November 7, 2026
Pendidikan

Smart Plate Challenge Unmas Denpasar Hadirkan Cara Interaktif Edukasi Gizi untuk Cegah Stunting di Sibang Gede

Badung-kabarbalihits

Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif yang kreatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Smart Plate Challenge: Edukasi Gizi Seimbang melalui Smart Plate Kit sebagai Upaya Pencegahan Stunting Desa Sibang Gede”, yang digelar di Balai Banjar Srijati, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) ini menghadirkan konsep edukasi gizi yang tidak hanya mengandalkan penyampaian materi, tetapi juga mengajak peserta belajar melalui permainan dan praktik secara langsung.

Program tersebut dikembangkan berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pihak Desa Sibang Gede serta kader Posyandu. Dari proses tersebut, tim melihat adanya kebutuhan terhadap media edukasi yang sederhana, menarik, dan interaktif untuk membantu masyarakat, khususnya dalam memahami prinsip gizi seimbang dan konsep Isi Piringku sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh tim peneliti yang terdiri atas Luh Santhi Utami Wiryani, S.Farm., M.Farm., Anak Agung Sagung Sri Prabandari, serta Fahira Angelia Rahmadany Jhayrandhika. Ketiganya terlibat dalam pengembangan serta pelaksanaan program edukasi berbasis Smart Plate Kit tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama. Aktivitas ini menjadi bagian dari pengenalan pentingnya aktivitas fisik dan penerapan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai stunting, gizi seimbang, serta konsep Isi Piringku yang disampaikan oleh apt. Ni Putu Vyra Ginanti Putri, S.Farm., M.Pharm. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga peserta dapat mengikuti pembahasan dengan lebih baik.

Namun, daya tarik utama kegiatan terletak pada pelaksanaan Smart Plate Challenge menggunakan Smart Plate Kit. Melalui metode ini, peserta tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi diajak terlibat secara aktif dalam mengenali berbagai jenis makanan, membedakan makanan bergizi dan kurang bergizi, memilih kartu misi, hingga menyusun miniatur makanan pada piring edukasi sesuai dengan tantangan yang diperoleh.

Smart Plate Kit sendiri terdiri atas piring edukasi, miniatur berbagai jenis makanan, flashcard kelompok makanan, kartu tantangan, leaflet gizi seimbang, serta kotak penyimpanan. Seluruh komponen tersebut dirancang sebagai media pembelajaran aktif agar peserta dapat memahami penerapan gizi seimbang melalui pengalaman langsung.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam mengikuti setiap tahapan Smart Plate Challenge. Peserta aktif mengenali jenis makanan, memilih kartu misi, serta menyusun miniatur makanan pada Smart Plate Kit.

Penggunaan media edukasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan interaktif. Peserta dapat langsung mempraktikkan bagaimana memilih dan menyusun makanan sesuai dengan prinsip gizi seimbang, sehingga konsep yang sebelumnya bersifat teoritis menjadi lebih mudah dipahami melalui aktivitas permainan.

Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan mengamati antusiasme, keaktifan, respons, serta keterlibatan peserta selama kegiatan. Tim tidak menggunakan pre-test, post-test, maupun sesi tanya jawab, sehingga kegiatan ini tidak diarahkan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta secara statistik. Penilaian lebih difokuskan pada keterlibatan peserta dalam mengikuti proses edukasi dan praktik menggunakan media Smart Plate Kit.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim juga menyerahkan Smart Plate Kit kepada Posyandu Desa Sibang Gede. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kembali oleh para kader sebagai sarana edukasi mengenai gizi seimbang, Isi Piringku, pemilihan makanan bergizi, serta pencegahan stunting dalam kegiatan Posyandu maupun kegiatan kesehatan masyarakat lainnya.

Melalui Smart Plate Challenge, tim Universitas Mahasaraswati Denpasar berharap edukasi mengenai gizi seimbang dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyenangkan, sederhana, dan mudah diterapkan. Tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, keberadaan Smart Plate Kit di Posyandu diharapkan mampu menjadi media edukasi berkelanjutan yang mendukung peningkatan pemahaman masyarakat Desa Sibang Gede mengenai pola makan bergizi dan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Related Posts