November 6, 2026
Pendidikan

Universitas Warmadewa Bekali Mahasiswa Mediterranean Bali Kelola Stres dan Keuangan Jelang Magang

Denpasar-kabarbalihits

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan bertajuk Wellness & Money-Smart Management: Kunci Sukses Mengelola Stres dan Keuangan di Sektor Pariwisata di Kampus Mediterranean Bali, Denpasar, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Universitas Warmadewa, Kampus Mediterranean Bali, dan program Education for World Peace (EWP) Indonesia, serta diikuti oleh 48 mahasiswa pariwisata dan hospitality.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat berjudul Integrasi Edukasi Kesehatan Mental dan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Resiliensi Mahasiswa Mediterranean Bali di Sektor Pariwisata. Tim PkM diketuai oleh Anak Agung Dewi Megawati, S.Si., M.Biomed., Ph.D., bersama dr. Marta Setiabudy, Sp.MK., dan Dr. Ni Made Intan Priliandani, S.E., M.Si., dengan dukungan dua mahasiswa, I Wayan Yasya Satya Pratama dan Made Kerrin Nityasya Artha, serta volunteer Anak Agung Ganitri Maheswari.

Program ini berangkat dari hasil diskusi dengan pihak Mediterranean Bali yang menunjukkan bahwa mahasiswa pariwisata menghadapi kerentanan ganda. Di satu sisi, mereka menanggung tekanan akademik sekaligus tuntutan kerja hospitality yang sarat beban emosional. Di sisi lain, sebagian besar belum terbiasa mencatat dan merencanakan keuangan, padahal pendapatan di sektor pariwisata kerap berfluktuasi.

 

Bekal mental sebelum terjun magang

Dalam sambutannya, Campus Manager Mediterranean Bali, I Kadek Juli Purwantara, S.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Mediterranean Bali akan segera menjalani magang dan akan menemui banyak hal baru di dunia kerja.

“Mahasiswa kami sebentar lagi magang dan akan bertemu dengan hal-hal baru di luar sana. Karena itu, mental mereka perlu dipersiapkan agar tidak mudah stres, apalagi sampai burnout. Selama ini mahasiswa belum pernah dikenalkan dengan manajemen stres dan literasi keuangan, jadi kami berharap kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kesejahteraan dan well-being mereka,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh A.A. Gede Abdiarta, S.E., M.M., CHT., Chairman Yayasan Cahaya Tunas Indonesia Bali sekaligus Founder dan CEO Medi Group. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan misi Mediterranean Bali dalam menyiapkan lulusan yang tangguh dan kompeten.

“Kegiatan ini sangat penting bagi Kampus Mediterranean yang menyiapkan mahasiswa tangguh dan kompeten sebagai penggerak industri pariwisata, baik di Bali, di Indonesia, maupun di luar negeri. Kami siap bekerja sama ke depannya dalam pembekalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi mahasiswa, sebagai bekal saat mereka bekerja,” kata Bapak Agung Abdiarta.

Tiga materi, satu tujuan

Kegiatan diisi oleh tiga narasumber dengan pendekatan yang saling melengkapi.

Anak Agung Dewi Megawati, Ph.D. sangat mengapresiasi staf dan mahasiswa Mediterranean yang sangat antusias mengikuti acara ini. Beliau membawakan materi Wellness Program: Kunci Sukses Mengelola Stres. Ia menjelaskan bagaimana tubuh merespons stres melalui hormon adrenalin dan kortisol, serta perbedaan antara stres yang memacu fokus (eustres) dan stres berkepanjangan yang menguras energi hingga berujung burnout. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik sederhana seperti napas kotak, napas 4-7-8, teknik grounding 5-4-3-2-1, dan jurnaling. Ia turut mengingatkan mahasiswa agar tidak ragu mencari bantuan profesional, termasuk melalui layanan kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di nomor 119 ekstensi 8.

“Stres itu wajar dan tidak bisa dihindari, terutama di dunia kerja pariwisata yang ritmenya cepat. Yang penting adalah mengenali sinyal tubuh sejak awal dan punya cara untuk melepaskannya, supaya stres tidak menumpuk menjadi burnout.” ujar Dr. Megawati.

“Mengutip American Heart Association, ia juga menyampaikan bahwa Transcendental Meditation dapat membantu meredakan stres, menurunkan tekanan darah, dan membuat tidur lebih nyenyak.”

Dr. Ni Made Intan Priliandani, S.E., M.Si., menyampaikan materi Edukasi Literasi Keuangan untuk Mahasiswa Pariwisata. Melalui studi kasus dan lembar refleksi kebiasaan keuangan, mahasiswa diajak menyadari pengeluaran kecil yang berulang. Mahasiswa juga dikenalkan pada pembagian anggaran 50/30/20, kebiasaan mencatat pengeluaran selama tujuh hari, jeda 24 jam sebelum belanja nonmendesak, serta kewaspadaan terhadap penggunaan paylater untuk kebutuhan konsumtif.

Sementara itu, Ni Luh Kartiwi, S.Ak., dari Education for World Peace Indonesia, memperkenalkan teknik Transcendental Meditation (TM), sebuah teknik meditasi yang dipraktikkan 15 sampai 20 menit, dua kali sehari, dalam posisi duduk nyaman dengan mata tertutup. Teknik ini diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung ketenangan pikiran, konsentrasi belajar, dan kesabaran dalam melayani tamu di industri pariwisata. Melalui kegiatan PkM ini, mahasiswa dan staf Mediterranean ditawarkan untuk mempelajari Teknik Transcendental Meditation tanpa dipungut biaya apapun. Kegiatan meditasi TM akan didampingi oleh program Education for World Peace dan Tim PkM FKIK Unwar kurang lebih selama 3-4 bulan ke depan.

Mendukung SDGs dan komitmen dampak Universitas Warmadewa.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Warmadewa terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang juga menjadi dasar penilaian THE Impact Rankings. Kegiatan ini secara langsung mendukung 4 SDG sekaligus: SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui edukasi kesehatan mental, pengenalan tanda burnout, keterampilan mengelola stres, dan informasi akses layanan kesehatan jiwa bagi generasi muda. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui pembelajaran sepanjang hayat yang terbuka bagi mahasiswa di luar Universitas Warmadewa. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan literasi keuangan dan kesiapan kerja calon tenaga kerja pariwisata, sektor penggerak utama ekonomi Bali. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan vokasi pariwisata, dan organisasi masyarakat.

Pendekatan yang memadukan kesehatan mental dan literasi keuangan ini sejalan dengan peran Universitas Warmadewa sebagai perguruan tinggi yang hadir di tengah masyarakat Bali, di mana kesejahteraan pekerja pariwisata turut menentukan ketahanan ekonomi daerah.

Related Posts