June 14, 2021
Daerah Politik

Peringati Hari Kartini, Golkar Bali Sebagai Pelita Melatih Kader Perempuan Membuat Banten

Denpasar-kabarbalihits

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Provinsi Bali menyelanggarakan Pelatihan Pelatih / Instruktur Mejejahitan Banten, bertempat di Wantilan Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali pada Minggu (2/5). 

Kegiatan yang berlangsung sehari ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali DR. I Nyoman Sugawa Korry, SE.MM.AK.CA. Dalam sambutannya dikatakan, pada situasi pandemi Covid 19 saat ini yang sepenuhnya belum bisa diatasi, namun tidak menyurutkan tekadnya untuk selalu berbuat karya nyata berpegang pada doktrin karya dan kekaryaan. 

“Kita merayakan hari Kartini dan Pendidikan Nasional dengan karya nyata yaitu kita melaksanakan pelatihan pelatih untuk Mejejahitan Banten,” Ucap Sugawa Korry dihadapan peserta pelatihan. 

Dengan semangat yang dimiliki R.A Kartini, yakni memberikan motivasi dan mendorong kaum perempuan Indonesia agar sadar untuk keluar dari keterkungkungan feodalisme, Sugawa Korry juga berkeyakinan kepada kader perempuan partai Golkar nantinya akan tampil dan mampu menjadi seorang pemimpin di Bali. 

“Pada saat itu kaum perempuan masih sangat terbelakang. Dengan adanya buku Habislah Gelap Terbitlah Terang, ini memberikan pencerahan kepada kaum perempuan, sehingga kaum perempuan di Indonesia bangkit dan sampai saat ini tidak sedikit kaum perempuan mampu Indonesia telah mampu berkiprah baik sebagai pimpinan daerah maupun pimpinan nasional, dan kami mempunyai keyakinan besar saudara-saudara kader perempuan Golkar suatu saatnya nanti mampu sebagai pemimpin-pemimpin di daerah Bali,” Ujarnya. 

Pihaknya memandang penting, dimana kaum perempuan Partai Golkar harus terus dibekali kemampuan didalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai ibu di Bali, salah satunya melakukan Yadnya sesuai ajaran Agama.

“Sesuai kerangka dasar Agama Hindu yaitu, Tatwa, Upakara, dan Susila. Tatwa itu adalah filsafat, hakekat mengenai kebenaran ajaran-ajaran Agama Hindu sesuai dengan Weda. Kemudian Upakara, didalam melaksanakan ajaran Hindu kita pakai sarana-sarana yaitu Banten dan lain sebagainya. Ketiga adalah Susila, semua itunakan sempurna manakala kita mampu melakukan prilaku-prilaku yang dicontohkan dalam ajaran Tatwa itu sendiri. Salah satunya adalah belajar tentang Upakara yaitu sarana banten,” Paparnya. 

Ia menilai banyak yang tidak mengetahui tentang makna banten, sebagai sarana menghubungkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Diharapkan para peserta pelatihan, mampu menghayati tentang sarana Banten. 

“Ini sangat penting apa artinya Daksina, Porosan, Pejati dan lain sebagainya, sehingga apa yang kita haturkan secara bermakna. Akan lebih bermakna lagi apabila kita buat sendiri, kita lakukan dengan pendalaman Yadnya kita,” Jelasnya. 

Juga dalam pelatihan ini diharapkan adanya diskusi dan dapat digetok tularkan terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Gelontor Paket Sembako Bagi Tukang Suwun, IIPG Ajak Masyarakat Berwisata ke Bali

Selain itu Sugawa Korry menyampaikan kebanggaannya dihadapan kader perempuan Golkar Bali mempunyai seorang pemimpin yakni Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. 

“Beliau selalu mengajarkan kepada kita, termasuk kaum perempuan, berbuatlah kepada masyarakat, lakukanlah karya nyata kepada masyarakat, karena itu adalah hakekat dari doktrin karya dan kekaryaan Partai Golkar,” Ucapnya. 

Dalam pandangannya, Airlangga Hartarto adalah seorang pemimpin terdepan didalam mengatasi Pandemi Covid-19 yang ditugaskan oleh pemerintah Indonesia. Juga sebagai Figur yang ditugaskan untuk memulihkan perekonomian nasional. 

“Walaupun dampak dari Covid-19 ini adalah berdampak kemana-mana dalam segala kehidupan bangsa, tetapi kami mempunyai kepercayaan besar dan saya yakin saudara-saudara juga punya keyakinan besar beliau akan mampu melaksanakan tugas-tugas itu dan oleh karenanya kita sepakat menjadikan beliau adalah Calon Presiden tahun 2024,” 

Orang nomor satu di partai beringin Bali ini juga berkeyakinan partainya telah memiliki pemimpin yang mumpuni ada di sosok seorang Airlangga Hartarto. 

Sementara Ketua IIPG Provinsi Bali Ni Wayan Suartini Sugawa Korry mengatakan IIPG Bali adalah lembaga yang dibentuk oleh Partai Golkar yang ditugaskan untuk mendukung para suami dalam membesarkan partai Golkar, dan KPPG sebagai organisasi sayap partai Golkar kedepannya lebih banyak lahir kader-kader perempuan yang berkualitas di Partai Golkar.

“Untuk itu kami mohon bapak ketua, kesempatan bagi kaum perempuan agar diperhatikan lagi,” Harapnya. 

Dilanjutkan, dipilihnya kegiatan ini, karena kaum perempuan Partai Golkar tidak lepas dari tugas hakiki sebagai seorang perempuan yakni mengemban tugas-tugas Dharma Agama sekaligus tugas pendidikan bagi generasi muda.

“Untuk itulah pemahaman, penghayatan, pengamalan, terhadap yadnya dan sarana upakara yang dilaksanakan di Bali sangat penting,” Tandasnya. 

Melalui pelatihan ini pihaknya berharap, nantinya kaum perempuan di Bali semakin mantap melaksanakan Dharma Agama sekaligus berhasil dalam menjalankan tugas-tugas Dharma Negara. 

Ketua KPPG Provinsi Bali Gusti Ayu Putu Ardaba Kory menyampaikan, pada kegiatan pelatihan ini, peserta dilatih untuk membuat Banten Pejati, dimana perempuan Hindu Bali agar dapat memahami dan memaknai arti banten tersebut. 

“Partai Golkar juga ingin menjadi pionir menjaga kebudayaan bali, tradisi dan kearifan lokal di bali. Jangan sampai lupa makna yang sebenarnya,” Pungkasnya. 

Baca Juga :  BLT dan PHK, Persoalan Paling Banyak Diadukan Masyrakat ke Satgas Bantuan Advokasi Hukum Covid-19 Golkar Bali

Ditambahkan, kaum perempuan tidak hanya sebagai seorang istri tapi mampu mengayomi yang tidak lupa dengan tradisi Bali.  Nantinya peserta yang dilatih saat ini, bisa menjadi pelatih-pelatih untuk di setiap daerah Kabupaten masing-masing. 

“Itulah Golkar sebagai pelita dapat menerangi hadir disisi masyarakat, untuk melatih di kader-kader daerah kabupaten kota seBali,” Jelasnya. 

Dalam mendorong generasi muda untuk mau mejejahitan, pihaknya terus berupaya  bergerak aktif melakukan kegiatan serupa meski di masa pandemi.

“Tetap menjaga protokol kesehatan kita tetap bergerak aktif, memacu gerakan milenial, mensosialisasikan lewat tata cara mejejaitan yang benar. Kita harapkan nanti bisa membuat sendiri,” Tutupnya. (kbh1)

Related Posts