April 24, 2026
Pendidikan

Unwar Gelar Pemberdayaan Komunitas Tuna Netra dalam Program PKM di The Bangkok School for the Blind

Thailand-kabarbalihits

Dalam upaya nyata untuk mendukung pemberdayaan komunitas disabilitas, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa yang diketuai oleh Novia Mudzzayanah telah dilaksanakan di The Bangkok School for the Blind, Ratchathewi, Thailand, pada 15 Januari 2026, dengan mengusung tema “Empowering Blind Communities Through Language Use.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari Fakultas Sastra, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat pendidikan dan memberdayakan peserta didik tunanetra melalui penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, ekspresi diri, dan penguatan mental.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris secara verbal bagi peserta didik tunanetra, sebagai sarana untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan kesadaran emosional, serta mendukung kemampuan berinteraksi sosial yang sehat. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik, serta didukung oleh interpreter, kegiatan ini mendorong pemahaman penggunaan bahasa yang positif, inspiratif, dan kritis dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Fakultas Sastra berperan dalam memberikan pengajaran bahasa Inggris yang aplikatif dan relevan untuk komunikasi sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan mendorong partisipasi aktif peserta didik.

Sementara itu, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan memberikan penyuluhan edukatif mengenai pemanfaatan bahasa dalam kehidupan sehari-hari serta keterkaitannya dengan kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kesadaran emosional, serta mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik tunanetra.

Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang kritis dalam menghadapi informasi di media, khususnya fake news seperti scam. Peserta didik diajak memahami bagaimana bahasa dapat digunakan secara manipulatif dalam pesan penipuan, sehingga mereka mampu mengenali, menganalisis, dan melindungi diri dari penyalahgunaan informasi di ruang digital.

Baca Juga :  Tak main-main, 3.999 Orang Mendaftar pada Sipenmaru Gelombang I Non FKIK Unwar

The Bangkok School for the Blind sendiri merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dalam menyediakan layanan pendidikan dan pengasuhan bagi anak-anak tunanetra, dengan tujuan mendukung pengembangan potensi, kemandirian, serta kesejahteraan akademik dan sosial peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak sekolah dan peserta didik.

Ketua kegiatan, Novia Mudzzayanah, menyampaikan bahwa bahasa memiliki peran strategis sebagai alat pemberdayaan bagi komunitas tunanetra.

“Melalui penggunaan bahasa yang positif dan bermakna, peserta didik tidak hanya belajar berkomunikasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kesadaran diri, dan keberanian dalam menghadapi tantangan sosial,” ujarnya.

Antusiasme peserta didik terlihat sepanjang kegiatan, ditandai dengan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan praktik komunikasi. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam peningkatan keterampilan bahasa, tetapi juga dalam membentuk pola pikir kritis, kesadaran mental, dan kemandirian sosial peserta didik tunanetra.

Melalui kegiatan ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan berkelanjutan. (r)

Related Posts