
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Penculikan WNA Ukraina di Bal
Denpasar-kabarbalihits
Polda Bali telah menerima laporan dan memeriksa sedikitnya 10 orang saksi terkait kasus dugaan penculikan terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina bernama Ihor Komarav (28).

Keterangan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, di Mapolda Bali, di sela rilis Operasi Sikat Agung 2026, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, laporan dugaan penculikan tersebut awalnya disampaikan oleh rekan korban pada Minggu malam (15/2/2026) di Polsek Kuta Selatan. Saat ini, penyelidikan dilakukan oleh tim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan dan dibackup Polda Bali.
“Sejak hari laporan diterima, tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah penyelidikan, mengumpulkan alat bukti, dan berbagai keterangan lainnya. Intinya, tim sudah bekerja dan mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kasus ini bisa terungkap,” ujar Ariasandy.
Menurutnya, korban diketahui sedang berlibur di Bali berdasarkan visa yang dimilikinya. Hingga kini, sekitar 10 saksi telah diperiksa dan sejumlah barang bukti juga telah diamankan oleh penyidik.
“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mencari sumber-sumber yang valid agar kasus ini bisa segera terungkap dan pelaku dapat diamankan,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu siang (15/2/2026). Saat itu korban bersama dua rekannya mengendarai sepeda motor menuju kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Mereka bermaksud melatih salah satu rekannya mengendarai motor di jalan menanjak.
Namun ketika tiba di lokasi, pelapor yang berada di depan mengaku tidak lagi melihat kedua temannya di belakang. Tak lama kemudian, salah satu rekannya datang menghampiri dan memberitahu bahwa mereka diduga diserang oleh orang tak dikenal.
Pelapor bersama rekannya kemudian kembali ke lokasi kejadian, tetapi korban tidak ditemukan. Di lokasi hanya ditemukan beberapa barang milik korban, termasuk ponsel dan tas, yang kemudian diamankan oleh rekannya sebelum dilaporkan ke polisi sekitar pukul 22.30 Wita.
Selain itu, kepolisian juga tengah menelusuri video yang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sosok yang diduga korban dalam kondisi terluka dan meminta bantuan uang tebusan kepada keluarganya.
Terkait video tersebut, polisi masih mendalami apakah kasus ini berkaitan dengan kelompok kejahatan terorganisir, termasuk memastikan apakah video itu direkam di Bali atau tidak.
“Polresta sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV. Semua itu menjadi bahan bagi kami untuk mengidentifikasi pelaku,” pungkasnya. (kbh1)


