August 1, 2021
Daerah

Kedai Amarthya Bersama Fakultas Kesehatan Unhi Edukasi Masyarakat Pembuatan Jamu Herbal

Gianyar-kabarbalihits

Kedai Amarthya melalui Kebun Herbal Amarthya Tegalbingin bekerjasama dengan Fakultas kesehatan Ayurweda Unhi Denpasar menggelar workshop pelatihan pembuatan jamu atau loloh bagi Pengurus PKK Banjar Tegalbingin Desa Mas Ubud Gianyar di Wantilan Banjar Tegalbingin, Sabtu 12 Juni 2021.

Workshop yang disertai praktek langsung ini, juga merupakan bagian dari program pengabdian kesehatan Ayurweda Unhi Denpasar ini juga merupakan edukasi kepada masyarakat dalam meningkatkan perkonomiannya melalui nilai tambah dari hasil tanaman berupa tanaman bahan obat yang diolah menjadi jamu maupun minuman lainnya.

Optimalisasi pengembangan salah satu potensi yang dimiliki Banjar Tegalbingin yakni tanaman bahan obat juga ditindaklanjuti Kedai Amarthya dengan pembuatan Demplot Kebun Herbal Amarthya yang berlokasi di Subak Telaga banjar setempat.

Owner Kedai Amarthya Anak Agung Ayu Arina Saraswati Hardy yang ditemui usai kegiatan mengatakan adanya demplot ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap potensi tinggi yang dimiliki pertanian Bali dalam pengembangan tanaman herbal.

“Kami menyisihkan anggaran untuk pembuatan dan pembelian tanaman hibgga perlakuan tanaman berupa pemupukan  di demplot ini. Untuk lahan kami bekerjasama dengan petani,” tuturnya.

Dimasa Pandemi sekarang ini lanjut Arina Saraswati sapaan akrab Anak Agung Ayu Arina Saraswati Hardy, dengan kesadaran, Bali harus tersenyum kembali pihaknya memulai pengembangan Demplot Herbal ini dari Ubud mengingat Ubud juga sebagai daerah tujuan wisata untuk pengobatan dan kesehatan seperti yoga maupun meditasi. Seperti diketahui sektor pertanian sebelumnya kurang mendapat perhatian mengingat Ubud merupakan daerah seni dan pariwisata.

“Dalam mengembangkan pertanian tanaman herbal ini, kami betul betul mulai dari awal. Posisi Amarthya sebenarnya sebagai market, ternyata diawal kami sosialisasi masyarakat belum paham, sehingga kami membuat tim yang terdiri dari beberapa pagian yakni tim bibit, pupuk,”terangnya

Baca Juga :  Pemkab Badung Serahkan Pengelolaan Pasar Dalung Kepada Desa Adat

Kedai Amarthya sebagai donatur dalam demplot Kebun Herbal ini kata Arina Saraswati, pihaknya juga bekerjasama dengan  Dosen Fakultas Kesehatan Ayurweda Unhi Denpasar sebagai pendamping untuk nantinya mengolah hasil panen agar memiliki nilai lebih.

“Sehingga hasil panen misalnya kunyit tidak hanya dijual sebagai kunyit, namun bisa dijual sebagai jamu instant dan itu memerlukan suatu keahlian dan Unhi lah yang memnerikan pedampingan kepada masyarakat disini,”bebernya

Arina Saraswati yang juga mantan Anggota DPRD Bali ini mengatakan Pengembangan Kebun Amarthya semakin difukuskannya seiring adanya upaya pemerintah untuk mengembangkan Desa Wisata sebagai sinergitas pertanian dan pariwisata. Dimasa Pandemi sekarang ini yang berakibat banyaknya pekerja pariwisata dirumahkan, lebih baik atau mempunyai kesempatan mengembangkan desanya melalui keunggulan masing-masing desa tersebut.

“Berhubungan dengan pandemi ya herbal dan ini belum Booming di Bali,”jelasnya.

Kedai Amarthya merupakan Online Shop yang awalnya didedikasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi dalam memasarkan produknya. Seiring waktu  Online Shop dengan Store House yang berada Jalan Gelogor Indah Pemogan Denpasar Selatan tersebut berkembang cukup pesat dengan beberapa usaha diantaranya Amarthya Fashion.

Dekan Fakultas Kesehatan Ayurweda Unhi Denpasar dr. Ida Bagus Wiryanatha menyatakan kegiatan pengabdian masyrakat berupa memberikan pembelajaran dengan praktek langsung pembuatan jamu atau loloh dengan bahan -bahan yang berasal dari tanaman yang memiliki kasiat untuk kesehatan seperti kunyit putih, temu lawak maupun jahe merah.

“Jamu atau loloh ini dapat meningkatkan imun masyarakat di masa pandemi covid-19 sekarang ini,” tuturnya.

Dikatakan Ida Bagus Wiryanatha dipilihnya Banjar Tegalbingin sebagai lokasi pengabdian masyarakat, karena adanya bahan-bahan dari alam yang berupa tanaman banyak terdapat di banjar ini, terlebih di wilayah Banjar Tegalbingin juga lahan pertanian dan perkebunan masih sangat memadai untuk pengembangan tanaman Herbal.

 “Jadi tanaman berpotensi obat banyak kita jumpai disini. Melalui survei yang  telah kita lakukan sebelumnya,” terangnya.

Penglingsir Puri Ubud ,Tjokrda Ngurah Suyadnya atau yang akrab disapa Cok Wah mengatakan dalam situasi pandemi covid-19 sekarang ini adanya kegiatan pelatihan membuat jamu atau loloh dengan peserta ibu-ibu PKK merupakan hal yang sangat luar biasa.

“Kami atas nama keluarga Puri Ubud dan Pelaku Pariwisata menyambut baik atas digelarnya kegiatan ini. Ini juga telah memberikan gerak ruang kepada masyarakat khususnya dan terhadap potensi-potensi yang tidak maksimal digarap salah satunya pertanian,”ujarnya.

Kedepan Cok Wah berharap pelatihan serupa ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan tidak hanya disaat Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, mengingat bahan atau tanaman obat yang dipergunakan dalam pelatihan ini banyak tumbuh dan berkembang di wilayah Banjar Tegalbingin.

“Ini semua ( tanaman obat, red) tumbuh kembang dan merupakan kekayaan yang dimiliki Bali, sangat tepat untuk kita bangkitkan,” ajaknya. 

Sementara Kelihan Adat Banjar Tegalbingin Nyoman Weda menyampaikan terima kasihnya atas digelarnya pelatihan pembuatan jamu atau loloh untuk ibu-ibu PKK.

“Karena ini sangat membantu kami, terlebih bahan baku seperti jahe merah, temulawak disini banyak tersedia karena tanahnya juga cukup subur,”terangnya.(kbh6)

Related Posts