November 8, 2026
Daerah

Rapat Paripurna DPRD Badung, Anom Gumanti Harapkan Permasalahan di Badung Dapat Diselesaikan di Masa Kepemimpinan Bupati Adi Arnawa

Badung-kabarbalihits

DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang Kedua dengan agenda Penyampaian Pidato Sambutan Bupati Badung Periode Tahun 2025-2030, di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Kabupaten Badung, pada Senin (3/3/2025).

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, dihadiri 42 orang dari 45 orang anggota DPRD Badung, anggota Forkopimda Kabupaten Badung, dan para pejabat lengkap di lingkungan Pemkab Badung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa membacakan pidato sambutan perdananya didampingi Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta. Dalam sambutannya dipaparkan terkait visi “Mewujudkan Pariwisata Badung yang berkualitas berlandaskan nilai-nilai Nangun Satkerthi Loka Bali“. Dimana visi tersebut dijabarkan ke dalam 7 misi bernama Sapta Kriya Adi Cipta, yang terdiri dari,

1. Memperkokoh kerukunan hidup umat beragama serta melestarikan tradisi, seni, adat dan budaya Bali.
2. Meningkatkan kualitas kehidupan krama badung di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.
3. Menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung melalui optimalisasi potensi wilayah.
4. Mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian dengan pariwisata.
5. Mningkatkan kualitas infrastruktur publik di kawasan Pariwisata, permukiman serta membangun jaringan jalan baru.
6. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan profesional berbasis kompetensi dan digitalisasi.
7. Meningkatkan pariwisata badung berkualitas.

Disebut penentuan visi tersebut berdasarkan atas fakta, bahwa selama ini sektor Pariwisata telah nyata-nyata menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Badung, termasuk merupakan sumber utama pendapatan asli daerah Kabupaten Badung melalui pajak Hotel dan Restoran. “oleh karena itu, kami berpendapat bahwa tidak ada pilihan lain kecuali membangun dan mewujudkan pariwisata badung yang berkualitas untuk menarik minat kunjungan wisatawan, namun dalam implementasinya harus berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal adat dan budaya Bali,” ucap Bupati Adi Arnawa.

Namun dikatakan sisi lainnya memang tidak mudah mewujudkan pariwisata yang berkualitas, karena masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yang sangat mempengaruhi citra pariwisata Badung bahkan Bali.

Dimana permasalahan yang harus mendapatkan penanganan segera yaitu kemacetan lalu lintas di jalur pariwisata Kuta selatan, Kuta dan Mengwi. Kemudian Penyediaan air bersih perpipaan untuk industri pariwisata dan rumah tangga, air bersih perdesaan untuk wilayah Badung Utara, penanganan masalah sampah
dan konservasi sumber daya alam, serta manajemen keamanan dan kenyamanan wisatawan termasuk masyarakat umum.

“menyikapi kemacetan lalu lintas kami telah merencanakan pembukaan jalan baru, melanjutkan rencana jalan yang telah ada, serta peningkatan ruas jalan yang hampir seluruhnya membutuhkan pengadaan tanah sehingga diperlukan anggaran yang cukup besar,” katanya.

Usai Rapat, Bupati Adi Arnawa memandang masalah kemacetan menjadi isu strategis dalam kepemimpinannya 5 tahun kedepan. Sehingga upaya yang bisa dilakukan adalah merencanakan pembangunan pembukaan jalan baru.

“menurut pandangan kami berdua itu akan bisa meminimize menghadapi persoalan kemacetan yang terjadi. Karena bagaimana pun juga kalau kita tidak bangun seperti itu tentu dalam rangka rekayasa lalulintas tidak akan bisa,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti mengatakan hari ini merupakan sebuah tonggak awal bagi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melaksanakan tugasnya, dengan esensi penyampaian program Bupati Badung periode 2025-2030.

Dimana yang menjadi skala prioritas dalam program Sapta Kriya Adi Cipta adalah mengenai kemacetan, sampah, air bersih. Diharapkan permasalahan tersebut dapat diselesaikan dimasa kemimpinan Bupati Adi Arnawa saat ini. “ya tentu tidak mengurangi dari adat, budaya, Agama, itu sudah menjadi kewajiban kita dan mengenai infrastruktur,” jelasnya.

Juga diharapkan sinergitas pemerintahan dapat terjaga dengan baik, yakni antara Dewan dengan Bupati bersama Wakil Bupati serta perangkat daerah lainnya.  Pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Badung terkait pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Badung terlebih tentang pembangunan kemasyarakatan.

“jangan hanya berorientasi pada fisik, juga dari sisi SDM atau moral penting juga buat penguatan di Badung terutama dari prespektif adat budaya sendiri,” pungkasnya. (kbh1)

Related Posts