
PKM Unwar Kenalkan “Detak C”, Pantau Pasien Gagal Jantung via Aplikasi di RSUD Sanjiwani
Gianyar-kabarbalihits
Upaya memperkuat pemantauan pasien gagal jantung kini makin terbantu teknologi. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (Unwar) mengembangkan pemanfaatan aplikasi Detak C untuk monitoring kondisi kardiovaskular pasien gagal jantung di RSUD Sanjiwani Gianyar.
Program yang berjalan pada 2025 ini juga dibarengi edukasi kepada pasien dan keluarga, termasuk pelatihan penggunaan aplikasi serta pengenalan pemantauan tanda vital dengan dukungan perangkat wearable. Tim PKM dipimpin Dr.dr. I Gede Bagus Gita Pranata Putra, M.Biomed, Sp.JP bersama anggota tim lintas bidang.
“Pemantauan yang lebih terstruktur membantu deteksi dini perubahan kondisi pasien. Harapannya, pasien dan keluarga lebih cepat mengambil langkah saat muncul tanda bahaya,” ujar Ketua Tim PKM, Dr.dr. I Gede Bagus Gita Pranata Putra.

Pelatihan dan edukasi penggunaan teknologi pemantauan kardiovaskular berbasis aplikasi pada kegiatan PKM
Kegiatan dilakukan bertahap bersama mitra di RSUD Sanjiwani. Rangkaian program mencakup dialog interaktif terkait gagal jantung, penyuluhan tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, hingga pelatihan pemantauan berbasis aplikasi.
Tak hanya tenaga kesehatan, pasien dan keluarga juga didorong aktif memanfaatkan aplikasi sebagai alat bantu pemantauan harian. Dengan demikian, kepatuhan terhadap pengobatan dan kewaspadaan terhadap gejala kekambuhan dapat meningkat.
Dalam laporan akhir, program PKM ini menargetkan luaran wajib berupa publikasi ilmiah pada jurnal nasional. Selain itu, terdapat capaian peningkatan pada indikator luaran pengabdian, di antaranya peningkatan kuantitas (40%) serta peningkatan penerapan IPTEK (2 unit).
Tim berharap model pengabdian berbasis teknologi seperti ini dapat diperluas, terutama pada layanan pasien penyakit kronis yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
Meski berbasis aplikasi, tim menegaskan pemanfaatan Detak C bukan untuk menggantikan kontrol medis, melainkan sebagai pendamping yang membantu pasien dan keluarga memantau kondisi. Dengan informasi yang lebih cepat dan tertata, tenaga kesehatan juga dapat lebih terbantu dalam memutuskan langkah tindak lanjut bila diperlukan.(r)


