Kolaborasi Perumda MGS dan Pedagang Bermobil, Upaya Baru Jaga Ketersediaan Pangan di Badung
Badung – kabarbalihits
Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (Perumda MGS) Kabupaten Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha didampingi Direktur Umum (Dirum) I Made Anjol Wiguna Melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Paguyuban Pedagang bermobil ‘Bali Wangi Sayur’ di Kantor Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kamis (2/4/2026).

Dalam waktu dekat puluhan pedagang bermobil ini akan menjual dagangannya berupa sayur mayur, buah -buhan, sembako hingga sarana upakara di area Pasar Umum Beringkit. Menariknya, selama satu bulan pedagang ini tidak dikenakan biaya sewa alias gratis. Adapun operasional pasar, mulai pukul 22.00 WITA sampai dengan pukul 07.00 WITA setiap harinya.
Ditemui usai penandatanganan kerja sama, Dirut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kompiang Gede Pasek Wedha menyampaikan kerja sama dengan Paguyuban Pedagang Bali Wangi Sayur merupakan langkah awal yang dilakukan Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, dan akan berlanjut di pasar -pasar yang dimiliki BUMD Kabupaten Badung tersebut. Diantaranya, pasar Sembung, pasar Kapal, pasar Kuta hingga pasar Nusa Dua.
“Kerja sama ini kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan khususnya sayur, buah -buahan sembako hingga sarana upakara. Kami selaku BUMD Kabupaten Badung yang memiliki fungsi ganda satu sisi harus mencari keuntungan dan juga memiliki fungsi untuk menstabilkan harga. Dengan adanya kolaborasi ini,harga -harga kebutuhan pangan hingga sarana upakara bisa lebih stabil,” ungkapnya.
Perumda Pasar Mangu Giri Sedana lanjut Kompiang Gede Pasek Wedha, akan berinovasi dalam jual beli yang bersifat hulu ke hilir, yang sewaktu -waktu berkolabirasi dengan daerah lain. Terlebih dalam paguyuban pedagang Bali Wangi Sayur terdapat juga anggotanya yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur ini qkan memudahkan mewujudkannya.
“Sehingga kestabilan harga lebih terjamin. Harapan kami, hal itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana serta masyarakat Kabupaten Badung dlaam memenuhi kebutuhan pasar bidang holtikultura, pangan dan sarana upakara,”paparnya.
Dalam kolaborasi ini, kompiang Gede Pasek Wedha menyebut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana menggratiskan sewa lahan selama satu bulan bagi para pedagang. Namun, terdapat tanggungjawab yang melekat dan harus dipenuhi diantaranya biaya pemakaian listrik selama berjualan.
“Setelah masa promo satu bulan, baru kami akan membicarakan dengan pedagang terkait biaya sewa -menyewa,” jelasnya.
Dalam penanganan sampah pasar, secara tegas Kompiang Gede Pasek Wedha pihaknya mewajibkan para pedagang ini untuk melakukan pemilahan sampah organik dan organik, sehingga setelah berjualan kondisi pasar harus kembali bersih.
“Hak dan kewajiban harus dipenuhi, hak mendapatkan fasilitas untuk berjualan di pasar, kewajiban harus dilakukan menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar. Pasar merupakan salah satu sumber sampah, untuk itu kita mewajibkan pedagang memilah sampah,”tegasnya lagi.
Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Bali Wangi Sayur, Ribut Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada jajaran Direksi Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana atas kerjasama yang telah terbangun. Hal Ini kata dia sangat membantu para pedagang dalam mencari rejeki di pasar.
“Perumda menyediakan lahan untuk berjualan, kami menyiapkan pedagang untuk selanjutnya berkolaborasi. Kami siap mensuplai kebutuhan masyarakat dan menaati segala peraturan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan harmonisasi dan keberlanjutan kolaborasi ini,” tukasnya.(kbh6)


