Pendidikan

Denpasar-kabarbalihits

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan bertajuk Wellness & Money-Smart Management: Kunci Sukses Mengelola Stres dan Keuangan di Sektor Pariwisata di Kampus Mediterranean Bali, Denpasar, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Universitas Warmadewa, Kampus Mediterranean Bali, dan program Education for World Peace (EWP) Indonesia, serta diikuti oleh 48 mahasiswa pariwisata dan hospitality.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat berjudul Integrasi Edukasi Kesehatan Mental dan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Resiliensi Mahasiswa Mediterranean Bali di Sektor Pariwisata. Tim PkM diketuai oleh Anak Agung Dewi Megawati, S.Si., M.Biomed., Ph.D., bersama dr. Marta Setiabudy, Sp.MK., dan Dr. Ni Made Intan Priliandani, S.E., M.Si., dengan dukungan dua mahasiswa, I Wayan Yasya Satya Pratama dan Made Kerrin Nityasya Artha, serta volunteer Anak Agung Ganitri Maheswari.

Program ini berangkat dari hasil diskusi dengan pihak Mediterranean Bali yang menunjukkan bahwa mahasiswa pariwisata menghadapi kerentanan ganda. Di satu sisi, mereka menanggung tekanan akademik sekaligus tuntutan kerja hospitality yang sarat beban emosional. Di sisi lain, sebagian besar belum terbiasa mencatat dan merencanakan keuangan, padahal pendapatan di sektor pariwisata kerap berfluktuasi.

 

Bekal mental sebelum terjun magang

Dalam sambutannya, Campus Manager Mediterranean Bali, I Kadek Juli Purwantara, S.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Mediterranean Bali akan segera menjalani magang dan akan menemui banyak hal baru di dunia kerja.

“Mahasiswa kami sebentar lagi magang dan akan bertemu dengan hal-hal baru di luar sana. Karena itu, mental mereka perlu dipersiapkan agar tidak mudah stres, apalagi sampai burnout. Selama ini mahasiswa belum pernah dikenalkan dengan manajemen stres dan literasi keuangan, jadi kami berharap kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kesejahteraan dan well-being mereka,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh A.A. Gede Abdiarta, S.E., M.M., CHT., Chairman Yayasan Cahaya Tunas Indonesia Bali sekaligus Founder dan CEO Medi Group. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan misi Mediterranean Bali dalam menyiapkan lulusan yang tangguh dan kompeten.

“Kegiatan ini sangat penting bagi Kampus Mediterranean yang menyiapkan mahasiswa tangguh dan kompeten sebagai penggerak industri pariwisata, baik di Bali, di Indonesia, maupun di luar negeri. Kami siap bekerja sama ke depannya dalam pembekalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi mahasiswa, sebagai bekal saat mereka bekerja,” kata Bapak Agung Abdiarta.

Tiga materi, satu tujuan

Kegiatan diisi oleh tiga narasumber dengan pendekatan yang saling melengkapi.

Anak Agung Dewi Megawati, Ph.D. sangat mengapresiasi staf dan mahasiswa Mediterranean yang sangat antusias mengikuti acara ini. Beliau membawakan materi Wellness Program: Kunci Sukses Mengelola Stres. Ia menjelaskan bagaimana tubuh merespons stres melalui hormon adrenalin dan kortisol, serta perbedaan antara stres yang memacu fokus (eustres) dan stres berkepanjangan yang menguras energi hingga berujung burnout. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik sederhana seperti napas kotak, napas 4-7-8, teknik grounding 5-4-3-2-1, dan jurnaling. Ia turut mengingatkan mahasiswa agar tidak ragu mencari bantuan profesional, termasuk melalui layanan kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di nomor 119 ekstensi 8.

“Stres itu wajar dan tidak bisa dihindari, terutama di dunia kerja pariwisata yang ritmenya cepat. Yang penting adalah mengenali sinyal tubuh sejak awal dan punya cara untuk melepaskannya, supaya stres tidak menumpuk menjadi burnout.” ujar Dr. Megawati.

“Mengutip American Heart Association, ia juga menyampaikan bahwa Transcendental Meditation dapat membantu meredakan stres, menurunkan tekanan darah, dan membuat tidur lebih nyenyak.”

