February 1, 2026
Daerah

Melaspas Pagar Korem 163/Wira Satya, Wujud Pelestarian Seni Budaya Bali di Lingkungan Militer

Denpasar-kabarbalihits

Nuansa sakral dan kental dengan nilai seni budaya Bali mewarnai pelaksanaan upacara Melaspas pagar bangunan Korem 163/Wira Satya yang berlangsung di Makorem 163/Wira Satya, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Rabu (28/1/2026).

Upacara Melaspas tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, jajaran Forkopimda Bali, serta seluruh anggota Korem 163/Wira Satya. Dimana prosesi Upacara Melaspas dipuput oleh Ratu Perande Siwa Gata Griya Peling dari Batubulan.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/Wira Satya, Mayor Inf Dewa Made Oka, menjelaskan bahwa Melaspas merupakan upacara penyucian secara niskala terhadap bangunan baru sebelum difungsikan.

“Tujuan Melaspas adalah membersihkan dan menyucikan bangunan agar memberikan ketenangan, kedamaian, serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bagi satuan maupun personel yang menggunakannya,” jelasnya.

Ia menerangkan, kata Melaspas berasal dari dua suku kata, yakni melas yang berarti memisahkan dan pas yang berarti cocok. Filosofinya menggambarkan unsur-unsur pembentuk bangunan—kayu, tanah, batu—yang disatukan menjadi satu kesatuan yang harmonis dan layak digunakan.

“Upacara ini tidak hanya dilakukan untuk rumah tinggal atau bangunan suci (pelinggih), tetapi juga umum dilaksanakan di gedung pemerintahan, gapura, pagar, hingga fasilitas militer di Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal,” ujarnya.

Dalam rangkaian peresmian pagar Korem 163/Wira Satya, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto bersama Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra turut melakukan penandatanganan prasasti.

Dalam sambutannya, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra menegaskan bahwa pembangunan pagar Korem merupakan wujud komitmen pribadi sekaligus institusional dalam menjaga kewibawaan dan keamanan satuan.

Baca Juga :  Bupati Dan Wakil Bupati Badung Terima Pin Alumni Kehormatan : Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Tata Kelola Pemerintahan Efektif

Ia mengenang bahwa pagar tersebut telah berdiri sejak dirinya masih duduk di bangku SMP, sehingga menurutnya menjadi tanggung jawab moral untuk menyelesaikan pembangunan pagar tersebut saat dipercaya menjabat sebagai Danrem.

“Pagar ini bukan hanya pembatas fisik, tetapi juga simbol kewibawaan, keamanan Korem, sekaligus simbol keamanan wilayah Bali secara keseluruhan,” tegasnya.

Danrem menyampaikan bahwa pembangunan tahap awal difokuskan pada pagar utama, sementara sisi kanan dan kiri akan dilanjutkan sesuai rencana pembangunan lanjutan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan restu dan komitmen dari Pangdam IX/Udayana untuk melanjutkan pembangunan pada tahun ini.

“Kami sudah mendapat restu dari Pangdam, pembangunan lanjutan akan dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga memohon dukungan dan doa agar Korem 163/Wira Satya dapat terus bekerja dan mengabdi sesuai tugas sebagai satuan teritorial. Ia menegaskan konsep kepemimpinannya yang berlandaskan nilai lokal Bali, yakni ngayah dan menyame braya, sebagai wujud pengabdian tulus dan kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto menekankan bahwa pembangunan di lingkungan Korem bukan semata proyek fisik, melainkan simbol komitmen bersama dalam memperkuat jati diri dan rasa memiliki prajurit terhadap satuannya.

Menurut Pangdam, keberadaan Kodam IX/Udayana di Bali tidak dapat dipisahkan dari nilai seni dan budaya Bali yang menjadi kekuatan utama daerah.

“Kekuatan kita yang paling pokok di Bali adalah seni dan budaya. Menjaga dan mempertahankan seni budaya Bali adalah bagian dari ketahanan wilayah,” tegas Pangdam.

Pangdam juga menyinggung pemberitaan terkait pariwisata Bali yang disebut sepi. Ia menilai informasi tersebut perlu dikonfirmasi dengan data resmi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Baca Juga :  Pengetatan Liburan Nataru 2021-2022 Setara Syarat PPKM Level III

Berdasarkan data yang dimilikinya, Pangdam menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan ke Bali justru mengalami peningkatan sebesar 4 persen, terdiri dari kenaikan 3 persen wisatawan mancanegara dan 1 persen wisatawan domestik.

“ini juga tercermin dari tingginya mobilitas penerbangan. Salah satunya terlihat dari sulitnya mendapatkan tiket Denpasar–Jakarta pada awal Januari lalu,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Danrem beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan kerja keras sehingga pembangunan Korem dapat terwujud dengan hasil yang sangat baik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasrem, Kasiren, para Kasi, Perwira, Bintara, Tamtama, serta PNS Korem 163/Wira Satya. (kbh1)

Related Posts