan Bahas Tantangan AI

Related Posts