
Wisuda PNB Sesi II dan III, Perkuat Transformasi Vokasi dan Green Tourism
Badung – kabarbalihits
Politeknik Negeri Bali (PNB) memperkuat transformasi pendidikan tinggi vokasi melalui inovasi berkelanjutan dan pengembangan Green Tourism. Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Wisuda ke-38 sesi kedua dan ketiga yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Wisuda sesi kedua yang berlangsung pada pagi hari diikuti 615 wisudawan dengan tema Transformasi dan Inovasi Berkelanjutan dalam Pendidikan Tinggi Vokasi di Politeknik Negeri Bali. Tema ini menekankan pentingnya menyiapkan talenta terampil yang mampu menjawab dinamika industri global, menguasai keahlian mutakhir, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Melalui penguatan tersebut, PNB berupaya menghasilkan lulusan yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Sementara itu, wisuda sesi ketiga yang berlangsung pada Rabu sore diikuti 633 wisudawan dengan tema Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi Unggul Berwawasan Green Tourism di Politeknik Negeri Bali.
Tema ini menegaskan komitmen PNB dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja domestik maupun internasional, sekaligus memahami pentingnya prinsip pariwisata berkelanjutan. Lulusan juga diharapkan memiliki kemandirian dan kemampuan mengembangkan kewirausahaan hijau atau green entrepreneurship yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Direktur PNB, Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan PNB terus memperkuat pendidikan vokasi agar lulusannya mampu berinovasi, beradaptasi, dan mengembangkan karier sesuai bidang serta kompetensinya.
Penguatan tersebut dilakukan melalui keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam pembelajaran di kelas, praktik, penelitian, hingga program magang di dalam maupun luar negeri.

PNB juga mencatat hasil positif berdasarkan tracer study lulusan tahun ini. Sebanyak 55 persen lulusan telah bekerja, 4 persen berwirausaha, 5 persen melanjutkan studi, sedangkan 34 persen lainnya masih dalam proses mencari pekerjaan.
“Persentase lulusan yang telah bekerja saat wisuda bertahan pada rata-rata 55 persen selama tiga tahun terakhir. Sementara itu, waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan rata-rata sekitar 1,5 bulan” ungkap Prof Cipta.
Melalui transformasi pendidikan vokasi dan penguatan wawasan Green Tourism, PNB berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap perkembangan industri yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (kbh5)


