
Semangat Ngayah Generasi Muda, PMHD Unwar Persembahkan Wewalen Sakral di Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026
Denpasar-kabarbalihits
Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian adat, budaya, dan nilai spiritual Hindu di Bali. Melalui organisasi kemahasiswaannya, Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD), Unwar turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran dan kesakralan rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh yang digelar di Pura Agung Besakih pada Minggu (19/4).
Keterlibatan ini menjadi wujud nyata peran aktif perguruan tinggi dalam menjaga tradisi luhur Pulau Dewata. Tidak sekadar hadir, civitas akademika Unwar dari berbagai tingkatan, mulai universitas, fakultas hingga program studi turut ngayah dengan penuh semangat dan rasa bhakti. Kehadiran mereka menyatu dalam nuansa sakral, menghadirkan harmoni antara dunia pendidikan dan nilai-nilai spiritual. Dalam kesempatan tersebut, Unwar mempersembahkan Wewalen sebagai bentuk pengabdian suci.
Persembahan ini dibawakan dengan apik oleh sejumlah sekaa seni binaan kampus, di antaranya Sekaa Gong Gede, Sekaa Topeng, Sekaa Baris, dan Sekaa Rejang Sari. Penampilan mereka tidak hanya menjadi sajian seni budaya yang memukau, tetapi juga sarat makna spiritual sebagai ungkapan bhakti kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Besakih.
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa PMHD Unwar yang telah menjadikan momentum ini sebagai wadah untuk ngayah dan ngaturang bakti. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan adat dan keagamaan seperti ini merupakan implementasi nyata dari konsep Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Lebih lanjut, rektor menegaskan bahwa partisipasi dalam Karya Ida Bhatara Turun Kabeh juga mencerminkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam, yang mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga. Nilai ini, menurutnya, menjadi landasan penting dalam membangun karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial. “Melalui momen ini, Warmadewa diberikan kesempatan untuk hadir bersama-sama dalam suasana penuh makna. Kami mempersembahkan sesolahan yang memang diperuntukkan bagi rangkaian karya tahun 2026 ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ngayah ini tidak hanya terfokus di Besakih, tetapi juga dirangkaikan dengan pujawali di Pura Ulun Danu Batur sebelumnya. Rangkaian kegiatan ini diharapkan membawa berkah serta kerahayuan bagi seluruh civitas akademika Unwar. Di sisi lain, momentum spiritual ini juga menjadi doa bersama bagi kemajuan institusi. Universitas Warmadewa saat ini tengah memasuki fase penting dalam penerimaan mahasiswa baru, sekaligus berupaya mencapai target visi menjadi perguruan tinggi bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global pada tahun 2034.
Ketua Umum PMHD Universitas Warmadewa, I Wayan Nanda Wira Setiawan, menjelaskan bahwa lebih dari 100 mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan ngayah kali ini. Mereka mempersembahkan berbagai bentuk kesenian sakral seperti tetabuhan Gong Gede, Tari Rejang Sari, Baris Gede, serta Tari Topeng Wali.
Selain itu, PMHD Unwar juga telah lebih dahulu melaksanakan ngayah di Pura Ulun Danu Batur pada 11 April 2026, dengan menampilkan Gong Kebyar dan Topeng Wali. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata rasa syukur kepada Sang Pencipta, sekaligus harapan untuk memperoleh kerahayuan dan keselamatan bagi semua pihak.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Bali tetap berakar kuat pada tradisi dan nilai-nilai spiritual. Universitas Warmadewa, melalui PMHD, tidak hanya mencetak lulusan berkualitas secara akademik, tetapi juga insan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya dan keharmonisan hidup.
Dengan semangat ngayah yang tulus, kehadiran mahasiswa Unwar di tengah rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh menjadi simbol sinergi antara pendidikan dan budaya, yakni sebuah warisan yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.(kbh2)


