
WNA Asal Belanda Tewas Ditusuk di Kerobokan, Polisi Periksa 5 Saksi dan Kejar Pelaku
Badung-kabarbalihits
Kasus tewasnya seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial RP (49) yang diduga menjadi korban penusukan oleh dua orang tak dikenal di kawasan Kuta Utara, Badung menjadi atensi Polres Badung.
Peristiwa tersebut terjadi di Villa Amira No.1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, pada Senin malam (23/3/2026). Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai keterangan saksi serta bukti di lapangan guna mengungkap motif pembunuhan.
“Untuk motif dalam perkara ini kami masih melakukan pendalaman dari keterangan para saksi dan hasil penyelidikan di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga berjumlah dua orang. Namun, polisi belum dapat memastikan apakah keduanya merupakan WNA atau warga lokal.
“Untuk ciri-ciri pelaku, apakah warga negara asing atau lokal, masih kami dalami,” jelasnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan koordinasi dengan pihak rumah sakit, korban meninggal akibat luka yang ditimbulkan benda tajam, diduga pisau.
Kapolres mengungkapkan, saat kejadian korban sedang bersama seorang teman dekatnya. Keduanya sempat berjalan keluar vila untuk mengecek token listrik di ujung jalan, sebelum akhirnya kembali ke depan Villa Amira No.1, lokasi penyerangan terjadi.
“Prosesnya sangat cepat dan tidak terduga,” katanya.
Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya percakapan atau interaksi antara korban dan pelaku sebelum kejadian, termasuk melalui rekaman CCTV. Namun, keterbatasan kamera pengawas di sekitar TKP menjadi kendala.
“CCTV di sekitar lokasi kejadian sangat minim, yang ada hanya mengarah ke TKP dari ujung gang,” ungkapnya.
Selain itu, latar belakang aktivitas korban selama tinggal di Bali turut didalami. Diketahui, korban telah beberapa kali datang ke Bali sejak 2022 dan menetap sejak 2024, dengan aktivitas yang diduga berkaitan dengan usaha atau bisnis.
“Kami masih mendalami keterkaitan usaha atau bisnis korban, apakah di bidang properti atau lainnya,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan konsulat terkait identitas korban, serta terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi belum dapat memastikan apakah pelaku masih berada di Bali atau telah keluar dari wilayah Indonesia.
Dalam pengungkapan kasus ini, Polres Badung mengerahkan tim terpadu dan mengedepankan metode scientific crime investigation, didukung keterangan saksi serta bukti elektronik.
“Kami berharap pelaku masih berada di Indonesia sehingga bisa segera kami amankan,” tegas Kapolres.
Sementara itu, polisi memastikan akan memberikan perlindungan kepada para saksi yang membantu proses pengungkapan kasus ini. (kbh1)


