July 24, 2024
Daerah

Gaji Hingga Rp 30 Juta, PT. Alwihdah Jaya Sentosa Cabang Bali Lepas Ratusan Pekerja Migran Indonesia Sebagai Pemetik Apel di New Zealand

Denpasar -Kabarbalihits

PT. Alwihdah Jaya Sentosa Cabang Bali Kembali berangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke New Zealand yang akan bekerja di bidang perkebunan khususnya petik apel. Adapun Perusahaan tempat bekerja para PMI ini adalah Bostock di New Zealand.

Kepala Kantor Cabang Bali PT. Alwihdah Jaya Sentosa, I Nengah Yasa Adi Susanto, SH. MH saat pelepasan ‘para pahlawan devisa’ ini di kantornya, Jalan Pondok Indah 18 X Denpasar, Rabu 25 Oktober 2023 menjelaskan, dengan kontrak kerja 5 sampai 6 bulan para PMI ini akan kembali ke Indonesia sekitar bulan April dan Mei 2024 mendatang. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan kontrak akan diperpanjang  tergantung pada musim disana. 

“Total PMI yang berangkat adalah 163 PMI namun hanya 78 PMI yang dilepas hari ini karena sisanya berdomisili di luar Bali dan Sebagian besar dari Jawa sehingga mereka tidak kami ikutkan dalam pelepasan hari ini, jelas Adi Susanto.

Sedangkan Pekerja Migran Indonesia asal Bali terbanyak berasal dari Kabupaten Buleleng sebanyak 54 orang, Klungkung 6 orang, Bangli 15 orang sedangkan dari Kota Denpasar, Tabanan dan Gianyar masing-masing terdiri dari 1 orang. Nantinya mereka akan berangkat mulai tanggal 27, 28, 29, 30 dan 31 Oktober 2023 ini secara bertahap.

Adi Susanto yang didampingi beberapa orang jajaran PT. Alwihdah Jaya Sentosa Cabang Bali juga mengatakan, keberangkatan PMI ini adalah untuk kedua kalinya pasca pandemic Covid-19. Pihaknya bersyukur keberangkatan PMI ini tepat waktu dan tidak ada kendala dalam proses pembuatan dokumen dan pembuatan visa. Pihaknya bersama tim di PT. Alwihdah Jaya Sentosa berkomitmen membantu secara maksimal para PMI.

“PMI ini adalah pahlawan devisa, kami sangat mengapresiasi. Karena bagaimanapun tugas kami di PT. Alwihdah Jaya Sentosa  khususnya kantor cabang Bali kami memfasilitasi keberangkatan mereka agar dilancarkan. Dan mereka kami harapkan sampai dengan selamat di tempat kerja. Kemudian, mereka bisa mensupport keluarganya,” harapnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tabanan Pimpin Rapat Bulan Dana PMI Tabanan 2021

Terkait biaya-biaya keberangkatan yang harus dikeluarkan para Pekerja Migran Indonesia, secara tegas Adi Susanto tokoh asal Desa Bugbug Karangasem ini mengatakan sangat terjangkau karena mereka hanya menghabiskan biaya yang wajib dibayar untuk proses pembuatan visa, asuransi dan medical check up sekitar 5 jutaan sedangkan biaya-biaya lainnya nantinya akan dipotong gaji setelah mereka bekerja disana.

“Jadi biayanya sangat terjangkau dan tidak memberatkan PMI sendiri. Sedangkan nantinya gaji mereka akan dibayarkan sekitar  $ 22 New Zealand perjamnya dan maksimal kerja 9 jam atau rata-rata dalam sebulan akan dapat gaji bersih 20-30 juta,”bebernya.

Adi Susanto yang akrab disapa Jro Ong ini kembali meyakinkan PT. Alwihdah Jaya Sentosa yang berkantor pusat di Jakarta juga terus berkomunikasi dengan user agar kedepannya kuota pengiriman PMI bisa bertambah.

“Kalo saat ini maksimal kandidat hanya 163 orang, itu sudah termasuk yang berasal dari luar Bali khususnya yang ada di Jawa,”tukasnya. (kbh6)

Related Posts