
Bahas Lomba Ogoh – ogoh, Komisi IV Raker Bersama Disbud Badung
Badung -kabarbalihits
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung melaksankan Rapat Kerja (Raker) bersama Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Gosana III lantai 2 Kantor DPRD Kabupaten Badung, Senin (23/2/2026).
Raker yang dilaksanakan terkait koordinasi menyambut Tahun Baru Caka 1948, khususnya pelaksanaaan lomba ogoh- ogoh Kabupaten Badung tahun 2026.
Raker dipimpin Made Suwardana didampingi Anggota Gede Suraharja, Wayan Joni Pargawa serta Putu Sekarini.
Sementara, dari Dinas Kebudayaan hadir langsung Kepala Dinas, Gede Eka Sudarwitha didampingi beberapa Kabid.
Made Suwardana mengatakan rapat kerja ini merupakan evaluasi dari kegiatan lomba ogoh-ogoh tahun lalu. Karena, berbagai permasalahan sebelumnya terjadi, hal ini membuat pihaknya khawatir kejadian seperti itu terulang kembali terutama terkait dalam kegiatan lomba ogoh-ogoh.
“Jadi seperti tahun lalu berbagai protes, jadi kita agak telat mengantisipasinya. Sekarang melalui Dinas Kebudayaan kita harapkan segala sesuatunya sudah bisa kita rancang, sehingga kejadian – kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” kata Made Suwardana usai raker.
Berbagai antisipasi pun akan dilakukan mulai dari mobilisasinya terlebih dahulu, karena ogoh-ogoh yang berangkat dari tempat asal ke Puspem Badung itu juga banyak menemukan kendala di jalan. Selain itu pementasan dan penilaian pragmentari dan tenda tempat meletakan ogoh-ogoh tersebut juga menjadi pokok bahasan dalam raker ini.
“Karena ada pementasan pasti melibatkan banyak orang, kita antisipasi itu agar tidak terjadi keributan saat pementasan dan juga pada penilaian. Dan saat kembali ke tempat mereka biar tidak terjadi lagi kemacetan seperti yang dulu. Sebab lomba ohoh -ogoh di Kabupaten Badung euforianya luar biasa,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan asal Kelurahan Kapal ini berharap, penilaian dalam lomba ogoh-ogoh nantinya, para peserta merasa diperlakukan dengan adil dan mendapat hak yang sama.
Sedangkan ketentuan dalam lomba yang mengharuskan Undagi berasal dari Kabupaten Badung, kata Made Suwardana dimaksudkan agar kreativitas dari warga Kabupaten Badung, semakin meningkat lagi.
“Kalau kita terus pakai orang luar, yang di Badung itu kan tidak ada pembelajaran dari itu,” harap Made Suwardana.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha mengatakan untuk tahun ini dicermati kembali apa yang sudah dijadikan kriteria pada tahun sebelumnya. Pada kesempatan ini, lomba ogoh-ogoh dicermati dan dirapikan termasuk kriteria lomba ditingkat zona, kemudian juga kriteria lomba ditingkat kabupaten.
“Kita cermati dan akan kita sampaikan. Jadi antara juri dengan peserta nanti kita harus sama sama memahami dan memiliki kesamaan pandangan, seperti apa sih yang dimaksud dengan kriterianya,” kata Eka Sudarwitha.
Eka Sudarwitha juga mengatakan, pada lomba yanh dangat bergengsi ini, diawal kriteria yang direncanakan di tingkat kabupaten akan memastikan presentase dari pada lomba fisik ogoh-ogoh dan lomba pragmennya.
“Itu sudah kita tetapkan 75 persen dengan 25 persen untuk pragmennya, kemudian jurinya juga sudah kita tetapkan diawal, 5 untuk juri lomba ogoh-ogoh dan 2 untuk juri lomba pragmentari ogoh ogoh,” tegas Eka Sudarwitha. Kbh6.


