November 8, 2026
Pendidikan

PKM Farmasi Unmas Denpasar, Ubi Ungu Disulap Jadi Bolu Bergizi, Warga Sibang Gede Didorong Cegah Stunting Sekaligus Kembangkan UMKM

Badung-kabarbalihits

Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui edukasi kesehatan, tetapi juga dapat dimulai dari pemanfaatan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada minggu (2/8/2026).

Mengusung tema “Inovasi Pangan Lokal Desa Sibang Gede sebagai Pendamping Gizi Pencegahan Stunting dan Peningkatan Ekonomi Berbasis UMKM”, kegiatan ini menghadirkan edukasi gizi sekaligus pelatihan pengolahan ubi ungu menjadi roti atau bolu kukus. Program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat berbasis pangan lokal.

Kegiatan pengabdian dipimpin apt. Gede Agus Ari Tirtayasa, S.Farm., M.Biomed. selaku ketua tim, bersama anggota apt. Maria Malida Vernandes Sasadara, S.Farm., M.P., apt. Erna Cahyaningsih, S.Si., M.Farm., apt. Putu Era Sandhi Kusuma Yuda, S.Farm., serta Dr. apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm., M.Biomed.

Bertempat di Desa Sibang Gede, Jl. Raya Sibang Gede No. 16, kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting. Masyarakat juga diperkenalkan pada potensi ubi ungu sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan pendamping bergizi dengan cita rasa yang menarik.

Selain memperoleh pemahaman mengenai stunting dan gizi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat ubi ungu serta cara pengolahannya. Tim pengabdian juga membagikan tester roti atau bolu kukus berbahan ubi ungu sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang praktis, lezat, dan memiliki nilai jual.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik dan pengenalan teknik pengolahan ubi ungu. Melalui workshop tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah maupun dikembangkan menjadi produk usaha.

Sasaran utama kegiatan adalah masyarakat Desa Sibang Gede, khususnya ibu yang memiliki balita, ibu rumah tangga, serta kelompok masyarakat yang memiliki potensi menjadi pelaku maupun calon pelaku UMKM. Kelompok tersebut dinilai strategis karena memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus berpotensi mengembangkan produk pangan rumahan menjadi sumber pendapatan.

Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk menjawab persoalan masih adanya kasus stunting serta keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai gizi dan pengolahan pangan lokal. Dengan memberikan edukasi yang disertai praktik langsung, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya asupan gizi, tetapi juga mampu mengoptimalkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ketua tim pengabdian, apt. Gede Agus Ari Tirtayasa, bersama tim menekankan bahwa pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi bagian dari solusi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ubi ungu yang selama ini dapat dipandang sebagai bahan pangan sederhana, melalui inovasi pengolahan dapat dikembangkan menjadi makanan pendamping yang lebih menarik sekaligus memiliki nilai ekonomi. Dari sisi kesehatan, kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting. Sementara dari sisi ekonomi, keterampilan mengolah ubi ungu menjadi bolu kukus dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan produk pangan rumahan yang berpotensi dipasarkan.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melihat pangan lokal bukan sekadar sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai aset ekonomi desa. Dengan kreativitas, pengolahan yang tepat, serta pengembangan kemasan dan pemasaran, produk berbahan ubi ungu berpeluang menjadi bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

Melalui sinergi antara edukasi kesehatan, inovasi pangan, dan pemberdayaan ekonomi, program pengabdian di Desa Sibang Gede diharapkan memberikan dampak berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi dalam keluarga, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengubah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Pada akhirnya, ubi ungu menjadi contoh bahwa upaya membangun masyarakat yang lebih sehat sekaligus mandiri secara ekonomi dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dan tersedia di sekitar. Dari pangan lokal, lahir inovasi; dari keterampilan, tumbuh peluang usaha; dan dari keluarga yang semakin sadar gizi, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat serta terbebas dari ancaman stunting.

Related Posts