
CCTV Lantai 4 Rusak, Polisi Sebut Kecil Kemungkinan Kematian Timothy Korban Bullying
Denpasar-Kabarbalihits
Penyelidikan kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugerah Saputra, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkapkan, berdasarkan keterangan belasan saksi dari kalangan dosen dan teman dekatnya, kecil kemungkinan korban yang diduga terjatuh dari lantai 4 Gedung FISIP itu mengalami perundungan (bullying) semasa di kampus.

Kapolsek Denbar Kompol Laksmi Trisnadewi menjelaskan, sebanyak 19 saksi dari pihak dosen, security, mahasiswa, termasuk orang tua Timothy telah dimintai keterangan terkait pendalaman kasus tersebut.
Dari hasil keterangan para saksi dosen dan sahabatnya, mahasiswa semester VII Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud ini disebut merupakan orang yang pintar dan berkomunikasi sangat berbobot di kampus, sehingga teman-temannya segan terhadap Timothy.
Dari keseharian di kampus, teman-temannya juga memandang sangat kecil kemungkinan Timothy menjadi korban perundungan.
“karena korban ini orang yang berprinsip sekali, jadi bukan tipe gampang dibully, itu pengakuan beberapa saksi yang kami mintai keterangan,” jelas Kompol Laksmi Trisnadewi W, S.H., S.I.K., Senin (20/10/2025).
Justru perundungan terjadi setelah korban meninggal terjatuh dari lantai 4 gedung Fisip Unud pada Rabu 15 Oktober 2025, yang dibuktikan adanya chat grup WhatsApp oleh sejumlah mahasiswa yang tersebar di media sosial.
“kalau untuk sebelum kejadian itu, bahkan sahabatnya mengatakan kecil sekali kemungkinannya (korban bullying),” katanya.
Sedangkan berdasarkan olah TKP, dari rekaman CCTV yang berada di lobi kampus terlihat Timothy datang sendiri ke lantai 4. Kemudian ada saksi yang melihat korban keluar sendiri dari lift di lantai 4 dan duduk di lokasi terakhir dengan ditemukannya tas dan sepatu milik korban. Saksi juga melihat korban sedang membuka sepatu di lokasi kejadian, namun tidak ada yang melihat langsung korban jatuh atau sengaja melompat. Terlebih CCTV yang berada di area lantai 4 mengalami kerusakan sejak tahun 2023.
“tetapi tidak ada saksi yang melihat langsung pada saat korban melompat,” ujarnya.
Disinggung terkait adanya unsur kesengajaan atau kecelakaan (terpeleset), Kompol Laksmi Trisnadewi menyebut kemungkinan jatuhnya korban bukan karena terpeleset. Sebab di lokasi kejadian adalah serambi lantai atau balkon yang dilindungi dengan tembok pembatas dan terdapat kursi.
“lebih memungkinkan korban naik kemudian jatuh, lebih ke unsur sengaja, mungkin menjatuhkan diri, cuman tidak ada saksi yang melihat,” ucapnya.
Diketahui bersama, pada Rabu 15 Oktober 2025, Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa semester VII jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 gedung FISIP dan sempat dilarikan ke RS Prof Ngoerah, namun nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa ini menjadi viral di media sosial karena adanya perundungan yang dialami Timothy setelah meninggal dari sejumlah mahasiswa Unud.
Kemudian ibu Timothy telah menyatakan keikhlasannya atas kepergian putra tunggalnya dan tidak ingin melanjutkan pelaporan secara resmi, namun sang ayah tetap datang ke Polresta Denpasar pada Sabtu (18/10) untuk meminta kejelasan terkait penyebab kematian anaknya. (kbh1)


