April 18, 2026
Pendidikan

“Sahabat Dengar” Resmi Diluncurkan, Education Rocks Perluas Layanan Kesehatan Mental Anak di Bali

Gianyar-kabarbalihits

Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan di Bali. Program Education Rocks yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kekuatan Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan generasi muda. Bertempat di Jalan Ir. Soetami, Desa Kemenuh, Sukawati, Kabupaten Gianyar, yayasan ini resmi meluncurkan program terbaru bertajuk “Sahabat Dengar” pada Sabtu (18/4/2026).

Mengusung tema “Menuju Anak Education Rocks yang Sehat, Gembira dan Berprestasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, program ini hadir sebagai wadah pendampingan mental dan emosional bagi anak-anak dan remaja. Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang lebih terbatas, kini Sahabat Dengar dibuka untuk masyarakat umum dan dapat diakses harian pada jam kerja tanpa dipungut biaya.

Selama ini, Education Rocks dikenal sebagai program pendidikan yang telah berdiri sejak 2010 di Bali, dengan fokus membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, salah satunya melalui pemberian beasiswa. Namun, melalui Sahabat Dengar, yayasan memperluas perannya, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga kesehatan mental.

Pembina Yayasan Pendidikan Kekuatan Indonesia, I Wayan Adi Mataram, SE, menegaskan pentingnya program ini dalam membangun ketahanan mental anak-anak. Ia menyampaikan bahwa Sahabat Dengar dirancang untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak dalam berbagi perasaan dan pengalaman mereka. “Program ini sangat penting untuk keberlangsungan mental anak-anak yang kami bina. Kami ingin mereka merasa tidak sendiri, memiliki tempat untuk berbagi, serta mendapatkan dukungan dari para mentor dan konsultan berpengalaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini dibuat lebih santai dan bersifat kekeluargaan, sehingga anak-anak merasa nyaman untuk terbuka. Selain itu, orang tua juga diberi ruang untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi, bahkan saat mengantar anak mereka ke lokasi kegiatan. “Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat. Siapa pun bisa datang, dan kami sudah menyiapkan tenaga konsultan untuk mendampingi. Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat mental anak-anak, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tambahnya.

Baca Juga :  Wabup Supriatna Dorong Peningkatan Kinerja Pelayanan di MPP Buleleng

Sementara itu, Penanggung Jawab Sahabat Dengar, Suprihartini Sulaeman yang akrab disapa Opy, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, terutama meningkatnya kasus perundungan, tekanan mental, serta stigma sosial yang dihadapi anak-anak dan remaja.

“Banyak anak mengalami luka psikologis, stres, bahkan krisis emosional. Kami ingin mereka punya tempat untuk bercerita tanpa merasa dihakimi. Karena itu kami kemas layanan ini dengan nama ‘Sahabat Dengar’, agar terasa lebih ringan dan dekat dengan mereka,” jelasnya.

Program ini memungkinkan anak-anak untuk menyampaikan keluh kesah melalui berbagai cara, mulai dari telepon, pesan WhatsApp, hingga surat dan foto yang dikirimkan. Bahkan, bagi mereka yang membutuhkan pendampingan langsung, tim Sahabat Dengar juga siap memberikan layanan tatap muka.

Tidak hanya mendengar, program ini juga berperan aktif dalam edukasi kesehatan mental. Tim akan secara rutin mengirimkan konten edukatif, seperti pesan motivasi, flyer, hingga materi terkait pengelolaan emosi dan kesehatan psikologis melalui platform komunikasi yang tersedia. “Ini bukan komunikasi satu arah. Kami ingin membangun hubungan yang berkelanjutan. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih serius, kami juga akan merujuk ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater,” tambah Opy.

Ia menekankan bahwa kehadiran Sahabat Dengar merupakan langkah preventif untuk mendeteksi masalah sejak dini, sehingga tidak berkembang menjadi trauma yang lebih dalam.

Dengan peluncuran program ini, Yayasan Pendidikan Kekuatan Indonesia berharap Sahabat Dengar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Lebih dari sekadar layanan konsultasi, program ini diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menjaga kesehatan mental generasi muda Bali, demi masa depan yang lebih baik.(kbh2)

Related Posts