November 2, 2026
Kuliner Lifestyle

Lamuri Sanur, Merangkai Kisah Sumatera dan India Selatan Dalam Satu Meja Makan

Denpasar – kabarbalihits

Kawasan Sanur, Denpasar, kembali menawarkan pengalaman kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Berlokasi di Jalan Danau Tamblingan Nomor 49, Lamuri South Indian & Sumatran Cuisine menghadirkan perpaduan kekayaan kuliner India Selatan dan Sumatera, dengan mengangkat jejak sejarah panjang hubungan budaya kedua wilayah tersebut.

Bukan sekadar menyajikan hidangan dari dua tradisi kuliner berbeda, Lamuri membawa cerita tentang perjalanan rempah, teknik memasak, dan pertukaran budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Nama Lamuri sendiri merujuk pada wilayah bersejarah di ujung utara Sumatera, yang dalam penuturan Aman Lakhiani, owner sekaligus Executive Chef Lamuri, memiliki keterkaitan dengan jalur awal masuknya pengaruh India ke Nusantara.

Melalui konsep tersebut, Lamuri ingin memperkenalkan kembali hubungan historis India dan Indonesia melalui sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni makanan.

“Kami tidak ingin hanya menyebutnya sebagai restoran fusion India dan Indonesia. Makanan dan budaya dari kedua wilayah ini sudah saling memengaruhi sejak lama. Kami ingin menceritakan sejarah itu melalui hidangan yang kami sajikan,” ujar Aman Lakhiani, Kamis malam (22/10/2026).

Menurut Aman, perjalanan perdagangan dan interaksi masyarakat pada masa lalu turut membawa rempah, bahan pangan, serta teknik memasak dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Jejak pertukaran tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang dikenal hingga sekarang.

Salah satu contohnya adalah penggunaan rempah dalam hidangan kari dan gulai, yang memperlihatkan bagaimana teknik memasak dan karakter bumbu berkembang melalui pertemuan berbagai tradisi kuliner.

Berbeda dari banyak restoran India yang lebih menonjolkan masakan India Utara, Lamuri memilih fokus pada karakter kuliner India Selatan yang kaya penggunaan kelapa, santan, daun kari, rempah-rempah, dan nasi.

Baca Juga :  Jasa Pulas Layangan Diburu Rare Angon

Di sisi lain, kekayaan kuliner Sumatera, khususnya Aceh dan Padang, turut menjadi bagian penting dari sajian restoran ini.

Sejumlah hidangan yang ditawarkan antara lain ayam bakar Padang, Chicken 65, Mutton Cola, serta kari kambing yang diracik menggunakan rempah-rempah Indonesia dan bahan-bahan yang terinspirasi dari India.

Kari kambing menjadi salah satu hidangan yang secara khusus dikembangkan untuk Lamuri. Sajian ini memadukan karakter rempah Nusantara dengan bahan dan teknik memasak India Selatan, menghadirkan cita rasa yang kaya sekaligus tetap mempertahankan identitas masing-masing tradisi kuliner.

“Kami menggunakan banyak kelapa, daun kari, dan rempah-rempah yang menjadi karakter masakan India Selatan maupun Sumatera. Setiap hidangan tetap memiliki identitasnya sendiri, tetapi ada cerita panjang yang menghubungkan keduanya,” jelas Aman.

Untuk menjaga kualitas sajian, Lamuri juga mengutamakan bahan-bahan segar yang tersedia secara lokal di Bali, sekaligus menggunakan bahan tertentu dari Sumatera dan India Selatan untuk mempertahankan karakter rasa yang ingin dihadirkan.

Meski berlokasi di kawasan wisata Sanur, Lamuri tidak hanya menyasar wisatawan mancanegara dan ekspatriat yang telah akrab dengan masakan India.

Aman justru ingin menjadikan masyarakat lokal sebagai salah satu pasar utama, terutama mereka yang ingin mengenal lebih jauh karakter masakan India Selatan.

Menurutnya, masih banyak orang yang lebih familiar dengan hidangan India Utara, seperti naan dan butter chicken. Padahal, tradisi kuliner India Selatan menawarkan ragam hidangan berbeda, termasuk dosa, sajian berbasis nasi, serta makanan dengan penggunaan santan dan rempah yang cukup kuat.

Melalui Lamuri, masyarakat Bali dan wisatawan domestik diharapkan dapat menemukan pengalaman bersantap yang berbeda, sekaligus mengenal hubungan kuliner India dan Indonesia dari perspektif sejarah.

Baca Juga :  Tanaman Karnivora Mulai Dilirik Sebagai Pembasmi Serangga

Pengalaman di Lamuri tidak berhenti pada hidangan di atas meja. Restoran ini juga menghadirkan unsur budaya Sumatera sebagai bagian dari suasana bersantap.

Salah satunya melalui pertunjukan Tari Piring, tarian tradisional Minangkabau dari Sumatera Barat yang identik dengan gerakan dinamis dan penggunaan piring sebagai properti utama.

Tari Piring menghadirkan semangat perayaan, energi, dan kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Sumatera kepada pengunjung.

Konsep tersebut sejalan dengan filosofi Lamuri yang menempatkan makanan sebagai bagian dari pengalaman budaya, bukan semata-mata aktivitas untuk menikmati hidangan.

Sebagai pelengkap pengalaman kuliner, pengunjung juga dapat menikmati pilihan minuman yang terinspirasi dari India dan Indonesia, seperti teh masala, lassi atau minuman berbahan dasar yoghurt, serta soda jeruk nipis dengan biji selasih.

Ada pula podi, campuran rempah khas India Selatan yang kerap disebut sebagai gunpowder spice. Bumbu ini secara tradisional dinikmati bersama nasi, idli, atau dosa dengan tambahan ghee maupun minyak. Cita rasanya gurih dan aromatik, menjadi salah satu elemen yang memperkaya pengalaman mengenal kuliner India Selatan.

Lamuri beroperasi setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 11.30 hingga 22.00 WITA, dengan kapasitas sekitar 80 pengunjung. Restoran ini saat ini berfokus melayani pasar di Bali.

Bagi Aman, membangun Lamuri bukan hanya tentang menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga membuka ruang bagi pengunjung untuk memahami kedekatan sejarah dan budaya India dengan Indonesia.

Melalui sajian yang berakar pada tradisi India Selatan dan Sumatera, Lamuri menawarkan perjalanan rasa yang mempertemukan rempah, teknik memasak, serta cerita lintas wilayah dalam suasana bersantap yang hangat.

“Kami ingin menjelaskan sejarah Indonesia dan India. Sebenarnya, hubungan kita jauh lebih dekat daripada yang terlihat,” tutup Aman.

Baca Juga :  Sila Coffee, Tongkrongan Asik Bagi Penikmat Kopi

Kehadiran Lamuri di Sanur pun menambah pilihan wisata kuliner di Bali, terutama bagi pencinta makanan yang ingin mencoba cita rasa berbeda sekaligus mengenal kisah budaya di balik setiap hidangan. (kbh1)

Related Posts