March 5, 2021
Kriminal

Operasi Antik Polda Bali, Tangkap 72 Tersangka Narkoba

Denpasar – kabarbalihitsa

Direktorat Resnarkoba Polda Bali mengungkap 64 kasus narkoba berbagai jenis selama operasi Antik Agung 2021 dari tanggal 4 sampai dengan 19 Februari 2021. Dari 64 kasus tersebut, ada 72 tersangka yang ditangkap dengan berbagai peran, seperti pengedar dan pengguna.

Dalam jumpa pers, Selasa (23/2/2021), Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Mochamad Khozin menerangkan, pengungkapan puluhan kasus narkoba tersebut merupakan hasil Operasi Antik Agung yang dilakukan mulai dari tanggal 4 sampai dengan 19 Februari 2021.

“Dalam Operasi Antik Agung ini kami menargetkan 31 Target Operasi untuk ditangkap, dan itu tercapai semua,”ungkapnya.

Selain 31 target operasi, Polda Bali juga berhasil mengungkap 33 kasus non-TO. Dari 72 tersangka yang ditangkap oleh Polda Bali dan jajaran Polres se-Bali, terdiri dari 31 tersangka TO dan 41 tersangka non-TO dimana terdiri dari WNI 68 orang, WNA 5 orang yaitu laki-laki 67 orang, dan perempuan 5 orang.

Dari 72 tersangka, terdapat 30 orang lokal Bali dan 38 orang luar Bali dan 4 orang warga negara asing (WNA) asal Itali, Prancis, Swiss dan Rusia. Dari semua Polresta dan Polres se-Bali, Polresta Denpasar paling menonjol dalam mengungkap kasus narkoba.

“Ada 72 tersangka yang ditangkap terdiri atas 68 WNI dan empat warga negara asing. Mereka diamankan dengan barang bukti narkoba berbagai jenis,” tegasnya.

Baca Juga :  Situasi Pandemi, Pelaku Judi Tajen Diamankan Polda Bali 

Ditambahkannya untuk barang bukti yang disita cukup banyak pada Operasi Antik Agung dari tanggal 4 sampai dengan 19 Februari 2021.

“Jumlah barang bukti terdiri atas Ganja 884,78 gram, Shabu 417,29 gram, Extacy 125,78 gram dan 12 butir, Cocaine 12,82 gram, Tembakau gorila 57,47 gram, Heroin 1,31 gram, Hasish 0,73 gram, Khetamine 6,79 gram, LSD 0,30 gram dan Pil erimin 100 butir serta uang sebesar Rp. 290,” jelasnya.

Para tersangka yang ditangkap ini memiliki berbagai peran dan modus dalam mengedarkan barang haram tersebut. “Lebih banyak 60 persen pengedar kemudian 40 persen pemakai dilihat dari data yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh para penyidik,” tutur Direktur Resnarkoba Polda Bali. (r)

Related Posts