
Dari Advokat untuk Anak Bangsa, DPC PERADI-SAI Denpasar Tebar Kepedulian di LPKA Karangasem
Karangasem-kabarbalihits
Suasana hangat dan penuh haru terasa di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Karangasem, Jumat (30/1/2026). Tawa dan senyum anak-anak binaan pecah saat rombongan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi–Suara Advokat Indonesia (PERADI-SAI) Denpasar datang membawa rangkaian kegiatan sosial bertajuk “PERADI-SAI Peduli”. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 PERADI-SAI Denpasar, yang dirangkai dengan aksi berbagi kasih dan edukasi kemanusiaan.
Tidak sekadar menyerahkan bingkisan, kegiatan sosial ini dikemas dengan pendekatan yang lebih personal dan menyentuh. Para advokat dan panitia berbaur langsung dengan 24 anak binaan, makan siang bersama, bermain aneka permainan interaktif, hingga mengikuti sesi berbagi motivasi. Suasana yang biasanya kaku berubah menjadi cair dan penuh keceriaan.
Kehangatan semakin terasa ketika anak-anak binaan menampilkan pertunjukan band. Dengan penuh percaya diri, mereka memainkan sejumlah lagu yang disambut tepuk tangan meriah para tamu. Momen tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus bukti bahwa potensi dan harapan tetap tumbuh di balik keterbatasan.
Ketua Panitia kegiatan, Dr. Ni Nyoman Sri Puspadewi, SH., MH, mengatakan bahwa aksi di LPKA Karangasem merupakan salah satu dari empat rangkaian kegiatan dalam perayaan HUT ke-10 PERADI-SAI Denpasar. Menurutnya, peringatan hari jadi organisasi tidak hanya dirayakan secara internal, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Di hari jadi ke-10 ini kami ingin merayakan dengan cara yang bermakna. Salah satunya datang langsung ke LPKA Karangasem untuk berbagi kasih dengan adik-adik binaan. Ini bagian dari jati diri kami sebagai advokat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, para advokat tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendamping moral dan sosial. Pihaknya berharap kehadiran PERADI-SAI bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak binaan untuk menata masa depan. “Semoga kami bisa menjadi lentera bagi mereka, membimbing dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kami datang membawa cinta, bahwa mereka juga kami cintai dan dihargai,” kata Sri Puspadewi.
Rangkaian perayaan HUT ke-10 PERADI-SAI Denpasar akan berlanjut pada Februari mendatang dengan turnamen futsal yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari, berdekatan dengan momentum Valentine. Selain itu, akan digelar perayaan tiup lilin pada 5 Maret, serta ditutup dengan kegiatan gathering keluarga besar anggota PERADI-SAI Denpasar.
Ketua DPC PERADI-SAI Denpasar, I Wayan Purwita, SH., MH., CLA, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas inisiatif panitia yang memilih kegiatan sosial sebagai bagian utama perayaan ulang tahun organisasi. Ia menekankan pentingnya nilai pengabdian dalam profesi advokat. “Kami selalu menekankan tiga hal kepada anggota, yaitu tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian. Apa yang dilakukan hari ini adalah wujud nyata dari pengabdian tersebut. Advokat tidak bisa lepas dari masyarakat. Kami ada dan tumbuh bersama masyarakat,” tegasnya.
Menurut Purwita, kehadiran advokat di tengah kelompok yang kurang beruntung merupakan panggilan moral. Tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga motivasi dan semangat untuk bangkit. “Kita harus hadir, berbagi kasih, berbagi motivasi, dan saling menguatkan. Ini bagian dari tanggung jawab sosial profesi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II B Karangasem, I M. Rizal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan PERADI-SAI Denpasar. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat berarti bagi anak-anak binaan. “Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rombongan PERADI-SAI Denpasar yang telah meluangkan waktu untuk datang, memberi edukasi, dan berbagi kasih. Ini menjadi kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,” ujarnya.
Rizal menambahkan, dukungan moral dari berbagai pihak sangat membantu proses pembinaan anak, agar mereka memiliki rasa percaya diri dan harapan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Di balik tembok pembinaan, hari itu, yang terasa bukan batas, melainkan pelukan kepedulian. (kbh2)


