
Labdanation Fashion Week Hadirkan 67 Karya Busana, Bidik Rekor Dunia Guinness
Denpasar – kabarbalihits
Industri fashion Indonesia didorong menembus pasar global melalui inovasi dan produk berkelanjutan. Semangat ini diwujudkan melalui Labdanation Fashion Week Season III yang menghadirkan 67 karya busana berbahan tekstil bersertifikasi internasional, sekaligus membidik rekor dunia Guinness World Records.
Mengusung tema “Threads of Legacy: The Grand Collaborative Certified Sustainable Textile Fashion Show — A Historic Journey Towards the Guinness World Records”, acara tersebut berlangsung di Sira Village Grand Outlet Bali, KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar Selatan, Rabu (28/10/2026).

Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil, Yusak Samadji Pranoto, S.E., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi industri tekstil Indonesia di pasar internasional.
“Sejak 2020, Labda tidak pernah berhenti berinovasi. Labdanation Fashion Week Season III dan upaya pemecahan rekor dunia Guinness ini membuktikan bahwa industri Indonesia mampu bangkit dan bersaing di pasar global. Ini bukan hanya tentang Labda, tetapi tentang membawa nama Indonesia ke panggung dunia melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Yusak.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Ng, menjelaskan bahwa 67 karya busana tersebut melibatkan lima kelompok desainer, yakni Morato Bali, Kimira, IDB Bali, Unice, dan Novelmice.
Menurutnya, kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pelaku lokal, mulai dari bahan kain, pencetakan, desain, penjahitan, hingga model yang memperagakan busana.
“Bahannya dari lokal, produksinya lokal, desainnya lokal, jahitnya lokal. Bahkan modelnya juga dari Nusantara. Karena yang ingin kami munculkan adalah Indonesia,” ungkap Wijaya.
Ia menambahkan, tim adjudikator dari Inggris telah hadir untuk melakukan penilaian terhadap upaya pemecahan rekor dunia tersebut. Namun, hasil akhirnya masih menunggu keputusan resmi setelah seluruh proses evaluasi selesai.
Wijaya menilai Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang besar, tetapi membutuhkan strategi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan industri global.
“Kita butuh strategi untuk meningkatkan fesyen dan brand kita ke kelas menengah atas. Keberlanjutan harus diperhatikan mulai dari material, proses produksi, hingga aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan besar dan UMKM. Salah satu upaya yang dilakukan PT Labda Anugerah Tekstil adalah menerima pesanan digital printing kain mulai dari satu meter agar pelaku usaha kecil dapat mengembangkan desain tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk produksi massal.
Digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, Labdanation Fashion Week Season III diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk berinovasi, memperkuat industri tekstil nasional, dan memperluas penetrasi produk Indonesia ke pasar internasional.
PT Labda Anugerah Tekstil, yang berdiri di Denpasar pada 2020, berfokus pada digital printing tekstil dengan teknologi ramah lingkungan. Perusahaan ini juga memiliki sejumlah sertifikasi, di antaranya ISO 9001, ISO 14001, OEKO-TEX® STANDARD 100, dan OEKO-TEX® STeP. (kbh1)


