February 18, 2026
Ekonomi

Puncak HUT ke-36 BPR Kanti: Simakrama, Apresiasi, dan Filosofi Angka 9 dalam Perjalanan Community Bank

Denpasar-kabarbalihits

Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti yang berlangsung meriah pada Rabu (1/10) di Hongkong Garden, Denpasar. Bank yang berada di bawah naungan PT BPR Sukawati Pancakanti ini mengemas momentum istimewa tersebut dengan menggelar Stakeholder Gathering BPR Kanti 2025. Acara ini menjadi wujud nyata konsep Community Bank, yang tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga hadir mempererat tali simakrama dengan para stakeholder dan masyarakat luas.

Rangkaian acara semakin semarak dengan Penganugerahan MDA Kanti Kertha Bali Nugraha, Penganugerahan Kanti Media Bali Nugraha, Launching Buku “Menata Perkawanan Sebelum Perkawinan” karya Prof. Dr. I Wayan Windia, S.H., M.Si, serta pengundian Tabungan ArisanKU yang menghadirkan hadiah utama spektakuler, yakni 1 unit Toyota Fortuner.

Momentum istimewa tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting. Gubernur Bali hadir melalui perwakilan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani. Hadir pula Kepala OJK Provinsi Bali yang diwakili oleh Dr. Irhamsah, S.H., M.H., selaku Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis. Tidak ketinggalan perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali serta para tokoh masyarakat dan mitra kerja strategis BPR Kanti.
Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya dukungan berbagai pihak terhadap kiprah BPR Kanti yang telah lebih dari tiga dekade hadir melayani kebutuhan keuangan masyarakat Bali.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa HUT kali ini terasa begitu spesial. Pasalnya, selama ini BPR Kanti jarang menggelar perayaan ulang tahun yang besar. “Biasanya kita tidak merayakan ulang tahun seperti ini. Namun ketika kita merunut ke belakang, angka 36 menghasilkan 9. Ulang tahun jatuh pada tanggal 27, juga menghasilkan angka 9. Bahkan bulan September adalah bulan ke-9, dan tahun 2025 bila dijumlahkan juga 9. Jadi ada filosofi istimewa di balik angka ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Berkebun Usir Rasa Jenuh, Penjual Tanaman Tersenyum di Masa Pandemi Covid-19

Lebih lanjut Arya Amitaba menjelaskan, angka 3 merepresentasikan kreativitas, sementara angka 6 melambangkan bisnis. “Artinya, kita berbisnis harus selalu berlandaskan kreativitas. Ini menjadi pesan penting bagi perjalanan BPR Kanti agar tetap relevan dan berdaya saing,” tambahnya.

Puncak HUT yang digelar pada 1 Oktober juga dipilih dengan makna khusus. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, sekaligus momentum setelah tutup buku bulan September. “Kita ingin perayaan ini menjadi penanda semangat baru untuk melangkah lebih kokoh di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Arya Amitaba juga menekankan bahwa seluruh rangkaian acara HUT ke-36 sepenuhnya didukung oleh produk unggulan Tabungan ArisanKU. Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran nasabah yang mempercayakan tabungannya pada produk tersebut. “Kegiatan ini seluruh biayanya ditanggung oleh Tabungan ArisanKU. Maka kami patut berterima kasih pada produk ini, karena selain menghadirkan hadiah menarik, ArisanKU juga memfasilitasi kebersamaan dan silaturahmi,” jelasnya.

Di tengah sambutannya, Arya Amitaba juga menegaskan kedekatan BPR Kanti dengan desa adat sebagai penjaga adat dan budaya Bali. Ia menuturkan bahwa meski BPR Kanti adalah lembaga bisnis, kontribusinya tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan desa adat.
“Perekonomian Bali sangat bergantung pada pariwisata, dan pariwisata bertumpu pada adat budaya. Desa adatlah yang menjaga dan mempertahankan nilai-nilai itu. Maka meskipun tidak bersentuhan langsung, secara simultan bisnis kami bersinggungan erat dengan keberadaan desa adat,” tegasnya.

Ia menambahkan, bila adat budaya terabaikan, pariwisata akan terguncang, yang pada akhirnya memengaruhi seluruh industri termasuk lembaga keuangan. Karena itu, BPR Kanti memandang penting menjalin kontribusi nyata melalui CSR (Corporate Social Responsibility) untuk memperkuat kapasitas desa adat, seperti mendukung kegiatan pecalang, yowana, dan berbagai aktivitas sosial budaya lainnya.
“BPR Kanti tumbuh berkembang karena masyarakat Bali. Maka laba yang diperoleh harus kembali untuk membangun desa adat. Itu wujud nyata timbal balik kami,” kata Arya Amitaba.

Baca Juga :  Bupati Tabanan Laporkan Pelaksanaan PPKM Darurat Dalam Rapat Evaluasi Dengan Gubernur

Dalam kesempatan tersebut, Arya Amitaba juga menceritakan latar belakang dirinya sebagai aktivis mahasiswa sekaligus anggota Resimen Mahasiswa. Semangat sebagai “mahasiswa plus” yang pernah ia pegang, kini ia terapkan dalam kepemimpinannya di BPR Kanti.
“Nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab itu saya bawa hingga kini. Bagi saya, lembaga bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga soal kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” ujarnya penuh keyakinan.

Rangkaian acara juga memberikan penghargaan kepada insan yang berjasa dalam mendukung perjalanan BPR Kanti. Penganugerahan MDA Kanti Kertha Bali Nugraha serta Kanti Media Bali Nugraha menjadi bentuk apresiasi terhadap mitra adat dan media yang telah setia mendukung kiprah bank ini.

Acara kemudian ditutup dengan antusiasme tinggi saat pengundian Tabungan ArisanKU, di mana satu unit Toyota Fortuner berhasil dimenangkan oleh nasabah yang beruntung. Suasana penuh kegembiraan ini seolah menjadi simbol harapan agar BPR Kanti semakin dekat dengan masyarakat.

Memasuki usia 36 tahun, BPR Kanti meneguhkan diri bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat Bali. Dengan filosofi angka 9 yang sarat makna, BPR Kanti berkomitmen untuk terus melangkah maju, menghadirkan solusi keuangan yang inovatif, serta menjaga harmoni dengan budaya dan adat Bali.(kbh2)

Related Posts