September 16, 2026
Seni Budaya Sosial

Pendiri & Pengasuh Ashram Gandhi Puri Dianugerahi Presiden India Padma Shri Award

India-kabarbalihits

Perjuangan totalitas sejak walaka tahun 1990-an, Agus Indra Udayana Putra, Guru Lingsir Ketut Oka dan Anak Agung Ayu Aryani Oka (Alm) setelah mengambil jalan Menepi sebagai Sulinggih akhirnya mendapatkan  anugerah terhormat dari Negeri  Bharata Warsa India, yakni “Padma Shri Award”. Dikenal dengan nama Ida Rsi Putra Manuaba, anugrah tersebut diraih lewat perjalanan panjang sebagai Sosial Worker (Karma Yogi).

Diperoleh bersama 7 orang dari Luar India (Indonesia, USA, Bangladesh, Brazil, Srilangka) Award tersebut merupakan penghargaan tertinggi keempat untuk warga India dan luar India, yang diberikan Pemerintah India, setelah Bharat Ratna, Padma Vibhusan  dan Padma Bhusan. Penghargaan itu  diberikan setiap tahun diumumkan pada perayaan Hari Republik India.

Dengan bukti nyata ini, muncul rasa salut, angkat topi atas award  terhormat yang diterima warga luar India, salah satunya Ida Rsi Putra Manuaba ini. Anugerah dan berkah terbaik, memang  tak pernah “menghianati” hasil dari perjuangan totalitas Ida Rsi Putra Manuaba sejak walaka, yang kita tahu bersama akhirnya memutuskan menjadi Wiku Brahmachari / Wiku Ngeraga.

“Tidak bisa dipungkiri, eksistensi Hyang Widhi Wasa lah yang sejatinya nyata dan hakiki. Sering dikatakan Goesti ora sare,  ya itu benar . Tuhan tidak pernah  tidur. Bukti nyata itu, seakan menegaskan kepada kita, Brahman memang  selalu  hadir, memantau, menyertai dengan penuh kasih menginspirasi, memotivasi  kinerja kita. Karena itu, ketika kita melakukan sesuatu dengan tanpa pemrih dan penuh totalitas, dengan pelayanan penuh kasih Wasudaiwa Kutumbhakam – berlandaskan semuanya saudara , sebagai Sang Wiku Ngeraga lakukan, maka merupakan keniscayaan anugerah terhormat itu pasti diterima,” ucap Ida Rsi Putra Manuaba.

Padma Shri Award yang diterima melengkapi pengabdian sungguh sungguh Ida Rsi Putra Manuaba yang sebelumnya juga dianugerahi Internasional Jamnalal Bajaj Award 2011 yang termuda sampai sekarang menerima penghargaan bergengsi yang eksistensi nya dikenal dengan kesantunannya menyebarkan Nilai Gandhi di Outside India dalam grassroot yang nyata. Di bidang kemanusiaan secara nyata yakni mengaplikasi  nilai nilai humanis yang berlandaskan kerja keras secara mandiri, dalam paradigma disiplin beliau disebut swadesi. Selain itu berdasarkan satwik dan mardawa yang menerapkan Ahimsa, juga berkreativitas  dan interaksi Inovatif Kolaboratif dan Inklusif di masyarakat dengan landasan Satya dan Dharma.

Kepemimpinannya yang humble, wise dan smart,  Sang Wiku Ngeraga di Ashram Gandhi Puri, senantiasa  penuh warna adaptif, dengan kreasi dan inovasi yang tercipta up to date. Pastinya, melalui transformasi pendidikannya, baik non formal, formal dan informal berlandaskan kurikulum yang didesain di Ashramnya nan Asri di Desa Paksebali, Klungkung, benar benar  demi membangun regenerasi cerdas , menyiapkan anak bangsa memperoleh bekal kompetensi holistik, sehingga pada akhirnya, tercipta  estafet kepemimpinan yang cerdas, dengan  digawang dengan nilai nilai humanis sehingga  selalu terkoneksikan dalam  peradaban  keabadian sesungguhnya .

