November 3, 2026
Pendidikan

Unwar Perkuat Peran, Siapkan Pekerja Migran Berdaya Saing Global

Denpasar-kabarbalihits

Universitas Warmadewa (Unwar) memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Warmadewa Migrant Center (WMC) yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Pembukaan program pelatihan berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Warmadewa, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk peran perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan pemahaman mengenai migrasi kerja yang aman bagi calon pekerja migran.

Sebanyak 20 CPMI atau satu kelas mengikuti program tersebut setelah melalui proses seleksi dan verifikasi kelengkapan administrasi yang dilakukan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali. Pelatihan berlangsung mulai 28 September hingga 10 November 2026 di lingkungan Universitas Warmadewa.

Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P mengatakan keterlibatan Unwar melalui WMC merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan SDM yang memiliki daya saing global.

Menurutnya, pekerja migran Indonesia memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Karena itu, kesiapan mereka tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga harus dibarengi kemampuan berkomunikasi, kesiapan mental, pemahaman budaya, etika kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan perlindungan hukum.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Warmadewa Migrant Center dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang memiliki daya saing global,” ujar Prof. Pandit.

Ia menegaskan, pelaksanaan program tersebut sejalan dengan visi Universitas Warmadewa, yakni “Bermutu, Berwawasan Ekowisata, dan Berdaya Saing Global Tahun 2034.” Melalui visi tersebut, Unwar terus memperluas kontribusi perguruan tinggi agar tidak hanya menghasilkan lulusan secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Baca Juga :  Prodi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi Sambut 16 mahasiswa Winter Class 22 Sport and Physiotherapy International Program

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan peningkatan keterampilan teknis atau hard skills, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kebutuhan bekerja di luar negeri. Peserta juga dibekali soft skills, kesiapan mental, pemahaman budaya, serta etika kerja dalam lingkungan internasional.

Tidak kalah penting, pelatihan memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban hukum sebagai pekerja migran, prosedur migrasi yang aman, hingga mekanisme perlindungan tenaga kerja.

Rektor berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Ia juga mengingatkan para CPMI agar senantiasa menempuh proses keberangkatan melalui jalur resmi dan aman. Para calon pekerja migran diminta memahami kontrak kerja, mengetahui hak dan kewajibannya, mengenali saluran pengaduan dan perlindungan yang tersedia, serta tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang tidak memiliki kejelasan.

“Bekerja di luar negeri harus ditempuh melalui prosedur yang resmi dan aman. Kenali hak dan kewajiban sebagai pekerja migran, pahami kontrak kerja, ketahui saluran pengaduan dan perlindungan yang tersedia, serta jangan mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan yang tidak jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gde Wisnumurti, M.Si menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan profesional.

Ia menilai perguruan tinggi, pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan perlu bersinergi agar calon pekerja migran memperoleh pembekalan yang komprehensif sebelum memasuki pasar kerja global.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem penyiapan pekerja migran yang kompeten dan profesional,” katanya.

Prof. Wisnumurti berharap pelatihan yang dilaksanakan di Unwar tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Baca Juga :  Perwakilan British Council Kunjungi Unud Bahas Peluang Kerjasama

Dari sisi pemerintah, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Muhammad Iqbal, S.H., M.H mendorong lebih banyak generasi muda Bali untuk memanfaatkan program peningkatan kapasitas tersebut.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Secara nasional, pemerintah menargetkan penyiapan sekitar 500 ribu generasi muda untuk mengisi peluang kerja di luar negeri.

Bali sendiri, kata Iqbal, mendapatkan kuota cukup besar, yakni berada di urutan keempat setelah Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun, minat masyarakat Bali untuk mengikuti program tersebut masih dinilai relatif rendah.

Padahal, peserta tidak dibebani biaya pelatihan karena program tersebut ditanggung pemerintah. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bali untuk meningkatkan partisipasi generasi mudanya dalam memanfaatkan kesempatan kerja internasional secara legal, aman dan profesional.

Melalui pelaksanaan pelatihan di lingkungan kampus, Universitas Warmadewa tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi juga mengambil posisi sebagai bagian dari ekosistem peningkatan kapasitas CPMI. Kehadiran WMC diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pembekalan akademik, keterampilan, wawasan internasional, dan pemahaman perlindungan bagi calon pekerja migran. (kbh2)

Related Posts