November 3, 2026
Daerah

Parum Agung Desa Adat Tanjung Benoa Tetapkan 11 Kebijakan Strategis Optimalisasi Potensi

Badung – kabarbalihits

Parum Agung Desa Adat Tanjung Benoa dilaksanakan Senin malam 15 Juni 2026 tepat pada Hari Penyajaan Galungan.

Hal ini juga mengawali perubahan pelaksanaan forum tertinggi Krama Desa Adat Tanjung Benoa dalam pertanggungjawaban keuangam maupun pengambilan keputusan strategis, sebab Parum Agung sebelumnya dilaksanakan di Hari Raya Galungan pada malam harinya.

Tak hanya itu Parum Agung Desa Adat Tanjung Benoa semakin menarik dengan pergeseran lokasi yang sebelumnya menggunakan bale banjar kini Parum Agung dilaksanakan di alam terbuka tepatnya di Area Pelaba Pura Dalem Ning dan Pura Taman Sari Desa Adat Tanjung Benoa lengkap dengan kusi dan meja bagi krama peserta parum agung.

Parum yang dipimpin langsung Bandesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya juga menetapkan 11 kebijakan maupun Keputusan strategis yang telah mendapat persetujuan krama agung, mulai dari penggalian dan optimalisasi potensi hingga komitmen mendukung dan menyukseskan program pemerintah untuk penangan sampah.

Jro Bandesa Made Wijaya menyampaikan Parum Agung Desa Adat Tanjung Benoa yang dilakanakan pada Hari Penyajaan Galungan telah mendapat persetujuan krama, sebab sebelumnya Parum Agung berlangsung tepat di Hari Raya Galungan pada malam harinya.

“Hal ini kami lakukan bersama prajuru desa adat, agar pelaksanaan pada Hari Raya Galungan benar -benar hening tidak ada lagi kegiatan selain merayakan Rahina Suci Galungan,”ungkapnya.

Jro Yonda sapaan populer Made Wijaya juga menyatakan rasa syukur dan berbahagia karena dalam Parum Agung Ini telah diambil kebijakan dan keputusan dengan sebelumnya memohon kesepakatan krama Agung Desa Adat Tanjung Benoa. “Adapun 11 keputusan telah diambil dan disetujui oleh krama. Begitu juga dengan kehadiran krama yang mencapai 9,9 persen ini sangat luar biasa. Lokasi parum agung di alam terbuka yang merupakan padruwen desa adat,”bebernya.

Baca Juga :  Bupati Adi Arnawa Launching Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah

Made Wijaya yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Badung kembali menegaskan 11 keputusan strategis yang telah diambil dalam parum agung merupakan upaya pihaknya selaku bandesa untuk meningkatkan kebahagian krama melalui penggalian dan potensi yang ada sehingga menjadi pendapatan desa adat yang selanjutnya dikembalikan kepada krama. “Terkait program pemerintah termasuk dukungan desa adat dalam penanganan sampah sidah dikemas dalam kebijakan dan keputusan. Hal ini sesuai waig – awig di Desa Adat Tanjung Benoa yang menyatakan Jro Bandesa sebagai pemucuk desa saat mengambil keputusan maupun kebijakan dalam 6 bulan wajib mendapat legitimasi dalam parum agung,”tegasnya.

Seusai parum agung, Krama Desa Adat Tanjung Benoa yang berasal dari empat banjar ini mendapatkan uang kehadiran Rp 200 ribu .Selain itu banjar dengan kehadiran krama terbanyak pada parum agung juga mendapatkan uang tunai jutaan rupiah sebagai motivasi desa adat kepada krama banjar.kbh6.

Related Posts