November 2, 2026
Pendidikan

STIKES Wira Medika Bali Wisuda 189 Lulusan, Alumni Berkarier hingga Tingkat Internasional

Badung – kabarbalihits

STIKES Wira Medika Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global melalui Wisuda ke-25 Program Sarjana dan Diploma serta Angkat Sumpah Profesi dan Diploma ke-27 Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (23/10/2026), tersebut meluluskan 189 mahasiswa dari berbagai program studi.

Prosesi wisuda dipimpin oleh Ketua STIKES Wira Medika Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., Ketua Yayasan Wira Medika Bali, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT.; serta perwakilan rumah sakit umum, rumah sakit umum daerah se-Bali, sekolah, dan berbagai institusi kesehatan.

Sebanyak 189 lulusan berasal dari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Diploma Tiga dan Sarjana Terapan, Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Program Diploma Tiga, Program Studi Keperawatan Program Sarjana, serta Program Pendidikan Profesi Ners. Para lulusan mencatatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,81, dengan tingkat kelulusan uji kompetensi mencapai 98–100 persen.

Capaian tersebut mencerminkan upaya STIKES Wira Medika Bali dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pengembangan mutu akademik, STIKES Wira Medika Bali telah meraih akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT. Tiga program studi memperoleh akreditasi Baik Sekali, sedangkan Program Studi Keperawatan Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Ners meraih akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, institusi ini kembali masuk dalam Klaster Utama. Berbagai apresiasi juga diraih dalam pengelolaan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), pelaporan SIERA, dan pelaporan alumni. Selain itu, STIKES Wira Medika Bali menerima penghargaan dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) sebagai institusi dengan persentase kelulusan terbaik Regional 10.

STIKES Wira Medika Bali juga meraih penghargaan sebagai penyelenggara Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) terbaik di wilayah LLDIKTI Wilayah VIII. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen institusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi tenaga kesehatan yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik.

Melalui program RPL, pengalaman kerja dan kompetensi yang telah dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab profesional mereka.

Manfaat program tersebut dirasakan Adrian Girvan Vinian Pirade, lulusan Program RPL Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis. Ia mengatakan, fleksibilitas pembelajaran sangat membantu mahasiswa yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan.

“Dosen cukup atraktif dalam pembelajaran dan sangat fleksibel karena kami dari kelas RPL. Pembelajaran online sangat membantu, terutama bagi kami yang sudah bekerja, sehingga tetap bisa melanjutkan kuliah,” ungkap Adrian sembari berharap STIKES Wira Medika Bali semakin maju dan terus meningkatkan kualitas pendidikannya.

Pengalaman serupa disampaikan Martina Pereira Menezes, lulusan Program RPL Sarjana Keperawatan asal Timor Leste. Menurutnya, kesempatan melanjutkan pendidikan dengan tetap bekerja menjadi salah satu alasan memilih STIKES Wira Medika Bali. “Proses pembelajaran berjalan lancar berkat dukungan dosen yang membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan sesuai target” ujarnya.

Ni Luh Wayan Periyani, lulusan RPL Sarjana Keperawatan yang bekerja di RSUD Mangusada, Badung, juga mengapresiasi kerja sama antara rumah sakit tempatnya bekerja dan STIKES Wira Medika Bali. Menurutnya, kerja sama tersebut mempermudah tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Ni Putu Ana Wiliyani, lulusan RPL Sarjana Keperawatan yang saat ini bekerja di RSUD Bali Mandara, menilai pengalaman kuliahnya menyenangkan. Ia mengapresiasi para dosen yang terbuka dan mendukung mahasiswa selama proses pembelajaran.

Baginya, melanjutkan pendidikan merupakan langkah penting bagi tenaga keperawatan untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi seiring perkembangan ilmu kesehatan. Dengan demikian, tenaga keperawatan dapat memberikan asuhan yang semakin profesional kepada masyarakat.

Untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan, STIKES Wira Medika Bali melalui bidang kemahasiswaan secara rutin menyelenggarakan job fair setiap tahun. Kegiatan ini mempertemukan lulusan dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi yang membutuhkan tenaga profesional.

Sejumlah mitra yang terlibat antara lain RS Kasih Ibu, Siloam Hospitals, BIMC, RS Murni Teguh, RS Amerta Husada, Klinik Nusa Medika, Klinik SOS Gatot Kaca, Laboratorium Klinik Prodia, JEC Bali Eye Hospital, serta Jepang Edukasi Akademi.

Upaya tersebut sejalan dengan hasil tracer study yang menunjukkan bahwa lulusan STIKES Wira Medika Bali rata-rata membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Sekitar 30 persen lulusan juga tercatat memiliki usaha mandiri, khususnya di bidang kesehatan.

