
Road To 19 Th, HFLA Bali Tebar 200 Botol Eco Enzyme di Temesi Waterfall Demi Kelestarian Lingkungan
Gianyar-kabarbalihits
Menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, Indonesia Hotel Front Liners Association (HFLA) Chapter Bali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menaburkan eco enzyme di kawasan Sungai Temesi Waterfall, Gianyar, Kamis (7/5). Kegiatan bertajuk “Bumi Rumah Kita” ini menjadi bagian dari rangkaian anniversary HFLA Bali yang tahun ini mengusung semangat pelestarian lingkungan berbasis nilai Tri Hita Karana.
Kegiatan sosial tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara HFLA Bali bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar (DLHK) serta Relawan Herbal Yogi. Sedikitnya 200 botol eco enzyme ditaburkan secara serentak oleh para peserta dengan penuh antusias dan semangat gotong royong.
Ketua Panitia Anniversary HFLA Bali, Kadek Indri Jayanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata konsep Tri Hita Karana, khususnya aspek pelemahan yang berfokus pada harmonisasi hubungan manusia dengan lingkungan. “Kegiatan di Temesi Waterfall ini merupakan salah satu rangkaian anniversary HFLA Bali. Kami mengangkat konsep Tri Hita Karana, dimulai dari pelemahan melalui penaburan eco enzyme untuk menjaga kebersihan sungai. Selanjutnya ada konsep pawongan melalui kegiatan CSR ke sekolah-sekolah di bidang pendidikan, dan nanti juga ada parahyangan melalui kegiatan tirta yatra sebelum puncak acara di akhir Mei,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama DLHK Gianyar dan Relawan Herbal Yogi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai dan lingkungan sekitar. “Harapan kami, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, khususnya membantu menetralisir dan menjaga kualitas kebersihan area sungai,” tambahnya.

Sementara itu, Chairman Indonesia Hotel Front Liners Association (HFLA) Chapter Bali, I Kadek Suparta, mengatakan bahwa aksi lingkungan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi insan pariwisata terhadap keberlanjutan Bali sebagai destinasi dunia. “Hari ini kami sangat senang bisa berkumpul bersama DLHK Gianyar sebagai fasilitator, perangkat desa, dan Relawan Herbal Yogi untuk mensukseskan program anniversary HFLA Bali ke-19 yang puncaknya akan jatuh pada 27 Mei mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan lingkungan kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing pariwisata Bali di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. “Kami ingin memberikan kontribusi kepada lingkungan karena bumi adalah tempat tinggal kita bersama. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami gaungkan sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga sustainability Bali. Faktor lingkungan kini menjadi salah satu pertimbangan wisatawan untuk datang ke Bali,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Perbekel Desa Temesi, I Ketut Brana Yoga. Ia menyampaikan terima kasih kepada HFLA Bali dan DLHK Gianyar atas kepedulian mereka terhadap lingkungan di wilayah Desa Temesi, khususnya kawasan Temesi Waterfall. “Kegiatan ini sangat positif karena mampu membangun kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan, terutama sungai. Eco enzyme memiliki fungsi luar biasa dalam membantu mengurai bakteri dan menstabilkan kualitas air sungai,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menjaga kelestarian alam dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Hal senada juga disampaikan Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, I Wayan Swenten. Ia mengapresiasi keterlibatan komunitas dalam mendukung program pemerintah di bidang pelestarian lingkungan. “Kami sangat mengapresiasi komunitas-komunitas yang aktif berpartisipasi menjaga kualitas lingkungan. Program seperti ini sangat membantu pemerintah, karena tanpa partisipasi semua pihak, mustahil kita bisa menjaga lingkungan dengan maksimal,” katanya.
Pihaknya pun menyatakan pemerintah Kabupaten Gianyar terbuka terhadap berbagai program komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. “Semoga niat baik seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan semakin banyak komunitas yang ikut bergerak bersama menjaga lingkungan Bali,” pungkasnya.(kbh2)