Ida Rsi Putra Manuaba, secara riil menghantarkan anak anak Bali, Lombok, Lampung , Sulawesi yang cerdas,  yang tanpa didukung finansial memadai lalu diberikan beasiswa,  kemudian menjadikan anak- anak yang siap mengaum bak “harimau” memiliki prestasi,  dan bermartabat. Hasilnya binaan intensif  sisia atau lebih dikenal dengan nama Shantisena beliau, akhirnya memperoleh scolarshif, dan gelar Ph D ( doktor) di India, Master, S-1, Diploma, Short Course Yoga dan Leadership, bahkan saat ini sudah mampu berkarya dengan kompetensinya masing masing baik di lembaga formal dan non formal.

Program yang konsisten dari 12 Januari 2001, Indonesia India Sanggam mengajak Shantisena mau pun Dharma Duta Ashram Gandhi Puri ke India dengan spirit Melali Metimpal Melajah Meyadnya, ratusan anak muda Bali sudah diajak, dengan prinsip Ida Rsi Putra Manuaba, setiap langkah jangan lupa “Preserve Our Heritage,Promoting Our Culture, and Connecting People” ini akan menjadi spirit jati diri dan kerjasama jangka panjang bagi anak muda kedua negara.

Akhirnya teladan melalui contoh nyata yang sudah digapai, Ida Rsi Putra Manuaba, bisa dijadikan semangat dan motivasi, untuk bekerja totalitas, penuh pelayanan tanpa pamrih, mengantarkan generasi mencapai the golden achievement. Sehingga kehadiran dalam “karma bumi” mendapat ganjaran yang sepadan dari Hyang Widhi Wasa, adalah kesuksesan yang dicapai Sang Wiku Ngeraga asal Griya Agung Indra Gandhi Manuaba, Br Jabon Desa Sampalan Tengah, Klungkung ini.

Ini juga menjadi sejarah setelah beliau melinggih mediksa menjadi Sulinggih pada 28 Oktober 2019, mendapatkan bintang penghargaan tertinggi PadmaShri Award 2020 dari Presiden India Ram Nath Kovind yang diserahkan di Rastrapati Bhavan Istana Presiden India pada 8 November 2021. Dihadiri Perdana Menteri Narendra Modi dan Wakil Presiden vankainaidu , Finance minister of India,  nirmla sitarmana , home minister of India Amit shah.

Ida Rsi Putra Manuaba juga menjadi Sulinggih Indonesia pertama menerima PadmaShri Award. Akan menjadi Sejarah baru bagi Ida Rsi Putra Manuaba untuk lebih erat membangun jaringan Persaudaraan  dengan Masyarakat India, mengenalkan situs Perjalanan Ida Rshi Markandeya di Bali di mana situs nya sampai sekarang masih di dapatkan di Pura Gunung Lebah ,Ubud Gianyar.

Ida Rsi Putra Manuaba juga menstanakan Padmasana Bali Devabhoomi berdiri di Cuttack Odisha dan Rshikesh Utharkand India. Lebih erat kokoh nya Hindu Nusantara berinteraksi kembali dan peradaban Kuno harus digali kembali disegala bidang.

Baca Juga :  Wakil Bupati Buleleng Bantu Warga Terdampak Puting Beliung di Kelurahan Banyuning

Pada kesempatan tersebut Ida Rsi Putra Manuaba didampingi oleh Rshikumara beliau, I Wayan Sari Dika, MIKom yang sudah 10 th menjadi  Shantisena Ashram Gandhi Puri dan sekarang Direktur Shanti AGP asal Lombok.

Shantisena lah semakin menguatkan perjalan panjang komunitas Ashram Gandhi Puri mengembangkan sayapnya dengan bekerjasama, membangun jaringan dan jembatan budaya lewat Astakamala Project konstruktif work bagi Shantisena untuk penemuan Swadharma dan Swakarmanya di bidang Pendidikan , Kebudayaan dan Social Worker.(r)

Related Posts