March 6, 2026
Daerah Pariwisata

Wayan Koster: Kunjungan Wisman ke Bali Capai Rekor 7,05 Juta, Infrastruktur Jadi Fokus Pembenahan

Denpasar-kabarbalihits

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali menunjukkan tren sangat positif sepanjang tahun 2025. Jumlah kunjungan wisman tercatat mencapai 7,05 juta orang, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Ungkapan tersebut disampaikan Gubernur Koster di sela-sela kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pasar Badung, Kota Denpasar, Jumat (13/2/2026).

Menurut Gubernur Koster, capaian tersebut meningkat sekitar 750 ribu kunjungan dibandingkan tahun 2024. Ia menilai tingginya angka kunjungan ini membuktikan bahwa sektor pariwisata Bali tetap kuat meskipun kerap muncul berbagai isu negatif di ruang publik.

“Walaupun sering diberitakan berbagai persoalan, faktanya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali justru meningkat dan mencapai angka tertinggi, yaitu 7,05 juta wisatawan,” ujarnya.

Gubernur Koster menegaskan sektor pariwisata memberikan kontribusi sangat besar terhadap perekonomian Bali, yakni mencapai 66 persen. Karena itu, pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas ekosistem pariwisata, khususnya pada sektor infrastruktur, transportasi, serta pengelolaan lingkungan.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diatasi, seperti persoalan kemacetan, pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, hingga perilaku wisatawan yang melanggar aturan.

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan bahwa dirinya telah memaparkan rencana pembangunan infrastruktur Bali untuk lima tahun ke depan kepada pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI. Dalam pertemuan tersebut, seluruh anggota komisi disebut memberikan dukungan penuh terhadap rencana percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

Ia menilai dukungan tersebut penting mengingat kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional sangat signifikan. Pada tahun 2024, devisa pariwisata Bali tercatat mencapai Rp167 triliun dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp312 triliun.

“Kontribusi Bali terhadap devisa nasional sangat besar. Namun, pembangunan infrastruktur selama ini belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan khusus daerah pariwisata seperti Bali,” jelasnya.

Baca Juga :  Potensi Besar Di Bali, Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali Selenggarakan Diklat Mua & Hair Do

Ditambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur harus segera dilakukan guna mengatasi kemacetan dan meningkatkan daya saing pariwisata Bali di tingkat global. Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah percepatan, kualitas pariwisata Bali berpotensi tertinggal dibanding negara pesaing di kawasan Asia Tenggara.

“Kita harus bergerak cepat sebelum kualitas pariwisata Bali menurun. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci menjaga daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia,” tegas Koster. (kbh1)

Related Posts