Dari 13 lulusan Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) yang diwisuda kali ini, enam orang di antaranya telah bekerja di rumah sakit. Seluruh mahasiswa juga memperoleh kompetensi pendamping melalui program pengembangan soft skill untuk mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Selain memperkuat kesiapan kerja, STIKES Wira Medika Bali terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional. Salah satunya melalui program internship ke Jepang yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, enam mahasiswa telah mengikuti program tersebut di berbagai institusi di Jepang, sementara empat mahasiswa lainnya tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti program serupa.

Salah satu peserta internship di bidang child care bahkan dipercaya menjadi representasi peserta program. Mahasiswa tersebut memperoleh kesempatan untuk diliput dan diwawancarai media di Hokkaido, Jepang, serta mendapatkan tawaran untuk melanjutkan karier melalui skema Pekerja Berketerampilan Spesifik atau Tokutei Ginou.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja di dalam negeri, tetapi juga dibekali kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan membangun karier di tingkat internasional.

Komitmen menuju pendidikan berwawasan global juga diwujudkan melalui kerja sama pertukaran mahasiswa dengan VIVES University di Belgia, Akita University di Jepang, dan Suranaree University of Technology di Thailand. Pada Maret 2026, STIKES Wira Medika Bali menyelenggarakan pertukaran mahasiswa secara langsung dengan Akita University Jepang.

Jejaring internasional terus diperluas melalui berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra pendidikan di luar negeri, di antaranya Shandong Xiehe University Jinan dan Jinan Vocational College of Nursing di Tiongkok, Fox Education Consultancy dan Grand Study Education di Australia, Suranaree University of Technology melalui program VEP, Management and Science University serta University College of MAIWP International di Malaysia, dan Akita University di Jepang. Kerja sama terbaru juga dijalin dengan Cheng Kung University di Taiwan.

Selain itu, institusi menjajaki peluang kolaborasi dengan mitra di Timor Leste dan sejumlah negara lainnya. Pengembangan jejaring tersebut diharapkan semakin membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman internasional sekaligus memperluas peluang karier lulusan.

Saat ini, alumni keperawatan dan profesi Ners STIKES Wira Medika Bali telah berkarier di berbagai negara, termasuk Jepang, Jerman, dan Belanda. Peluang pengembangan karier di Australia dan Tiongkok juga terus diupayakan.

Secara keseluruhan, STIKES Wira Medika Bali telah memiliki lebih dari 7.266 alumni yang berkarya di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik di Bali, berbagai daerah di Indonesia, maupun di luar negeri.

Ketua Yayasan Wira Medika Bali, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan institusi yang terus berkembang selama kurang lebih 25 tahun dalam mencetak sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan.

“Kami tentu bersyukur STIKES Wira Medika Bali sampai saat ini masih terus berkarya sehingga bisa mencetak sumber daya manusia, terutama di bidang kesehatan, selama kurang lebih 25 tahun ini,” ujarnya.

Astina menegaskan, yayasan berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pembaruan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sejumlah fasilitas kampus telah diperbarui, mulai dari toilet, bangku, LCD, pendingin ruangan (AC), hingga berbagai sarana pendukung proses belajar mengajar lainnya.

Selain meningkatkan fasilitas, yayasan juga mendorong para dosen untuk melanjutkan pendidikan formal, baik di dalam maupun luar negeri. Ke depan, yayasan menargetkan 50 persen dosen memiliki gelar doktor serta mendorong lahirnya guru besar atau profesor dari lingkungan kampus.

“STIKES Wira Medika Bali saat ini telah menjalin kemitraan dengan berbagai rumah sakit, poliklinik, dan puskesmas, khususnya di Bali. Kerja sama internasional juga terus dikembangkan melalui jejaring universitas di Jepang, Korea, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, Belanda, dan sejumlah negara lainnya” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan untuk berkarier di luar negeri.

Baca Juga :  Dosen Wajib Mengisi Rencana Kinerja dan Laporan Kinerja Melalui SISTER

Bagi para lulusan, wisuda menjadi awal perjalanan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama pendidikan.

I Gusti Agung Ayu Putu Rika Febriastuti, lulusan Program Profesi Ners yang saat ini bekerja di RSU Negara, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di STIKES Wira Medika Bali.

“Pengalamannya sangat luar biasa. Semoga STIKES Wira Medika Bali semakin maju dan bisa melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai skill dan kompetensi,” ujarnya.

Para lulusan berharap STIKES Wira Medika Bali terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi berikutnya untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan.

Melalui peningkatan mutu akademik, pengembangan fasilitas, perluasan akses pendidikan melalui RPL, kemitraan dengan dunia kerja, serta penguatan jejaring internasional, STIKES Wira Medika Bali terus berupaya mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Wisuda kali ini menjadi momentum bagi institusi untuk melanjutkan kontribusinya dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (kbh5)

Related Posts