STIKes Wira Medika Bali Cetak Lulusan Siap Go Global, 253 Mahasiswa Resmi Diwisuda
Denpasar – kabarbalihits
STIKES Wira Medika Bali kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah tinggi kesehatan terbaik di Bali melalui pelaksanaan Wisuda ke-24 Program Sarjana dan Diploma serta Angkat Sumpah Profesi ke-26 Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di The Meru Sanur, Rabu (20/5/2026).
Sebanyak 253 mahasiswa resmi dilantik dan diwisuda, terdiri atas lulusan Program D3 dan Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Sarjana Keperawatan, hingga Profesi Ners. Para lulusan mencatatkan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,71 dengan tingkat kelulusan uji kompetensi mencapai 98 hingga 100 persen.

Ketua Stikes Wira Medika Bali, Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M., mengatakan, pengembangan kampus terus diarahkan mengikuti kebijakan pemerintah seperti Kampus Merdeka dan Kampus Berdampak. Kebijakan tersebut diterjemahkan melalui berbagai inovasi pembelajaran agar lulusan mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan kesehatan di masyarakat.
“Kami ingin lulusan STIKes Wira Medika Bali tidak hanya siap bekerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, dan mental profesional yang mampu bersaing serta memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang,” ujarnya.

Prestasi STIKes Wira Medika Bali juga terus meningkat. Saat ini, dua program studi yakni S-1 Keperawatan dan Program Profesi Ners telah terakreditasi Unggul dan tiga program studi lainnya meraih akreditasi Baik Sekali. Kampus ini juga kembali masuk dalam klaster utama bidang penelitian dan pengabdian masyarakat serta meraih penghargaan pelaporan PDDikti terbaik, RPL terbaik, tracer study terbaik di LLDIKTI Wilayah VIII Bali dan Nusa Tenggara, hingga penghargaan AIPNI sebagai peraih persentase kelulusan terbaik Regional 10.

Dalam mendukung visi “go global”, kampus yang telah berdiri selama 18 tahun ini aktif membangun kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan dan kesehatan di Jepang, Taiwan, China, Australia, Malaysia, Belgia, Thailand, hingga Belanda. Kerja sama tersebut mencakup penelitian, pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa, program internship, hingga peluang kerja luar negeri bagi lulusan.
Beberapa mitra internasional yang telah bekerja sama di antaranya Akita University, VIVES University of Applied Sciences, dan Suranaree University of Technology.

Melalui pembentukan International Affairs Office (IAO), STIKes Wira Medika Bali juga terus memperluas program internasional seperti student exchange, collaborative international activities, dan internship di luar negeri. Saat ini sekitar 70 lulusan telah menjalani magang maupun bekerja di Jepang. Bahkan, sejumlah alumni yang awalnya bekerja di bidang caregiver kini berhasil berkarir di rumah sakit di Jepang karena dinilai memiliki kompetensi sesuai standar internasional.

Ketua yayasan Stikes Wira Medika Bali, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA., menegaskan pentingnya membangun pola pikir global bagi mahasiswa. Menurutnya, peluang tenaga kesehatan di luar negeri saat ini sangat terbuka lebar, terutama di bidang keperawatan.
“Peluang kerja tenaga kesehatan di luar negeri sangat besar. Karena itu mahasiswa harus mempersiapkan kemampuan bahasa, keterampilan, dan mental kerja agar mampu bersaing secara global,” katanya.
[irp]
Selain penguatan akademik, kampus juga menekankan penguasaan hard skill dan soft skill melalui seminar, workshop, serta sertifikasi kompetensi khusus seperti hemodialisis, perawatan jantung, hingga kamar operasi.

Salah satu lulusan Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis, I Gusti Ayu Adista Widanti mengaku bangga dapat menempuh pendidikan di STIKes Wira Medika Bali. Menurutnya, proses pembelajaran yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan para dosen sangat mengayomi mahasiswa sehingga dirinya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Hal senada juga disampaikan lulusan Program Studi S1 Keperawatan, Okta Setia Saputra dan Ni Putu Intan Darmayanti. Mereka mengaku bangga menjadi lulusan STIKes Wira Medika Bali karena selama menempuh pendidikan mendapatkan banyak ilmu yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Keduanya juga berharap STIKes Wira Medika Bali terus berkembang dan mampu mencetak tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, lulusan Program Profesi Ners, Ni Luh Putu Anisa Putri dan Ni Luh Puspa Sari Apria Putri menyampaikan rasa bangga atas capaian akreditasi Unggul yang diraih Program Studi S1 Keperawatan dan Program Profesi Ners. Mereka berharap STIKes Wira Medika Bali terus mencetak lulusan berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Hasil tracer study kampus menunjukkan sebagian besar lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Bahkan, ada mahasiswa yang telah bekerja sebelum diwisuda. Beberapa lulusan juga mampu memperoleh penghasilan hingga Rp10 juta per bulan karena memiliki kompetensi dan keterampilan khusus di bidang kesehatan.
Tak hanya bekerja di institusi kesehatan, sejumlah alumni juga berhasil membuka praktik layanan kesehatan mandiri berbasis modalitas komplementer di berbagai daerah, termasuk di Nusa Penida.

Hingga saat ini, lebih dari 7.500 alumni STIKes Wira Medika Bali telah berkontribusi di berbagai fasilitas layanan kesehatan tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Dengan berbagai capaian tersebut, STIKes Wira Medika Bali terus memperkuat komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang siap menghadapi tantangan global. (kbh5)


