
Fakultas Farmasi Unmas Denpasar Lepas 89 Lulusan, 100 Persen Lulus UKMPDFI
Denpasar-kabarbalihits
Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) kembali menegaskan komitmennya mencetak tenaga kefarmasian yang kompeten, profesional, dan siap bersaing. Sebanyak 89 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan dilepas melalui Upacara Yudisium Ahli Madya Farmasi ke-29 dan Sarjana Farmasi ke-9, sekaligus penyumpahan tenaga vokasi farmasi, yang berlangsung khidmat dan meriah di Aula Ganesa Saraswati, kampus setempat, Sabtu (12/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 mahasiswa merupakan lulusan Program Studi S1 Farmasi, sementara 47 mahasiswa berasal dari Program Studi D3 Farmasi yang mengikuti prosesi pelepasan dan pengambilan sumpah.
Dekan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar, Dr. Apt. Ketut Agus Adrianta, S.Farm., M.Biomed, mengatakan yudisium menjadi momentum penting karena menandai pengukuhan kelulusan mahasiswa setelah berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan menempuh pendidikan sesuai ketentuan. “Pada hari ini kita patut bersyukur, berbangga dan berbahagia karena dapat melaksanakan upacara yudisium mahasiswa lulusan S1 Farmasi sebanyak 42 mahasiswa serta upacara pelepasan dan pengambilan sumpah mahasiswa lulusan D3 Farmasi sebanyak 47 orang,” ujarnya.
Ia menegaskan, kelulusan tersebut bukan sekadar akhir perjalanan akademik, tetapi menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, pengalaman, serta nilai-nilai moral yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi Unmas Denpasar.
Komitmen Fakultas Farmasi Unmas Denpasar dalam menghasilkan tenaga kefarmasian tercermin dari jumlah lulusan yang terus bertambah. Program Studi S1 Farmasi mulai meluluskan mahasiswa pada 2022 dan hingga September 2026 telah menghasilkan 358 lulusan.
Sementara itu, Program Studi D3 Farmasi yang mulai meluluskan mahasiswa sejak 2011 telah menghasilkan 1.940 lulusan.
Dengan demikian, hingga prosesi yudisium kali ini, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar telah meluluskan sebanyak 2.298 lulusan dari kedua program studi tersebut.
Yang tidak kalah membanggakan, berdasarkan hasil tracer study, 97,01 persen alumni D3 Farmasi telah bekerja, sedangkan 2,99 persen memilih berwirausaha, termasuk membuka apotek. Sementara itu, tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia (UKMPDFI) hingga September 2026 mencapai 100 persen.
Untuk alumni S1 Farmasi, sebanyak 76 persen tercatat telah bekerja, sedangkan 24 persen melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, baik Magister Farmasi, Magister Biomedik maupun Program Profesi Apoteker di berbagai perguruan tinggi. “Hal ini menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar memiliki daya saing dan mampu melanjutkan kiprah, baik di dunia kerja maupun pendidikan yang lebih tinggi,” kata Agus Adrianta.
Untuk menjaga kualitas lulusan, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar terus memperkuat sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta ekosistem akademik. Saat ini terdapat 41 dosen, dengan 8 orang bergelar doktor, sementara 5 dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktor.
Dari sisi jabatan fungsional, tercatat 5 dosen Lektor Kepala, 12 Lektor, 11 Asisten Ahli, serta tenaga pengajar lainnya. Penguatan kualitas tersebut juga berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas penelitian. Hingga September 2026, aktivitas penelitian Fakultas Farmasi Unmas Denpasar menunjukkan tren positif. Penelitian pada level nasional meningkat dari 189 pada 2025 menjadi 207 pada 2026, ditambah 38 penelitian pada level internasional.
Capaian dosen juga meningkat dari 57 capaian pada 2025 menjadi 87 capaian hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 capaian berada pada level internasional, 33 nasional, dan 13 wilayah. Dominasi capaian internasional tersebut dinilai menjadi indikator semakin kuatnya daya saing akademik dosen, baik melalui publikasi, kolaborasi riset maupun pengakuan akademik.
