Pascasarjana Unwar Kian Diminati, 666 Calon Mahasiswa Berebut Kursi di 10 Program Magister dan Doktor Hukum
Denpasar-kabarbalihits
Melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral kini semakin menjadi pilihan masyarakat untuk memperkuat kompetensi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut tercermin dari tingginya animo masyarakat terhadap program pendidikan Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar).
Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa kembali menggelar Tes Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) pada Rabu (12/8/2026). Sebanyak 666 calon mahasiswa tercatat mendaftar untuk mengikuti proses seleksi pada 10 program studi, yang terdiri atas sembilan program magister dan satu program doktor, yakni Program Doktor Hukum.
Sembilan program magister tersebut meliputi Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Linguistik, Magister Administrasi Publik, Magister Kenotariatan, Magister Sains Pertanian, Magister Rekayasa Ilmu Lingkungan, Magister Akuntansi, dan Magister Biomedis, serta Program Doktor Hukum.
Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 374 peserta mengikuti tes pada tahap penerimaan kali ini. Untuk program magister, proses seleksi meliputi tes tertulis dan wawancara. Sebagian besar pelaksanaan tes dilakukan secara daring, sedangkan Program Magister Kenotariatan melaksanakan tes secara luring.
Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan dan apresiasi masyarakat terhadap keberadaan program studi di Fakultas Pascasarjana Unwar.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Dari 666 pendaftar, sebanyak 374 peserta mengikuti ujian pada hari ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S2 dan S3 di Universitas Warmadewa,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari komitmen Unwar dalam menjaga kualitas pendidikan. Terlebih, Universitas Warmadewa telah memperoleh akreditasi unggul, sementara sebanyak 5 program studi di Fakultas Pascasarjana juga telah meraih predikat akreditasi unggul.
Kondisi tersebut, kata Prof. Mahendrawati, menjadi gambaran bahwa proses pembelajaran, kualitas tenaga pengajar, serta tata kelola pendidikan di Fakultas Pascasarjana Unwar terus diarahkan untuk memenuhi standar mutu pendidikan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat. Akreditasi unggul yang dimiliki universitas dan program studi menjadi salah satu bukti komitmen kami dalam menjaga kualitas dan mutu pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, untuk Program Doktor Hukum, proses seleksi dilakukan melalui Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA), Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI), serta wawancara. Sebanyak 21 peserta mengikuti seleksi untuk jenjang doktor tersebut. Tes TKDA dan TKBI dilaksanakan secara hybrid, sementara wawancara dijadwalkan pada 14 Agustus 2026 dan juga dilaksanakan secara hybrid.
Mahendrawati menegaskan, proses seleksi dilakukan secara maksimal untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kemampuan akademik dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pendidikan magister maupun doktoral. “Kami ingin mahasiswa baru yang diterima benar-benar memiliki kualitas akademik yang baik. Karena itu, seluruh hasil tes akan menjadi bagian penting dalam proses seleksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Fakultas Pascasarjana Unwar tidak hanya membuka kesempatan bagi masyarakat Bali. Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat calon mahasiswa dari luar negeri.
Menariknya, kesempatan untuk bergabung dengan Fakultas Pascasarjana Unwar masih terbuka. Penerimaan mahasiswa baru tetap berlangsung hingga September 2026, sehingga masyarakat yang belum sempat mengikuti tes pada tahap ini masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri.
“Mulai besok kami masih membuka penerimaan bagi masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikan di program magister maupun Doktor Hukum. Kami terbuka bagi masyarakat dari Bali, luar Bali, bahkan dari luar negeri,” ungkapnya.
Menurut Mahendrawati, keterbukaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab Fakultas Pascasarjana Unwar dalam memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Mewakili Rektor Universitas Warmadewa, Wakil Rektor Bidang Keuangan, SDM, dan Operasional Unwar, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap tingginya kepercayaan masyarakat kepada Unwar.
Ia menegaskan, Universitas Warmadewa terus membuka diri bagi masyarakat dari berbagai daerah, baik Bali, seluruh Indonesia, maupun calon mahasiswa dari luar negeri untuk melanjutkan pendidikan di berbagai jenjang.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang mempercayai Universitas Warmadewa untuk melanjutkan studi, baik S1, S2 maupun S3. Kami tetap terbuka bagi masyarakat dari manapun untuk meningkatkan disiplin keilmuannya di Universitas Warmadewa,” katanya.
Menurutnya, jumlah pendaftar Pascasarjana yang mencapai 666 orang menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih sangat besar. Ia optimis angka tersebut akan terus mengalami peningkatan.
Tingginya minat masyarakat juga terlihat pada penerimaan mahasiswa jenjang sarjana. Sejumlah program studi S1 bahkan telah menutup penerimaan karena jumlah pendaftar telah melampaui daya tampung.
Meski demikian, Unwar tetap menjaga keseimbangan antara jumlah mahasiswa, daya tampung, dan ketersediaan dosen. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan jumlah mahasiswa tetap sejalan dengan kualitas proses pembelajaran. “Kami tetap menjaga keseimbangan antara daya tampung dengan jumlah dosen dan rasio mahasiswa. Harapannya, Universitas Warmadewa ke depan tetap menjadi pilihan terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi,” ujarnya.
Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., juga mengapresiasi tingginya jumlah calon mahasiswa yang mengikuti proses penerimaan.
Ia berharap seluruh peserta nantinya dapat mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan dan kuota masing-masing program studi. Khusus untuk Program Doktor Hukum, tingginya minat peserta dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan pendidikan doktoral di Universitas Warmadewa.
“Ini menandakan bahwa Universitas Warmadewa masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi, dan berkolaborasi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Bagi masyarakat yang masih memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun Doktor Hukum, Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa masih membuka kesempatan pendaftaran hingga September 2026.(kbh2)