Dr. Ni Made Intan Priliandani, S.E., M.Si., menyampaikan materi Edukasi Literasi Keuangan untuk Mahasiswa Pariwisata. Melalui studi kasus dan lembar refleksi kebiasaan keuangan, mahasiswa diajak menyadari pengeluaran kecil yang berulang. Mahasiswa juga dikenalkan pada pembagian anggaran 50/30/20, kebiasaan mencatat pengeluaran selama tujuh hari, jeda 24 jam sebelum belanja nonmendesak, serta kewaspadaan terhadap penggunaan paylater untuk kebutuhan konsumtif.

Sementara itu, Ni Luh Kartiwi, S.Ak., dari Education for World Peace Indonesia, memperkenalkan teknik Transcendental Meditation (TM), sebuah teknik meditasi yang dipraktikkan 15 sampai 20 menit, dua kali sehari, dalam posisi duduk nyaman dengan mata tertutup. Teknik ini diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung ketenangan pikiran, konsentrasi belajar, dan kesabaran dalam melayani tamu di industri pariwisata. Melalui kegiatan PkM ini, mahasiswa dan staf Mediterranean ditawarkan untuk mempelajari Teknik Transcendental Meditation tanpa dipungut biaya apapun. Kegiatan meditasi TM akan didampingi oleh program Education for World Peace dan Tim PkM FKIK Unwar kurang lebih selama 3-4 bulan ke depan.

Mendukung SDGs dan komitmen dampak Universitas Warmadewa.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Warmadewa terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang juga menjadi dasar penilaian THE Impact Rankings. Kegiatan ini secara langsung mendukung 4 SDG sekaligus: SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui edukasi kesehatan mental, pengenalan tanda burnout, keterampilan mengelola stres, dan informasi akses layanan kesehatan jiwa bagi generasi muda. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui pembelajaran sepanjang hayat yang terbuka bagi mahasiswa di luar Universitas Warmadewa. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan literasi keuangan dan kesiapan kerja calon tenaga kerja pariwisata, sektor penggerak utama ekonomi Bali. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan vokasi pariwisata, dan organisasi masyarakat.

Pendekatan yang memadukan kesehatan mental dan literasi keuangan ini sejalan dengan peran Universitas Warmadewa sebagai perguruan tinggi yang hadir di tengah masyarakat Bali, di mana kesejahteraan pekerja pariwisata turut menentukan ketahanan ekonomi daerah.

Pendidikan

Bangli – kabarbalihits

Upaya pencegahan stunting terus digencarkan melalui berbagai pendekatan, salah satunya dengan memperbaiki kualitas lingkungan rumah tangga. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema edukasi pemilahan sampah dan kesehatan lingkungan di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kegiatan ini menyasar keluarga binaan dalam program Community Oriented Medical Education (COME), yang sebagian besar memiliki anak dengan risiko stunting. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai faktor penunjang tumbuh kembang anak.

Narasumber kegiatan, dr. Pande Ayu Naya Kasih P., M.Biomed, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang tidak sehat berperan besar terhadap meningkatnya risiko penyakit pada anak. Menurutnya, infeksi berulang seperti diare dan infeksi saluran pernapasan dapat mengganggu penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

“Lingkungan yang kotor, penumpukan sampah, pencemaran air, serta kebiasaan membakar sampah dapat memperburuk kualitas udara dan sanitasi rumah tangga. Hal ini berdampak langsung pada kesehatan anak, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan yang merupakan periode emas pertumbuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak yang sering mengalami sakit berisiko mengalami gangguan pertumbuhan karena asupan gizinya tidak terserap secara optimal. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP. Ia menekankan bahwa pemilahan sampah dan pengelolaan lingkungan yang baik merupakan upaya preventif untuk menekan paparan patogen dan polutan.

“Dengan membiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta mengelolanya dengan benar, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi keluarga, khususnya anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Desak Putu Citra Udiyani, M.Biomed, menambahkan bahwa pendekatan pendampingan keluarga menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, perubahan perilaku masyarakat dapat terbentuk secara lebih konsisten.

