June 24, 2024
Nasional

Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto Membuka Asia Pacific Geospatial Forum 2023 di Bali

Badung-kabarbalihits

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, hadir dan membuka kegiatan Asia Pacific Geospatial Forum 2023 yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali. Pembukaan forum yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) ini merupakan langkah penting dalam mengedukasi dan memajukan pemahaman tentang data geospasial bidang tanah.

Pembukaan forum ini ditandai dengan pemukulan kentungan oleh Menteri ATR/Kepala BPN bersama dengan Kepala BIG, Muh Aris Marfai, Presiden United Nations Global Geospatial Information Management for Asia and the Pacific (UN-GGIM-AP), Antonius Wijanarto, dan Pj. Gubernur yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN menekankan pentingnya data geospasial bidang tanah sebagai basic layer untuk informasi pertanahan dan tata ruang. Hadi Tjahjanto menganggap bahwa informasi geospasial berbasis bidang tanah merupakan hal yang mutlak untuk mendukung pembangunan yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.

Kementerian ATR/BPN telah menyediakan berbagai informasi terkait pertanahan dan tata ruang, seperti tata ruang provinsi dan kabupaten/kota, kepemilikan lahan, penggunaan lahan, nilai lahan, dan lahan adat. Informasi ini akan digunakan oleh berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah, dan masyarakat/swasta.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto

Menteri Tjahjanto juga mengungkapkan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021, Kementerian ATR/BPN memiliki tanggung jawab terkait 18 dari 158 Informasi Geospasial Tematik (IGT). “Informasi geospasial ini akan digunakan sebagai acuan oleh pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk pengelolaan ruang dan penyelesaian masalah tumpang tindih penggunaan ruang,” ucap Menteri Tjahjanto.

Kementerian ATR/BPN berupaya meningkatkan keterbukaan informasi publik dengan memperkenalkan Geoportal Bhumi melalui interface bhumi.atrbpn.go.id. Geoportal ini menyediakan peta interaktif, alat pencarian lokasi, dan informasi geospasial lainnya untuk melayani publik dengan lebih baik.

Baca Juga :  Kerjasama KPK - PLN Berhasil Selamatkan Aset Negara Lebih Dari Rp 960 M

Dalam rangka mendukung tema “Embracing Geospatial Innovation for Sustainable World”, kegiatan ini melibatkan praktisi dan komunitas geospasial di Asia-Pasifik dan global. Kepala BIG, Muh Aris Marfai, berharap bahwa kolaborasi ini akan memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengelolaan geospasial secara lebih luas, mencakup institusi, negara, komunitas, dan bahkan dunia.

Setelah memberikan sambutan dalam pembukaan forum, Menteri ATR/Kepala BPN membuka pameran yang menampilkan pengembangan data informasi geospasial. Pembukaan pameran ini disambut dengan pengguntingan bunga oleh Menteri ATR/Kepala BPN, diikuti dengan peninjauan sejumlah stan pameran.

Dalam kesempatan ini, Menteri ATR/Kepala BPN didampingi oleh para pejabat tinggi dari Kementerian ATR/BPN, seperti Direktur Jenderal Tata Ruang, Gabriel Triwibawa, Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Yulia Jaya Nirmawati, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Andri Novijandri, dan jajaran lainnya.(r)

Related Posts