
Unwar Lepas 53 Mahasiswa KKN PMM Nasional 2026, Perluas Pengabdian hingga Nusa Tenggara Timur
Denpasar-kabarbalihits
Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter kebangsaan dan pengabdian masyarakat melalui pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata Pertukaran Mahasiswa Merdeka (KKN PMM) Nasional Periode II Tahun 2026. Sebanyak 53 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dilepas dalam acara yang berlangsung di Ruang Laboratorium Manajemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwar, Senin (15/6/2026).
Program KKN PMM Nasional tahun ini merupakan kolaborasi antara Universitas Warmadewa dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah lokasi pengabdian, yakni Desa Gunung Kidul di Yogyakarta, Desa Bebandem dan Desa Sibetan di Bali, serta tiga lokasi baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Desa Macang Tanggar dan Desa Warloka Pesisir di Kabupaten Manggarai Barat, serta Desa Oesao di Kupang Timur.
Ketua Panitia KKN PMM Nasional 2026, Dr. Desak Putu Oki Lestari, M.Biomed., Sp.PA, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu implementasi konsep Kampus Kebangsaan yang terus dikembangkan Universitas Warmadewa.
“Kolaborasi KKN PMM Nasional bersama UGM ini telah memasuki tahun ketiga. Tahun ini kami memperluas jangkauan pengabdian dengan menambah tiga lokasi baru di NTT. Peserta yang terlibat merupakan mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik dan berasal dari berbagai program studi sehingga memungkinkan terjadinya transfer ilmu, pengalaman, dan wawasan secara lintas disiplin,” ujarnya.
Menurutnya, tema dan konsep program yang dijalankan mahasiswa telah disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing desa. Salah satu fokus utama yang akan dikembangkan adalah konsep Smart Village (Desa Cerdas) melalui penerapan digitalisasi di berbagai sektor, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Ketua Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Unwar, Dr. Partiwi Dwi Astuti, S.E., M.Si., Ak., CA mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Universitas Warmadewa melibatkan lebih dari 1.300 mahasiswa dalam berbagai skema KKN yang tersedia.
“Tahun ini mahasiswa dapat memilih beberapa jenis KKN, antara lain KKN Literasi dan Inklusi Keuangan (LIK) bersama OJK Bali, KKN Lingkungan dan Kehutanan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, KKN Pajak bersama Direktorat Jenderal Pajak, KKN Nasional kolaborasi dengan UGM dan pemerintah daerah, serta KKN Reguler,” jelasnya.
Ia menambahkan, penambahan lokasi di NTT dilakukan berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan tim DPPM Unwar. Sementara itu, lokasi yang telah menjadi mitra pada periode sebelumnya, seperti Gunung Kidul, Bebandem, dan Sibetan, tetap dipertahankan karena dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan kehadiran mahasiswa Unwar dan UGM memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu program yang berhasil adalah peningkatan kesuburan tanah yang berdampak pada meningkatnya hasil panen petani. Ini membuktikan bahwa program mahasiswa mampu memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan desa,” katanya.
Untuk mendukung keberhasilan program, penempatan dosen pembimbing lapangan juga disesuaikan dengan karakteristik desa dan bidang keahlian masing-masing dosen. Dengan demikian, program kerja yang disusun mahasiswa diharapkan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang terpilih mengikuti KKN PMM Nasional Periode II Tahun 2026.
Menurutnya, perluasan lokasi KKN merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah kabupaten serta menyesuaikan program dengan sektor unggulan dan mata pencaharian masyarakat setempat.
“Kami berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata melalui program-program inovatif yang mengedepankan digitalisasi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pengembangan desa, tetapi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya dan berkembangnya UMKM berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan hasil evaluasi program sebelumnya sebagai landasan dalam menyusun kegiatan pengabdian yang lebih efektif. Ia mendorong sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing untuk menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh sivitas akademika.
“Jaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama menjalankan tugas di lokasi KKN. Jadilah duta Universitas Warmadewa yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan meninggalkan kesan positif di setiap desa pengabdian,” pesannya.
Melalui KKN PMM Nasional 2026, Universitas Warmadewa kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mendorong pembangunan masyarakat melalui pengabdian yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.(kbh2)


