November 4, 2026
Pariwisata

APPI Bidik Lonjakan Wisatawan Eropa Lewat Europe Sales Mission 2026, Promosikan Bali dan Destinasi “Beyond” Indonesia

Denpasar-kabarbalihits

Aliansi Promosi Pariwisata Indonesia (APPI) akan menggelar misi promosi internasional bertajuk Europe Sales Mission 2026 pada 22–28 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi pariwisata Indonesia di pasar Eropa dengan menampilkan sejumlah destinasi unggulan, seperti Bali, Labuan Bajo, Lombok, Kepulauan Gili, Yogyakarta, hingga Bromo.

Misi promosi tersebut akan berlangsung di tiga kota utama, yakni Amsterdam (Belanda), serta Düsseldorf dan Stuttgart (Jerman). Ketiga kota tersebut dikenal sebagai pasar wisatawan mancanegara potensial dengan daya beli tinggi.

Ketua APPI, Gufron, CHA, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta didukung maskapai mitra di Eropa, Singapore Airlines.

“Tahun ini promosi internasional kita berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan didukung penuh oleh partner airline di Eropa, yakni Singapore Airlines, baik di Amsterdam, Düsseldorf, maupun Stuttgart,” ujar Gufron didampingi Ketua Komite APPI, Ida Bagus Kharisma Wijaya, saat ditemui di Byrd House, Segara Village Hotel, Sanur, Kamis (12/2/2026).

APPI berhasil mengundang sejumlah mitra travel terkemuka Eropa, di antaranya DERTOUR Group, Meiers Weltreisen, Travel Counsellors, Talisman, 333TRAVEL, TUI Netherlands, TUI Deutschland, Tischler Reisen, Alltours, De Jong Intra Vakanties, Smaragd Reizen, dan Explorer Fernreisen, serta berbagai agen perjalanan lain yang aktif memasarkan Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan 26 delegasi dari 20 pelaku industri pariwisata yang mewakili Bali, Lombok, Gili Trawangan, hingga Labuan Bajo. Menurut Gufron, promosi pasar Eropa secara rutin dilakukan, khususnya menjelang ajang ITB Berlin, guna memperkuat kerja sama dengan mitra internasional sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.

Meski kegiatan difokuskan di Belanda dan Jerman, jangkauan promosi diyakini mencakup pasar Eropa secara luas. Hal ini karena sejumlah agen perjalanan besar di kedua negara memiliki jaringan pemasaran lintas negara di kawasan Eropa.

Baca Juga :  WNA Rusia Pose Syur di Kayu Putih Tabanan Segera Dideportasi, Gubernur Koster : Tidak Perlu Memaafkan

“beberapa agen besar seperti DER Group dan TUI memiliki jaringan pasar yang menjangkau hampir seluruh negara Eropa. Jadi, meskipun kegiatan dilaksanakan di dua negara, dampaknya mencakup pasar Eropa secara keseluruhan,” jelasnya.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan Eropa, empat negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia dan Bali pada 2025, yakni Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda, mencatat total 943.882 kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,19 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 897.285 kunjungan.

Melalui Europe Sales Mission 2026, APPI menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan Eropa sebesar 10 hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam kegiatan promosi tahun ini, APPI juga akan menonjolkan perkembangan produk dan layanan pariwisata Indonesia. Kementerian Pariwisata dijadwalkan mempresentasikan kemajuan sektor pariwisata nasional, termasuk pengembangan konsep sustainability, regenerative tourism, wellness tourism, serta kekayaan gastronomi Indonesia.

Misi promosi ini juga rencananya dihadiri perwakilan kehormatan, termasuk Duta Besar Republik Indonesia di Belanda serta pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Düsseldorf dan Stuttgart. Selain memperkuat kerja sama komersial, kegiatan ini menjadi sarana promosi budaya, tradisi, bentang alam, dan keramahan masyarakat Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian awal menuju ajang bergengsi ITB Berlin 2026, pameran industri perjalanan terbesar di dunia yang akan digelar pada 3–5 Maret 2026.

Ketua Komite APPI, Ida Bagus Kharisma Wijaya, menambahkan promosi ini juga bertujuan menjaga eksistensi Indonesia di pasar tradisional Eropa, sekaligus memperkuat citra positif destinasi, khususnya Bali, yang masih menghadapi sejumlah tantangan persepsi seperti kemacetan dan kebersihan.

“Kami hadir sebagai duta destinasi untuk memastikan kepada pasar bahwa Bali tetap aman, nyaman, dan terkendali. Bahkan berdasarkan berbagai penghargaan internasional seperti TripAdvisor, Bali masih menjadi destinasi terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Musyawarah Nasional Perdana Serikat Pengusaha Industri Wisata Indonesia (Septindo) Sukses Digelar di Bali

Selain Bali yang masih menjadi tulang punggung pariwisata nasional dengan kontribusi sekitar 80 persen industri pariwisata Indonesia, APPI juga mengangkat konsep promosi “Bali and Beyond” dengan menampilkan destinasi alternatif seperti Labuan Bajo, Lombok, Kepulauan Gili, Yogyakarta, dan Bromo.

Promosi yang dilakukan dalam skema business to business (B2B) ini turut menyoroti tren pariwisata terbaru, termasuk wisata gastronomi, gaya hidup wellness, serta pengalaman wisata berbasis budaya dan lingkungan.

Meski demikian, APPI mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam menarik wisatawan Eropa, seperti persaingan dengan destinasi lain di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta tingginya biaya tiket penerbangan dari Eropa ke Bali.

“persyaratan utama wisatawan tetap sama, yaitu keamanan, kenyamanan, dan kebersihan. Hal-hal inilah yang terus kita perkuat untuk memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama berkunjung ke Indonesia,” pungkasnya. (kbh1)

Related Posts