
Badung Caka Fest 2027 Tambah Zona Jadi Sembilan, Perkuat Kreativitas Sekaa Teruna dan Daya Tarik Wisata
Badung – kabarbalihits
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Workshop Badung Saka Fest 2027 berlanjut di Kecamatan Kuta Utara, bertempat di Kantor Camat Kuta Utara, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh sekaa teruna (ST) se-Kecamatan Kuta Utara ini bertujuan menyerap aspirasi sekaligus menyempurnakan konsep dan regulasi penyelenggaraan festival agar semakin berkualitas, partisipatif, serta memberikan manfaat bagi pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata Kabupaten Badung.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, Nyoman Primahita Gunadarma, S.Sn., menjelaskan bahwa Badung Saka Fest 2027 tidak hanya menjadi ajang perayaan ogoh-ogoh, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pengembangan ekonomi kreatif dan daya tarik pariwisata berbasis budaya.
Salah satu inovasi utama tahun ini adalah penambahan zona dari tujuh zona pada 2026 menjadi sembilan zona pada 2027. Dengan jumlah sekitar 597 sekaa teruna di Kabupaten Badung, pembagian tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih merata bagi generasi muda untuk menampilkan karya ogoh-ogoh di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.
“Penambahan zona ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas dan proporsional bagi sekaa teruna untuk menampilkan kreativitasnya. Badung Saka Fest juga kami dorong agar memberikan dampak terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelas Nyoman Primahita.

Selain kompetisi utama ogoh-ogoh, festival ini juga menghadirkan fragmentari sebagai ruang apresiasi seni pertunjukan, disertai lomba pendukung lainnya. Pengembangan subsektor ekonomi kreatif, seperti seni rupa, seni pertunjukan, kriya, dan fesyen, turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, peserta diwajibkan menggunakan undagi dan tenaga pengecatan lokal dari Kabupaten Badung. Dukungan dana kreativitas sebesar Rp40 juta juga tetap diberikan untuk menunjang proses berkarya. Sementara itu, penyelenggara merencanakan penyediaan tribun penonton berbayar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai salah satu inovasi untuk memperluas daya tarik festival.
Ketua Pasikian Yowana se-Kabupaten Badung, I Made Yudi Dwipayana, menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Badung serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung yang telah menginisiasi dan mendukung penyelenggaraan festival tersebut.
“Kami sangat mendukung Badung Saka Fest karena menjadi wadah bagi sekaa teruna untuk berkarya dan mengembangkan kreativitas, khususnya dalam pembuatan ogoh-ogoh. Kami juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah melalui dukungan dana kreativitas dan kebijakan yang mendorong pemberdayaan undagi lokal. Harapannya, festival ini terus dievaluasi dan dikembangkan agar semakin berkualitas serta mampu mendukung pariwisata berkualitas di Badung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pasikian Yowana Kecamatan Kuta Utara, I Gede Bayu Mahardika, menilai workshop tersebut menjadi langkah positif untuk menyerap aspirasi Yowana dan sekaa teruna dalam penyempurnaan regulasi. Menurutnya, pelibatan generasi muda penting agar aturan festival dapat dipahami dan dilaksanakan bersama.
“Kami mengapresiasi inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Badung serta Dinas Kebudayaan yang memberikan ruang bagi Yowana dan sekaa teruna untuk menyampaikan aspirasi. Di Kuta Utara terdapat 108 sekaa teruna yang direncanakan berpartisipasi. Sejumlah kelompok sudah melaksanakan paruman untuk menentukan tema ogoh-ogoh dan mulai mempersiapkan bahan pembuatannya,” jelas Bayu.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Kuta, Kuta Selatan, dan Kuta Utara, Workshop Badung SakaFest 2027 kembali berlanjut di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Bertempat di Kantor Perbekel Desa Gulingan. (kbh5)