“Capaian ini menjadi fondasi strategis dalam mendorong reputasi fakultas menuju fakultas unggul serta memperkuat ekosistem riset yang berdaya saing global,” tegasnya.
Tidak hanya dosen, mahasiswa Fakultas Farmasi Unmas Denpasar juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. Sepanjang 2026 hingga September, mahasiswa berhasil mencatat 8 prestasi tingkat wilayah, 13 tingkat nasional, dan 16 tingkat internasional. Capaian tersebut menunjukkan dorongan fakultas kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, melalui kompetisi maupun aktivitas organisasi.
Dalam mendukung pengembangan penelitian, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar juga memiliki dua jurnal ilmiah. Salah satunya adalah Jurnal Ilmiah Medicamento yang telah terakreditasi SINTA 2 dan saat ini dalam tahap review untuk menuju indeksasi Scopus. Selain itu, fakultas juga memiliki USADHA, yakni Jurnal Integrasi Obat Tradisional yang telah terakreditasi SINTA 5.
Sementara itu, pengembangan pendidikan kefarmasian juga diperluas melalui Program Studi Program Profesi Apoteker (PSPPA). Saat ini program tersebut telah memasuki babak baru dengan dua angkatan yang telah berjalan, masing-masing 26 dan 40 mahasiswa atau total 66 mahasiswa.
Fakultas Farmasi Unmas Denpasar memastikan seluruh wahana praktik yang digunakan dalam pendidikan profesi memenuhi standar pembelajaran dan mampu memberikan pengalaman yang relevan bagi calon apoteker. Hingga kini, PSPPA telah menjalin kerja sama dengan 47 wahana praktik. Jejaring tersebut kemudian diperluas dengan penambahan 13 wahana baru, sehingga total mencapai 60 wahana praktik, khususnya dari sektor industri nasional dan perusahaan penanaman modal asing.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pengalaman mahasiswa terhadap berbagai model praktik kefarmasian modern sekaligus mendukung pemenuhan kompetensi Apoteker Indonesia. “Kami mengundang lulusan Sarjana Farmasi untuk kembali bergabung bersama kami pada Angkatan 3 dan mempersiapkannya dengan baik,” ujarnya.
Di hadapan para lulusan, Dekan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar juga menitipkan pesan agar mereka tidak berhenti belajar setelah menyandang status alumni. Para lulusan diharapkan tetap menjaga komunikasi dengan almamater serta berkontribusi melalui pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki guna mendukung peningkatan kualitas lulusan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tidak ada satu hal pun yang bisa membuat Anda sekalian tidak bangga sebagai alumni Fakultas Farmasi Unmas Denpasar. Anda adalah lulusan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar, dan kepada Anda kami menitipkan nama baik fakultas sebagai almamater kebanggaan,” pesannya.
Pada prosesi yudisium tersebut, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar juga memberikan apresiasi kepada para lulusan terbaik. Dari Program Studi D3 Farmasi, lulusan terbaik pertama diraih I Dewa Agung Ayu Eka Cahyani dengan IPK 3,96. Lulusan terbaik kedua diraih Anak Agung Kristin Dwiyanti, Amd.Farm. dengan IPK 3,88, sedangkan lulusan terbaik ketiga diraih Antonia Amanda Putri Wijana, Amd.Farm. dengan IPK 3,84.
Sementara dari Program Studi S1 Farmasi, lulusan terbaik pertama diraih Ni Made Dwi Cahya Pratiwi, S.Farm. dengan IPK 3,75. Lulusan terbaik kedua diraih I Gusti Ayu Dwi Cahyani Yuda, S.Farm. dengan IPK 3,69, dan lulusan terbaik ketiga diraih Ni Putu Cindy Pradnya Sari, S.Farm. dengan IPK 3,65.
Ke-89 lulusan yang dilepas dalam prosesi tersebut dinilai telah berhasil menyelesaikan pendidikan sesuai batas waktu yang ditetapkan. Mereka selanjutnya diharapkan mampu membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjaga nama baik Fakultas Farmasi dan Universitas Mahasaraswati Denpasar di dunia kerja maupun lingkungan profesi.(kbh2)


