November 6, 2026
Seni Budaya

838 KK, di Desa Adat Tanjung Benoa Digelontor Daging Ayam dan Uang Bumbu Jelang Galungan

Badung – kabarbalihits

Bertepatan dengan Hari Penyajaan Galungan Senin 15 Juni 2026, Desa Adat Tanjung Benoa kecamatan Kuta Selatan kembali membagikan daging ayam dan uang bumbu menyambut Hari Raya Galungan.

Sebanyak 838 kepala kelurga (KK) di empat banjar digelontor masing -masing 2 ekor ayam dan uang bumbu Rp 100 ribu.

Program rutin inisiasi Jero Bandesa Made Wijaya ini, untuk membantu dan meringankan krama ditengah kebutuhan dan lonjakan harga yang meningkat seperti sekarang ini.

Adapun pembagian daging ayam dan uang bumbu diawali dengan parum krama di masing -masing banjar.

Bandesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya mengatakan pembagian daging ayam dan uang bumbu ini merupakan hasil kolaborasi desa adat bersama LPD Desa Adat Tanjung Benoa dalam upaya membantu meringankan krama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan daging.

“Hari ini selaku Bandesa Adat Tanjung Benoa mewakili prajuru,atas asung kertha wara nugraha kami dapat membagikan bantuan 2 ekor daging ayam dan uang bumbu Rp 100 ribu yang rutin kami lakukan setiap menjelang Hari Raya Galungan pada Penyajaan Galungan melalui parum di masing -masing banjar,”ungkapnya.

Made Wijaya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Badung ini menjelaskan uang bumbu Rp 100 ribu berasal dari desa adat dan dua ekor ayam dibagikan LPD untuk krama.

“Selaku bandesa titiang ngaturang suksma LPD sampun mersidayang mapaica majeng krama agung Desa Adat Tanjung Benoa. Dumogi Ida Sanghyang Widhi Wasa setata mapaica kerahyian lan kerahajengan ritatkala Hari Raya Galungan fan Kuningan,” harapnya.

Jro Yonda Sapaan populer Made Wijaya juga berharap, program mulia ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan sehingga kesejahteraan krama yang semakin meningkat dapat diwujudkan.

Sekretaris LPD Desa Adat Tanjung Benoa, Ni Luh Raka Wiratna didampingi beberapa pengurus menjelaskan, pemberian daging ayam menjelang Hari Raya Galungan telah berjalan rutin dilakukan sebagai wujud program komitmen mensejahterakan masyarakat khususnya warga ‘Gegem”.

“Mudah -mudahan pada Hari Raya Galungan yang akan datang bantuan ini dapat kami tingkatkan. Bantuan ini merupakan program dari Desa Adat yang wajib kami jalankan untuk membantu krama,”ungkapnya.

Adapun anggaran untuk pengadaan daging ayam utuk dibagikan kepada krama di 4 Banjar yang ada di Desa Adat Tanjung Beno sebesar Rp 98 juta.
“Hal ini sudah masuk pada rencana kerja setiap 6 bulan untuk oengadaan daging ayam,” tegasnya.

Sebagai tambahan informasi, Desa Adat Tanjung Benoa dibawah kepemimpinan Jro Bandesa Made Wijaya, juga telah mewujudkan berbagai program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh krama di empat banjar yang ada di desa adat tersebut.

Diantaranya program santunan kematian (kelayu sekar) dengan pemberian bantuan Rp 15 juta berupa banten upakara. Sebagai program pemberdayaa masyarakat sekaligus
pelestarian adat, agama dan trasdisi,
sarana bebantenan tersebut dikerjakan oleh srati di desa adat sebagai wujud pemberdayaan dan pelestarian adat, agama dan trasdisi.

Selain itu program ngaben massal setiap tiga tahun juga desa adat juga sudah membantu dengan pengucuran dana. Bahkan yang lebih menarik, saat Parum Agung Galungan krama juga diberikan uang kehadiran masing -masing Rp 200 ribu. (kbh6)

Related Posts