June 19, 2026
Daerah

PHDI Kecamatan Kuta Gelar Diskusi “Bahagia dan Menyenangkan Melalui Hindu”

Badung-kabarbalihits

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Kuta menggelar diskusi terbatas bertajuk “Bahagia dan Menyenangkan Melalui Hindu”, bertempat di lantai III ruang rapat Kantor Camat Kuta, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini diikuti para Dharmika, yakni sudiwan atau umat yang baru memeluk Agama Hindu, dengan tujuan memberikan pencerahan tentang pelaksanaan ajaran Hindu sesuai dresta atau tradisi setempat.

Ketua PHDI Kecamatan Kuta, Nyoman Sarjana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman bahwa menjalani Agama Hindu sebenarnya sangat sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“tujuan kami agar umat, khususnya yang baru belajar Hindu, memahami bahwa menjalankan ajaran Hindu itu cukup sederhana dan simpel, asal dijalankan dengan hati yang tulus,” ujar Sarjana.

Dalam diskusi tersebut, Gede Rudia memaparkan bahwa agama pada dasarnya bertujuan untuk mempermulia hidup. Menurutnya, dalam kemuliaan hidup terdapat kesejahteraan, rasa senang, dan kebahagiaan.

“Agama mengajarkan keseimbangan antara kebahagiaan lahiriah dan rohaniah. Dalam Hindu, rasa senang berakar pada rasio dan ego, sedangkan bahagia melibatkan bhudi atau suara hati,” jelasnya.

Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama turut menambahkan, bahwa makna Dharma sangat luas. Menjalani kehidupan sesuai Dharma merupakan jalan menuju kebahagiaan sejati, salah satunya melalui penerapan Catur Marga.

Salah satu Dharmika asal luar negeri, Paulina Dwi Meilani, mengaku awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan tradisi dan budaya Hindu di Bali.

“awal masuk Hindu saya sempat kesulitan karena adat dan budaya sangat berbeda. Tapi karena niat ingin tahu, setelah beberapa bulan saya mulai bisa mengikuti kegiatan adat,” ujarnya.

Sementara itu, Dita, seorang Dharmika asal Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa proses belajar Hindu tidaklah mudah di awal, namun kini justru menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Baca Juga :  Pariwisata Redup, SMK Pariwisata Dalung Gelar PKL di Hotel Berbintang

“dulu saya pikir Hindu itu rumit, tapi setelah belajar dan membantu kegiatan adat, sekarang saya bisa membuat banten untuk keluarga bahkan dijual,” katanya.

Dari kalangan muda, Teddy Setiawan yang mewakili Yowana Kecamatan Kuta mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai relevan dengan tantangan generasi sekarang.

“banyak generasi muda yang mulai kurang melek terhadap budaya dan adat Hindu karena kesibukan. Padahal, budaya Hindu inilah penopang utama pariwisata budaya di Bali,” ucap Teddy.

Sementara dr. I Wayan Mustika memberikan pesan reflektif dalam paparannya, yakni menjalani ajaran Hindu dengan bahagia.

“jalani apa yang kamu pelajari, dan pelajari apa yang kamu jalani. Kalimat sederhana ini sangat bermakna untuk menjalani ajaran Hindu dengan bahagia,” ujarnya.

Di akhir acara, Ketua PHDI Kecamatan Kuta, Nyoman Sarjana, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengagendakan kegiatan serupa secara lebih rutin mengingat antusiasme peserta yang cukup tinggi.

“Jumlah Dharmika di Kecamatan Kuta ternyata cukup banyak, mencapai sekitar 100 orang. Ke depan, kami akan membuat kegiatan lebih intensif,” katanya.

Acara ditutup dengan penyerahan buku tuntunan beragama Hindu berbahasa Inggris kepada para Dharmika, serta bingkisan kepada para narasumber. (r)

Related Posts