November 6, 2026
Seni Budaya

Usulkan RUU Permuseuman, Supadma Rudana: Perkuat Museum Rumah Cagar Budaya Artefak Indonesia

Gianyar – kabarbalihits

President The Rudana Art Instutution, Putu Supadma Rudana mengusulkan Undang -Undang Permuseuman (RUU Permuseuman) yang dapat menjadi rumah dari cagar budaya artefak seni budaya Indonesia. Hal ini ditegaskan Putu Supadma Rudana saat ditemui sejumlah awak media di Museum Rudana, Peliatan Ubud Gianyar, Sabtu (4/4/2026).

“Kiita sudah memiliki UU tentang cagar budaya dalam penemuan, punya UU Pemajuan Kebudayaan, namun belum memilki Payung Hukum dalam UU Permuseuman. Harapannya kedepan payung hukum ini akan menaungi dan merumahkan serta mengkoleksi seluruh artefak yang ada dan dimiliki Indonesia. Belum lagi banyak artefak yang ditemukan berupa candi, arca dan peninggalan lainnya,”ungkapnya.

Selain itu, kata Supadma Rudana yang merupakan Ketua Asosiasi Museum Indonesia dengan anggota 500 museum di seluruh Indonesia, artefak yang dimiliki Indonesia belum termasuk Repatriasi yakni pemulangam artefak dari luar negeri yang memang didapatkan oleh para bangsa lain saat penjajahan atau kolonialisme Belanda, Inggris maupun negara lainnya. Sehingga diplomasi pada ujungnya memerlukan rumahnya yaitu museum.

“Jadi urgensi UU Permuseuman wajib kita bisa selesaikan dalam waktu dekat. Tahapanya adalah regulasi pentahelix seni bersatu degan holistiknya, regulasi yang dikawal, baik di pusat dan daerah ditunjang pendanaan secara finasial harus disupport secara komprehenshif. Terpenting juga kolaborasi, akseleratif elevatif semua pihak menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa
Indonesia,”papar Supadma Rudana.

Putu Supadma Rudana yang dijuluki “Mr. Sinergi” dan “Mr. Excellence” oleh sejumlah tokoh, terus mendorong penguatan seni dan budaya Nusantara sebagai fondasi kemajuan bangsa, juga memiliki visi besar bahwa Indonesia sebagaj sebuah negara luar biasa adiluhung memiliki kekayaan artefak tak terhingga.

Terbukti artefak yang ada dari zaman purba, situs -situs manusia purba, lukisan -lukisan purba di goa -goa dari zaman megalitukum serta adanya situs kerajaan Sriwijaya, Singosari, Medang Mataram Kuno hingga Majapahit. Hal ini sekaligus menandakan begitu hebat kemuliaan bangsa Indonesia, belum lagi potensi seni budaya dangan adanya banyak maestro, pengukir kriya, penari pertunjukan serta dalang hebat dalam seni pendalangan termasuk film dan musik.

“Begitu besar potensi kebudayaan untuk menjaga kekuatan bangsa untuk digaungkan bersanding dan bertanding dengan bangsa -bangsa besar di dunia,”tegas Supadma Rudana.

Supadma Rudana melalui The Rudana Art Instutution terus mendorong agar semua pihak, pemerintah pusat dan daerah, akademisi dan istitusi hingga komunitas memiliki peran penting dalam mewujudkan hal ini.

“Penting bagi saya menyuarakan ini bersama seluruh komponen untuk menggaungkan potensi bangsa ini agar kita mengerti kekuatan Indonesia. Kita harus menuju teknologi industri, tapi yang sudah kita milik sekarang adalah seni budaya. Sehingga dalam konsep The Rudana tentu kita akan gaungkan ini akan memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara, kemanusiaan, kedamaian dengan The Rudana mengelevasi dan bersinergi, berkolaborasi melakukan akselerasi dan elevasi untuk menunjukkan bahwa Indonesia menjadi bangsa yang luar biasa adiluhung dalam bidang kebudayaan,”tegasnya kembali.

Supadma Rudana sebelumnya juga telah menginisiasi undang -undang Omnibus kebudayaan sebagai undang -undang yang menyeluruh tentang kebudayaan, meski diakuinya tidak mudah dan memerlukan waktu yang panjang.

“Saya berharap pemerintahan saat ini Pak Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon bisa mengawal dalam format dua periode atau 10 tahun,”harapnya

Berbicara ekonomi lanjut Supadma Rudana merupakan eksploistatif. Namun, ekonomi berbudaya yang mendapatkan inspirasi dari seni budaya dan rumahnya adalah museum tentu memberikan suatu konsep ekonomi yang bersifat win -win solution.

“Politik yang berbudaya tentu bukan yang eksploitatif tapi politik yang betul -betul mengahrgai meritokerasi membangun suatu sistem tatanan berbangsa bernegara dan memberikan konsep ini untuk kemajuan bangsa dan negara serta kemanusiaan serta meliputi pertahanan keamanan yang berbudaya, bukan saja alutsista namun fokusnya pada penyadaran bahwa kebudayaan mampu menjadi pertahanan keamanan yang komprehenship melampui alutsista karena jwanya betul -betul semangat dalam menjaga NKRI dan Nusantara,”jelasnya.

Dibidang Pendidikan yang berkebudayaan, menurut Supadma Rudana sebelumnya pendidikan fokus pada intelektualitas pikiran, tapi justru memiliki rasa sentuhan yang pada ujungnya mampu melampui keindahan estetika, pemikiran tentang logika serta mengerti bagaimana konsep ini terelevasi yang pada ujungnya memuliakan semuanya.

“Konsep kebudayaan mampu sebetulnya secara komprehenship menaungi dan menjadi jiwa dala pembangunan bangsa dan pada ujungnya museum menjadi rumah teringgi, rumah abadi dan rumah inspirasi bagi seluruh masyarakat,”tutupnya. Kbh6

Related Posts