November 6, 2026
Ekonomi

Resmikan Kantor Kas di Desa Kutuh, KSP Ngardi Rahayu Perkuat Ekspansi dan Bangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

Badung-kabarbalihits

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ngardi Rahayu kembali memperluas jangkauan pelayanannya dengan membuka kantor kas baru di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Peresmian kantor kas yang berlangsung pada Minggu (14/6) diawali dengan upacara pemlaspasan yang diikuti jajaran pengurus, pengawas, manajemen, serta staf koperasi, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda operasional resmi kantor tersebut.

Ketua KSP Ngardi Rahayu, I Made Suana, mengungkapkan bahwa kehadiran kantor kas di Desa Kutuh sejatinya tidak termasuk dalam rencana awal pengembangan koperasi. Gagasan tersebut lahir dari berbagai diskusi bersama pelaku gerakan koperasi di wilayah Kuta Selatan yang membahas masa depan pengelolaan koperasi agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan anggota.

“Awalnya kami sering berkumpul dan berdiskusi dengan beberapa gerakan koperasi di Kuta Selatan. Dari pertemuan-pertemuan sederhana itu muncul pemikiran bahwa KSP Ngardi Rahayu harus hadir lebih dekat dengan masyarakat Desa Kutuh. Ketika melihat lokasi ini memiliki potensi yang sangat baik, kami kemudian mulai melakukan komunikasi dengan pemilik lahan dan bangunan hingga akhirnya kantor kas ini dapat terwujud,” ujarnya.

Menurut Suana, keberhasilan pembukaan kantor kas tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemilik lahan dan bangunan hingga seluruh tim internal koperasi yang bersama-sama mendukung proses pengembangannya. “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan semua pihak. Kehadiran kantor kas ini diharapkan mampu memberikan akses layanan keuangan yang lebih mudah dan lebih dekat kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager KSP Ngardi Rahayu Bali, I Putu Candra Satryastina, S.Pd.H., M.Pd., menjelaskan bahwa pembukaan kantor kas baru merupakan bagian dari strategi ekspansi yang telah direncanakan dalam program kerja koperasi. Ia mengungkapkan, perkembangan KSP Ngardi Rahayu dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2021 aset koperasi masih berada di kisaran Rp17 miliar, kini telah meningkat menjadi sekitar Rp107 miliar.

“Selain pertumbuhan aset, kami juga berhasil menurunkan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari 43 persen menjadi hanya 0,1 persen dalam kurun waktu lima tahun. Ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kolaborasi seluruh pengurus, pengawas, manajemen, dan tentunya anggota koperasi,” jelasnya.

Saat ini, KSP Ngardi Rahayu memiliki total 2.353 anggota. Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan saat koperasi masih berbasis komunitas banjar dengan anggota sekitar 500 orang. Kini koperasi telah membuka diri untuk masyarakat umum dan terus berupaya memperluas manfaat bagi masyarakat.

Menurut Candra, ke depan KSP Ngardi Rahayu tidak hanya fokus pada layanan simpan pinjam, tetapi juga membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi melalui anak perusahaan PT Satya Ngardi Rahayu atau PT Sangayu. “Kami ingin koperasi menjadi kekuatan nyata ekonomi kerakyatan. Karena itu kami membangun ekosistem yang lebih luas, tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam. Walaupun ada batasan regulasi, masih banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan melalui anak perusahaan,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berupaya meningkatkan citra koperasi agar tidak lagi dipandang sebagai lembaga tradisional yang tertinggal. KSP Ngardi Rahayu ingin menjadi model koperasi modern yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah produk unggulan Sanga Plus (Simpanan Anggota Plus). Program ini dirancang sebagai sarana penguatan modal anggota sekaligus memberikan perlindungan sosial melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program tersebut, anggota akan memperoleh manfaat santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, KSP Ngardi Rahayu juga mengintegrasikan layanan tersebut dengan ekosistem usaha PT Sangayu yang bergerak di bidang penyediaan piranti upacara.

“Ketika anggota meninggal dunia, selain memperoleh santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, kebutuhan sarana upacara mulai dari banten hingga bade juga dapat kami bantu siapkan. Program ini hadir karena kami melihat masih banyak masyarakat yang belum memiliki dana darurat untuk menghadapi risiko kematian,” jelas Candra.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Sangayu, I Made Warmana, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan anggota koperasi melalui berbagai sektor usaha produktif. Menurutnya, PT Sangayu dibentuk sebagai pelengkap kegiatan koperasi yang secara regulasi berfokus pada usaha simpan pinjam. Saat ini perusahaan telah menjalankan beberapa unit usaha, termasuk penyediaan piranti upacara serta distribusi kebutuhan pokok.

“Kami juga telah bekerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung dalam penjualan beras dan berbagai bahan kebutuhan pokok lainnya. Namun kami memiliki komitmen untuk tidak mematikan UMKM yang sudah ada. Justru kami ingin berkolaborasi dan membantu UMKM memperoleh akses barang dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Warmana.

Dengan diresmikannya kantor kas baru di Desa Kutuh, KSP Ngardi Rahayu optimistis dapat memperluas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui sinergi antara koperasi dan anak perusahaan yang dimiliki, KSP Ngardi Rahayu menargetkan terciptanya ekosistem usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan.(kbh2)

Related Posts