
Gejala Tumor Otak Sering Diabaikan, Dokter Ingatkan Tanda Awal dan Pentingnya Deteksi Dini
Badung – kabarbalihits
Keluhan umum seperti sakit kepala, mual, hingga gangguan penglihatan kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Namun, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius seperti tumor otak, terutama bila muncul berulang, semakin sering, dan makin berat dari waktu ke waktu.
Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kasih Ibu Hospital Kedonganan, Senin (20/4/2026) yang melibatkan awak media untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait tumor otak.
FGD menghadirkan narasumber dr. Steven Awyono, Sp.BS, FTO, dokter spesialis bedah saraf, yang menegaskan bahwa sakit kepala yang berubah pola tidak boleh diabaikan.
“kalau sakit kepala semakin sering, berbeda dari biasanya, atau disertai gangguan saraf seperti mual, penglihatan kabur, hingga kelemahan anggota tubuh, itu harus segera diperiksa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tumor otak sering disebut penyakit “silent” karena pada tahap awal kerap tidak bergejala jelas. Gejala baru muncul ketika tumor sudah membesar atau mulai menekan bagian penting otak.
Menurutnya, penegakan diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan neurologis, CT Scan, MRI, PET scan, hingga biopsi untuk menentukan apakah tumor bersifat jinak atau ganas. Penanganan kemudian disesuaikan dengan jenis, lokasi, dan ukuran tumor, mulai dari obat-obatan, operasi, radioterapi, hingga kemoterapi.
dr. Steven menambahkan bahwa tumor otak menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan bedah saraf setelah trauma. Gejala paling sering diabaikan adalah sakit kepala ringan yang kerap hilang dengan obat warung.
“karena obatnya mudah didapat, banyak pasien menunda pemeriksaan. Padahal tidak semua sakit kepala itu biasa,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tindakan operasi tumor otak termasuk kompleks dan dapat berlangsung lebih dari enam jam, serta umumnya membutuhkan perawatan intensif di ICU pascaoperasi.
Sementara itu, Direktur Kasih Ibu Hospital Kedonganan, dr. Ni Putu Ayu Utari Laksmi menyampaikan, FGD ini merupakan serangkaian HUT ke 19 Kasih Ibu Hospital Kedonganan yang turut dihadiri oleh Kepala Divisi pelayanan medis. dr. I Gede Rama Pradnyana, Kepala Divisi Umum, keuangan & SDM dr. A. A Ngurah Yudi.
Dipilihnya FGD bertajuk ‘Meningkatkan Literasi Publik Tentang Tumor Otak’ karena dipandang masalah ini memiliki dampak besar terhadap fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien, sehingga pentingnya edukasi terhadap masyarakat awam.
“tumor otak ini unik, penyebabnya belum sepenuhnya diketahui sehingga pencegahan spesifik masih sulit. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami deteksi awal dan penanganannya,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa meski tidak semua rumah sakit memiliki layanan bedah saraf, Kasih Ibu Hospital Kedonganan telah menyiapkan layanan tersebut lengkap dengan dukungan fasilitas dan tenaga medis spesialis.
Pihaknya menegaskan, deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kecacatan akibat keterlambatan penanganan. (kbh1)


