
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Desa Adat Tanjung Benoa Tanam Pohon Kelapa di Pesisir, Konsisten Wujudkan Lingkungan Asri
Badung – kabarbalihits
Wujud aksi pembersihan dan menjaga lingkungan berskala besar digelar Desa Adat Tanjung Benoa di kawasan Pantai Timur Desa Adat Tanjung Benoa Kuta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Aksi serempak berupa bersih pantai dan penghijaun yakni penanaman pohon kelapa ini merupakan tindak lanjut kerja sama Desa Adat Tanjung Benoa bersama Kawan Alam Indonesia dengan melibatkan kolaborasi antara prajuru desa adat, PKK di 4 banjar, beberapa institusi diantaranya Polair Polda Bali, Bakamla, Lantamal Bali, Lanud I Gusti Ngurah Rai, syahbandar hingga Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI).
Kegiatan yang diagendakan berkesinambungan ini juga dimaksudkan sebagai peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda tahun 2026.
Bandesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya, SE ditemui disela kegiatan menyampaikan rasa syukurnya bersih -beraih di pesisir dan penanaman pohon kelapa ini sudah dapat terwujud. Hal ini kata Jro Bandesa Made Wijaya sesuai arahan Presiden, Gubernur dan Bupati, bahwa kepedulian kepada lingkungan harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan mewujudkan Indonesia ASRI.
“Kegiatan ini juga kami maksudkan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, sebagai momentum kami selaku generasi penerus sekaligus pengayah di desa adat bersama PKK, prajuru, para pengusaha yang ada serta berbagai institusi juga telah ikut mambantu kegiatan ini,”ungkapnya.
Dipilihnya pohon kelapa lanjut Made Wijaya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Badung, selain memiliki nilai eksotik karena pohon kelapa juga memiliki manfaat luar biasa termasuk sebagai sarana keagamaan baik buah maupun daunnya. Penanaman pohon kelapa di pesisir Pantai Tanjung Benoa akan dilakukan secara bertahap untuk menunjang Desa Adat Tanjung Benoa sebagai Kawasan Wisata Bahari yang telah dikenal di dunia.
“Pohon kelapa sangat cocok untuk ditanam di pesisir. Dan, nantinya akan dipelihara oleh masing -masing perusahaan yang ada di Tanjung Benoa,”jelasnya.
Seiring dengan penyusunan rancangan pararem khususnya berkaitan dengan batas wilayah serta kegiatan -kegiatan konservasi satwa penyu termasuk larangan disertai sanksi merupakan upaya Desa Adat Tanjung Benoa yang konsisten peduli dan menjaga ekosistem.
Sesuai pemetaan yang dibuat, Desa Adat Tanjung Benoa juga sedang menyusun pararem desa adat agar tahun 2027 mendatang sidah bisa diselesaikan sesuai arahan Majelis Desa Adat (MDA) Bali untuk melakukan pemetaan dan berkoordinasi dengan mengundang seluruh institusi yang dilaksakan di Pandawa Water Sport.
“Ini kami lakukan untuk menyelesaikan pararem Desa Adat Tanjung Benoa yang wajib diselesaikan dan dilaksanakan di tahun 2027,”tegasnya.
Tak hanya, itu pada Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 Desa Adat Tanjung Benoa juga akan melepas ratusan tukik di Pantai Timur pada sore hari.
“Kami akan buktikan, bahwa kami peduli. Dalam pararem kami juga merancang bahwa penyu maupun telurnya kami lindungi, termasuk pemanfaatan telur penyu untuk konsumsi kami tidak izinkan. Inilah pararem yang dibuat berdasarkan keputusan prajuru melalui parum agung yang dituangkan dan tidak terdapat dalam awig-awig dan harus dipahami,”pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut Desa Adat Tanjung Benoa juga melaksanakan penandatanganan naskah kerjasama dengan UPTD Tahura Ngurah Rai untuk menjaga keberlangsungan Mangrove.(kbh6)


