January 20, 2022
Ekonomi

Harga Bahan Bangunan Terus Naik, REI Bali Harapkan Ada Peningkatan Harga Rumah Subsidi

Denpasar – kabarbalihits 

Seiring terus naiknya bahan bangunan, DPD Real Estate Indonesi (REI) Bali berharap pemerintah segera dapat menetapkan kenaikan harga unit rumah subsidi dari sebelumnya Rp168 juta menjadi Rp 180 juta. Hal ini disampaikan langsung Ketua DPD Rei Bali Gede Suardita di Sekretariat DPD REI Bali di Jalan Buluh Indah Denpasar, Selasa (12/1). 

“Kami, pengusaha yang tergabung di REI Bali berharap, pemerintah segera bisa menaikan harga rumah subsidi. Seperti kita tahu bersama harga bahan-bahan bangunan dan lainnya sudah terlebih dahulu mengalami kenaikan,”ujarnya.

Dengan harga bahan bagunan yang harganya sudah mengalami kenaikan lanjut Suardita, pihaknya membangun rumah subsidi menjadi agak berat dan hal ini pun dirasakan Anggota REI di seluruh Indonesia. 

“Mudah -mudahan keluhan kami segera direspon oleh pemerintah dalam hal ini PUPERA. Kami juga sudah mendengar sedang dibahas untuk kenaikan harga rumah subsidi,”jelasnya. 

Meski sejatinya pihaknya  mengharapkan tidak ada kenaikan harga rumah subsidi, dengan catatan harga bahan bangunan tidak mengalami kenaikan. Gede Suardita yang juga Direktur PT Bumi Cempaka Asri pengembang rumah subsidi terbesar di Bali ini menegaskan, jika harga rumah subsidi jadi dinaikkan jangan sampai memberatkan konsumen. 

“Pada umumnya kenaikan harga rumah subsidi 7-8 persen per tahun. Jika sekarang harganya Rp 168 juta, mungkin tahun 2022 rumah subsidi harganya menjadi Rp180 juta khusus di Bali,”bebernya. 

Sementara untuk lokasi pembangunan rumah subsidi di Bali kata Suardita hanya bisa dilakukan di lima kabupaten dan  sebaran yang paling banyak berada di Kabupaten Buleleng dan Tabanan. 

Baca Juga :  Luncurkan Belibali Pulihkan UMKM di Bali, Ridwan Kamil : “Sekarang Bela Negara Dengan Belanja” 

Sementara terkait perumahan komersil, menurut Sekretaris DPD REI Bali Gede Semadi Putra belum banyak mengalami peningkatan. Bahkan menurutnya Anggota REI Bali khususnya tidak banyak yang membuka lahan baru untuk pengembangan, karena lebih pada usaha bertahan dimasa pandemi sekarang ini. 

“Jadi banyaknya pembeli dari luar Bali yang membeli properti secondary (tangan kedua) atau melalui hal lain seperti lelang yang dilakukan Bank,”ujarnya,sembari mengatakan di awal tahun 2022 Anggota REI mulai ada projec baru, dengan permintaan rumah komersil ke unit yang harganya berkisar diatas satu miliar. (kbh6)

Related Posts