November 6, 2026
Politik

Idolakan Jokowi, Alasan Wayan Suyasa Pindah ke PSI

Badung – kabarbalihits

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali, I Wayan Suyasa, SH, akhirnya angkat bicara terkait keputusannya meninggalkan partai sebelumnya dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Politisi yang populer disapa WS ini menegaskan, langkah politik tersebut murni dilandasi kecintaan pribadi terhadap Presiden Joko Widodo serta adanya penghargaan politik dirasakannya di PSI.

Wayan Suyasa menyampaikan, keputusan mengundurkan diri dari partai sebelumnya dilakukan secara sadar dan tanpa konflik. Ia menolak anggapan bahwa perpindahan tersebut dipicu oleh ketersinggungan politik.

“Saya tidak akan pernah bicara ada ketersinggungan di tempat saya pernah berada. Di Golkar khususnya, saya punya apresiasi tinggi. Tidak ada hal negatif,” tegasnya, saat jumpa pers kesiapan Rakorwil dan Pelantikan Pengurus DPW, DPD dan DPC PSI se Bali, Kamis (22/1/2026).

Diakuinya, faktor utama yang menguatkan pilihannya adalah figur Presiden Jokowi yang sejak lama ia kagumi, bahkan sebelum terjun secara maksimal dalam politik praktis.

“Jujur dari lubuk hati yang terdalam, saya pribadi mengidolakan Pak Jokowi. Setiap orang pasti punya idola, dan itu hal yang jujur saya sampaikan,” ujar Suyasa.

Menurutnya, adanya komunikasi dan dorongan dari jajaran pusat PSI yang dinilainya sebagai perpanjangan tangan Jokowi, membuat keyakinannya semakin kuat untuk mengabdi melalui PSI.

“Ada perpanjangan tangan beliau yang berkomunikasi dengan saya. Dari situlah saya merasa terpanggil untuk menjalankan tugas politik ini, sebagai bentuk rasa cinta dan tanggung jawab saya kepada Pak Jokowi,” katanya.

Selain faktor ideologis, Wayan Suyasa juga menyoroti penghargaan terhadap peran dan eksistensi kader sebagai alasan penting bergabung dengan PSI. Ia menegaskan, penghargaan yang dimaksud bukanlah materi.

“Bukan soal harga atau uang. Tapi sebagai manusia, kita semua ingin dihargai. Dan di PSI, saya dan teman-teman merasakan penghargaan itu,” jelasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Badung ini menambahkan, penghargaan tersebut justru menjadi beban moral sekaligus tanggung jawab untuk bekerja lebih serius membesarkan partai, khususnya di Bali.

Menutup pernyataannya, Wayan Suyasa menegaskan bahwa PSI ke depan akan tetap memegang prinsip politik yang tegas dan tidak sekadar mengandalkan kekuatan media sosial. “Jangan kira PSI hanya soal media sosial. Kami keras dalam prinsip,” tukas Politisi asal Desa Penarungan ini. (kbh6)

Related Posts