“Edukasi saja tidak cukup. Pendampingan keluarga memungkinkan masyarakat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sampah, sanitasi, hingga kebersihan lingkungan rumah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim FKIK Unwar juga memberikan praktik langsung mengenai cara memilah sampah, pengelolaan limbah rumah tangga, serta pentingnya menjaga kebersihan sumber air. Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan dan berdiskusi mengenai permasalahan lingkungan yang dihadapi sehari-hari.

Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui pencegahan stunting berbasis lingkungan, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penciptaan permukiman yang sehat, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Universitas Warmadewa berharap masyarakat semakin menyadari bahwa lingkungan sehat dimulai dari rumah. Dengan pengelolaan sampah yang baik dan perilaku hidup bersih, keluarga dapat berperan aktif dalam mencegah stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.(r)

Pendidikan

Denpasar-kabarbalihits

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) kembali menyelenggarakan Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang I pada Jumat, 9 April 2021. Ujian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Jumat (9/4) berupa Test Psikologi. Sementara, tahap kedua yang dilaksanakan pada Sabtu (10/4) berupa test akademik dengan sistem CBT (Computer Based Test) yang berlangsung di Gedung FKIK Unwar.

Peserta yang mendaftar online sebanyak 291 orang dan peserta yang datang mengikuti tes psikologi sebanyak 220 orang. Pelaksanaan test psikologi ini dipantau langsung oleh Rektor Unwar, WR I, WR III, Dekan dan Wakil Dekan FKIK Unwar, Dekan FTP, Para Pejabat Struktural di lingkungan Unwar serta Panitia Penmaru Unwar. 

Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK., mengatakan minat calon mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan Dokter di FKIK Unwar tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah  peserta yang mendaftar secara online pada gelombang I Tahun 2021 sebanyak 291 peserta. Pada Jumat (9/4) diadakan tes psikologi untuk mengetahui minat, motivasi internal dan kemampuan untuk bermotivasi karena di kedokteran yang penting adalah motivasi internal bukan motivasi atau dorongan dari orangtua. Dilihat dari pengalaman jika tanpa motivasi internal mahasiswa tersebut akan keteteran saat kuliah di kedokteran. Lalu pada Sabtu (10/4) akan dilaksanakan tes kemampuan akademik dan kemudian untuk tes kesehatan akan disusul karena itu tes kesehatan adalah persyaratan nasional agar diketahui tidak ada cacat dan tidak ada yang menggunakan narkoba pada calon mahasiswa baru. Dan terakhir dilakukan tes wawancara untuk mengetahui benar-benar minat mereka untuk masuk ke FKIK Unwar. Secara nasional Dikti menentukan daya tampung, dan daya tampung FKIK Unwar saat ini masih 150 orang. Tahun lalu pihaknya menerima 137 orang dan tahun ini diharapkan 150 orang itu terpenuhi.  

[irp]

Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., mengatakan bahwa sesuai dengan visi FKIK Unwar yaitu menjadi fakultas yang berkualitas, bermutu maka usaha-usaha yang dirintis oleh Dekan FKIK dan kerjasama teman-teman di FKIK Unwar adalah dalam rangka meningkatkan kualitas untuk menggapai cita-cita yaitu dapat bersaing di tingkat internasional. Oleh sebab itu segala program yang dicanangkan oleh FKIK Unwar orientasinya adalah mutu. Salah satu indikator yang dapat dilihat saat ini adalah setiap penerimaan mahasiswa baru meskipun masih dalam kondisi Covid-19, minat para lulusan SMA untuk melanjutkan pedidikan di FKIK Unwar tidak turun artinya jumlah mereka yang mendaftar tidak mengalami penurunan. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini jumlah calon mahasiswa yang mendaftar dikatakan mengalami peningkatan walau peningkatannya tidak terlalu signifikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran di FKIK Unwar sudah mengikuti rambu-rambu yang ada di dalam kurikulum yang pada intinya adalah kurikulum berbasis kompetensi. Apa yang digunakan sebagai indikator keberhasilan dan indikator mutu saat ini adalah kelulusan ujian kompetensi dokter, rata-rata kelulusan FKIK Unwar sudah mencapai diatas 93,7% dan ini dikatakan sangat membanggakan karena jauh diatas rata-rata nasional. Hal inilah yang juga dikatakan menjadi salah satu alasan lulusan SMA berminat mengambil pendidikan di FKIK Unwar.(kbh2)