April 15, 2024
Pariwisata

Trimafo Yudha : “New Normal” Prioritaskan Pariwisata

Denpasar-kabarbalihits

“New Normal” menjadi harapan baru bagi masyarakat Bali. Karena geliat ekonomi diperkirakan kembali bangkit dari sebelumnya tertidur akibat pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut (New Normal) disikapi positif oleh Anggota DPRD Badung, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, Jumat (29/05). Menurut anggota komisi II DPRD Badung ini, New Normal harus diterima dengan lapang dada dalam artian jika sebelumnya terjadi pandemic Covid-19, dan akan dijadikan normal kembali adalah kebangkitan ekonomi Bali utamanya Badung. “Memang dengan adanya kebijakan New Normal dari pemerintah pusat akan menimbulkan pro dan kontra. Namun sudah saatnya kita keluar dari rasa ketakutan akibat pandemic Covid-19”, ungkapnya.

Lebih lanjut Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi (PUTRI) Daerah Bali ini menggaris bawahi masyarakat harus bangkit dari Wabah Corona, dengan melakukan aktifitas sewajarnya serta tetap menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19. 

“Sejak bulan Maret industri pariwisata sudah diinstruksikan untuk tidak beroperasi dalam mengantisipasi wabah corona. Padahal sejak bulan Januari tahun ini keadaan perekonomian utamanya dalam bidang pariwisata sudah terlihat mati suri. Sehingga kebijakan New Normal harus disikapi dengan positif untuk lebih menggeliatkan perekonomian di masyarakat”, jelas mantan ketua BPD HIPMI Bali yang kini didaulat menjabat Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Bali.

“Saya sangat menyambut baik adanya kebijakan New Normal ini karena sudah saatnya membentengi diri dan bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat Covid-19. Bangkit dalam arti tetap memperhatikan kesehatan dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan”, tambah Politisi Cantik ini.

Menurut Trimafo Yudha, Pariwisata masih menjadi prioritas karena tidak bisa dipungkiri tetap menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Terlebih lagi sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya di dunia pariwisata. 

“Kuncinya saat ini adalah semua pihak harus bersatu padu dan satu bahasa, serta memiliki komitmen yang sama membangun Pariwisata Bali dalam menopang kehidupan masyarakat. Sebagai contoh dunia perbankan harus segera melakukan revitalisasi cara pembayaran, dari dulunya menggunakan uang kertas menjadi pola pembayaran non tunai untuk meminimalisir resiko penyebaran Covid-19”, pungkasnya (kbh2)

Related Posts