August 1, 2021
Kriminal Peristiwa POLHUKAM

Ada Paket Mencurigakan, Tim Gegana Polda Bali Amankan Kantor PLN

Denpasar-kabarbalihits 

Suasana menegangkan ketika Kantor Perusahaan Listrik Negara Unit Pelaksana Pengatur Distribusi, PLN UP2D Bali di Jalan Diponegoro, Denpasar menerima paket mencurigakan dari kurir yang diduga berisi bom pada Kamis (29/4).

Dengan menerima informasi singkat dari security yang bertugas, Tim Gegana Polda Bali langsung mengevakuasi area dan mengamankan paket yang mengandung unsur logam dan rangkaian kabel tersebut. 

Paket tersebut diamankan unit Jibom menggunakan Robot jenis Caliber 360 buatan Kanada dan langsung melakukan tindakan peledakan terhadap paket tersebut, sehingga situasi kembali normal. 

Kejadian tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan simulasi, pelatihan tanggap darurat ancaman bom dan aksi terorisme di kantor PLN UP2D Bali, yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Brimob Polda Bali dan PLN UID Bali.

General Manager PLN UID Bali, Wayan Udayana menjelaskan, kegiatan simulasi tanggap darurat ancaman bom tersebut digelar dilatar belakangi atas adanya isu keamanan yang sudah menjadi isu global, dan sangat penting bagi keberlangsungan dunia usaha. Sehingga pengamanan bukan saja menjadi tanggung jawab pihak TNI dan Polri, akan tetapi sudah menjadi tanggung jawab bersama.

“Aset PLN ini cukup banyak dan strategis, oleh karenanya diperlukan standar pengamanan untuk menjaga keberlangsungan operasional PLN group, baik dari sisi pembangkitan, penyaluran, serta pendistribusian tenaga listrik kepada pelanggan,”Ucap Udayana usai simulasi. 

Sementara Wakapolda Bali, Brigjen Pol Ketut Suardana mengatakan, kegiatan simulasi yang dilakukan adalah sebagai langkah antisipasi, terhadap potensi ancaman dan gangguan yang ada, maka perlu adanya pengelolaan keamanan yang baik, sehingga potensi dari adanya ancaman tersebut dapat diminimalisir.

Baca Juga :  Seruan Kapolda Bersama Tokoh Muslim Bali

“Ini sebagai langkah antisipasi akan adanya gangguan kamtibmas yang terjadi di masyarakat, khususnya akan adanya ancaman bom di sejumlah objek vital yang ada di Bali. Penerapan sistem pengamanan yang sesuai peraturan kepolisian, serta sinergi antar pihak, yang dalam hal ini adalah PLN bersama dengan Polda Bali,” Jelas Wakapolda.(kbh1)

Related Posts